Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Kesalahan besar



"Siapa yang kau temui?" tanya Aruna kemudian dengan raut wajah yang penasaran setelah mendengar perkataan Arthur barusan.


Mendapat pertanyaan tersebut membuat Arthur lantas mulai mendudukkan pantatnya tepat di depan meja kebesaran Aruna kemudian mulai menceritakan segalanya. Arthur yang memang tidak tahu dan tidak mengenal wanita yang ia temui kala itu, lantas dengan polosnya malah menceritakan segalanya tanpa beban sama sekali. Sedangkan Aruna yang mendengar cerita Arthur dari awal hingga akhir, lantas dibuat terkejut seketika karena tidak menyangka bahwa raganya yang di isi dengan jiwa *Aruna malah tanpa sadar bertemu dengan seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang sama sekali tidak pernah ingin ia temui setelah kejadian kala itu yang begitu menghancurkan hatinya.


Arthur terdiam di tempatnya dengan raut wajah yang perlahan-lahan berubah menjadi merah padam. Arthur yabg terlalu asyik bercerita sampai melupakan Aruna dan tidak terlalu memerhatikan perubahan raut wajah Aruna yang terlihat begitu marah ketika mendengar cerita dari dirinya barusan. Aruna yang tidak suka akan cerita dari Arthur barusan lantas mulai menatap tak suka ke arah Arthur apalagi ketika Arthur mengatakan bahwa gadis itu ingin memulai kembali segalanya dari awal. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia duga sama sekali akan keluar dari mulut wanita yang meninggalkannya kala itu hanya demi laki-laki lain tepat di hari pernikahannya sendiri.


"Hentikan segalanya..." ucap Aruna dengan nada yang lirih namun sayangnya Arthur sama sekali tidak mendengarkannya karena saking fokusnya menceritakan segala hal termasuk ketika ia membeli dan memilih beberapa produk pemb*l*t untuk wanita.


"Apa kau tahu dia bahkan sampai memeluk ku dalam waktu yang cukup lama sedangkan aku yang tidak tahu apa-apa hanya bisa..." ucap Arthur kemudian namun terpotong ketika sebuah gebrakan keras terdengar menggema di ruangan tersebut.


Brak...


Arthur yang sedari tadi bercerita panjang lebar lantas langsung terkejut dengan seketika, Arthur yang tidak tahu di mana letak kesalahannya lantas hanya menatap dengan tatapan yang bingung ke arah Aruna saat ini. Arthur bahkan tidak mengerti mengapa Aruna begitu marah kepadanya padahal sedari tadi yang ia lakukan hanyalah bercerita dan bukan yang lainnya. Hingga ketika sebuah suara pintu yang di buka dari luar lantas memecah ketegangan yang terjadi di ruangan tersebut.


"Apa ada sesuatu yang terjadi tuan?" tanya Faris kemudian ketika mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari dalam ruangan Arthur.


"Kau... Bawa pergi dia dari sini dan katakan padanya tentang Monica!" ucap Aruna dengan nada penuh penekanan sambil menatap dengan tatapan yang tajam ke arah Faris, membuat Arthur yang masih tidak mengerti ada apa sebenarnya. Hanya bisa diam mematung sambil menatap dengan melongo ke arah Faris dan juga Aruna secara bergantian seakan mencoba untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Faris yang mengenal dengan betul akan nama yang baru saja di sebut oleh Aruna, lantas hanya bisa menghela napasnya dengan panjang. Sebuah nama yang sudah lama tidak lagi pernah terdengar di telinganya, mendadak harus kembali terdengar yang pastinya selalu saja dibarengi dengan suara menggelegar milik Aruna ketika nama tersebut tanpa sengaja mulai terdengar. Faris yang tahu Aruna sekarang tengah tidak stabil emosinya, kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Arthur dan mengajaknya untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Tapi aku.. Apa kesalahan ku sebenarnya... Tunggu!" ucap Arthur yang tidak ingin pergi begitu saja sebelum segalanya jelas baginya.


Sayangnya meski Arthur terus memaksa Faris agar membiarkannya, nyatanya Faris tetap membawanya keluar dari ruangan tersebut tanpa memperdulikan perkataannya sekalipun, membuat Arthur lantas berdecak dengan kesal begitu mendapati sikap Faris yang seperti itu kepadanya.


**


Di luar ruangan CEO


"Ada apa lagi ini Ris? Dimana lagi kesalahan ku? Aku bahkan hanya menceritakan bahwa aku bertemu dengan seseorang di Supermarket, lalu dimana letak salahnya? Tidak bisakah kalian menjelaskan sesuatu kepadaku?" ucap Arthur dengan nada yang kesal karena baik Aruna maupun Faris sama sekali tidak ada yang menjelaskan apapun kepadanya, namun sikap mereka berdua yang aneh membuat Arthur menjadi serba salah.


"Dan di situlah letak kesalahan mu?" ucap Faris dengan nada yang santai namun berhasil membuat Arthur menatap dengan bingung ke arahnya.


"Bisakah kau untuk tidak bertele-tele seperti ini? Kalian berdua benar-benar membuat ku bingung dan seperti orang yang bodoh." ucap Arthur dengan nada yang kesal karena Faris tidak langsung mengatakannya secara detail dan menjelaskan segalanya.


Mendengar hal tersebut membuat Faris lantas merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel miliknya di sana, dibukanya layar ponselnya untuk mencari sebuah informasi di sana. Hingga ketika ia menemukan informasi yang ia cari barulah Faris memberikan ponselnya kepada Arthur, membuat Arthur yang menerima ponsel tersebut lantas sedikit mengernyit tidak mengerti akan maksud dari Faris yang malah memberikannya sebuah ponsel. Arthur yang tidak mengerti apa-apa lantas dengan malas mulai melihat ke arah layar ponsel untuk mulai melihat apa yang sebenarnya hendak di tunjukkan oleh Faris kepadanya.


Hingga beberapa pemberitaan yang tertera di laman berita online, lantas membuat bola matanya membulat dengan seketika. Sebuah pemberitaan yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Tidak ayal Aruna begitu marah ketika Arthur dengan entengnya menceritakan tentang Monica, ternyata hal ini lah yang mendasari segala ekspresi maupun kemarahan yang terjadi kepada Aruna.


"Dia adalah mantan tunangan tuan? Ha bagaimana mungkin? Mati aku... Apa kesalahan ku kali ini sangat besar dan tak termaafkan?" ucap Alena kemudian mencoba bertanya ke arah Faris namun malah di balas Faris dengan anggukan kepala, membuat Arthur langsung menggigit bibir bagian bawahnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Arthur kemudian.


"Tidak ada yang perlu kau lakukan, cukup jangan mengulangi kesalahan yang sama dan cobalah untuk membuat seseorang agar tidak terus-terusan mencurigai mu." ucap Faris kemudian dengan nada penuh penekanan.


"Kau pikir selama beberapa hari ini apa yang sudah aku lakukan? Aku juga sedang berusaha, benar-benar menyebalkan!" ucap Arthur dengan nada yang kesal.


Disaat keduanya sedang terjadi perang dingin sebuah suara lantas mendadak terdengar menggema dan mengejutkan keduanya, membuat Faris dan juga Arthur langsung menoleh dengan seketika ke arah sumber suara.


"Apa yang kalian lakukan di sini?"


Bersambung