Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Cari cara lain



Di depan rumah kontrakkan Aruna terlihat sebuah mobil keluaran terbaru saat itu tengah berhenti tepat di depan rumah kontrakan milik Aruna. Membuat beberapa penghuni rumah kontrakan lainnya di area kontrakan tersebut, lantas langsung keluar dan mengerubungi mobil milik Arthur. Membuat Arthur lantas menghela napasnya dengan panjang sambil memijit pelipisnya dengan perlahan begitu mengetahui tetangganya banyak yang berdatangan mengerubungi mobil tersebut.


"Apa mereka tidak pernah melihat mobil mahal? Mengapa heboh sekali?" ucap Arthur dengan nada yang kesal sambil menatap ke beberapa arah bagian luar mobil yang ia kendarai.


Arthur yang memilih untuk keluar dari mobil karena takut Aruna akan marah jika ia terlalu lama di dalam, lantas perlahan-lahan mulai melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Beberapa pasang mata nampak menyambut langkah kaki Arthur begitu ia melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil. Sepertinya beberapa tetangganya bukan hanya mengangumi mobil tersebut melainkan juga pemilik mobil tersebut yaitu Arthur. Jiwa *Aruna yang lupa akan ketampanan Arthur begitu ia mulai melangkah barulah ia menyadari bahwa semua orang tengah menatap wajah tampan blasteran milik Arthur saat ini, membuat Aruna langsung berdecak dengan kesal begitu mengetahui hal tersebut.


"Sudahlah lagi pula ketampanannya hanya lah satu-satunya nilai tambah dari seorang Arthur, selebihnya benar-benar minus dan sangat menyebalkan!" ucap jiwa *Aruna dalam hati.


Tok tok tok


Suara pintu yang diketuk oleh Arthur secara berulang kali lantas mulai terdengar menggema di sana, membuat beberapa orang tetangga yang masih sibuk menatap ke arahnya sedari tadi semakin dibuat kagum dan juga iri karena mengira bahwa Arthur adalah kekasih dari Aruna. Hingga tidak beberapa lama pintu rumah kontrakan Aruna nampak terbuka secara perlahan, tepat setelah pintu rumah kontrakan tersebut terbuka dengan lebar Aruna yang melihat kedatangan dati Arthur, lantas langsung menarik tangan Arthur begitu saja dan membawanya masuk ke dalam rumah, membuat beberapa tetangga lantas mulai terlihat berhamburan membubarkan diri begitu melihat Arthur yang di bawa masuk ke dalam oleh Aruna.


Setelah Aruna berhasil membawa Arthur masuk ke dalam, Aruna kemudian lantas terlihat mulai menutup pintu rumah kontrakan itu lalu mengintipnya dari gorden seakan tengah memastikan, apakah beberapa tetangga-tetangga yang usil itu masih ada atau tidak? Membuat Arthur yang sedari tadi menatap segala tingkah laku dan juga gerak-geriknya, lantas langsung mengernyit dengan bingung seakan tidak mengerti apa yang tengah dilakukan oleh Aruna saat ini.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Arthur dengan nada yang bingung menatap ke arah Aruna membuat Aruna lantas berbalik badan dan menatap tajam ke arah di mana Arthur berada.


"Kau tanya kenapa? Tetangga mu itu benar-benar membuat kepala ku pusing!" ucap Aruna sambil menunjuk ke arah kepalanya membuat Arthur langsung terdiam seketika.


"Aku minta tuan atas ketidaknyamanan ini." ucap Arthur kemudian dengan nada yang merasa bersalah.


"Sudahlah lagi pula itu tidaklah penting yang terpenting sekarang, bagaimana bisa kita kembali bertukar tubuh padahal jelas-jelas kemarin kita kembali ke tubuh kita masing-masing. Apakah kau punya jawaban atas pertanyaanku ini?" ucap Aruna kemudian dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Arthur saat ini.


Arthur yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung terdiam seketika, pertanyaan Aruna benar-benar membuat kepalanya pusing. Arthur sendiri bahkan tidak tahu alasan yang mendasari bahwa mereka kembali bertukar tubuh padahal jelas-jelas semalam mereka berhasil melakukannya dan berhasil kembali ke tubuh mereka masing-masing. Aruna terdiam sejenak nampak berpikir sambil mengingat-ingat adegan di film yang ia tonton kemarin. Sampai kemudian Aruna teringat akan satu hal penting yang ia lupakan dalam film tersebut.


Sedangkan Aruna yang mendengarkan semua penjelasan dari Arthur barusan tentu saja langsung menatap tajam ke arah Arthur. Bagaimana bisa Arthur malah menuntut tentang perasaan di sini? Padahal antara dirinya dan juga Arthur hanyalah sebatas atasan dan juga bawahan, tidak mungkin jika mereka berdua tiba-tiba jatuh cinta atau bahkan jiwa *Arthur memiliki perasaan cinta kepada jiwa *Aruna, itu benar-benar sesuatu yang mustahil baginya. Arthur yang mendapat tatapan tajam dari Aruna barusan tentu saja langsung terdiam seketika karena ia tahu perkataannya tidak lah mungkin terjadi begitu saja, mengingat ia dan juga bos nya hampir setiap hari bertengkar, bagaimana bisa perasaan itu timbul jika keduanya tidak pernah akur sama sekali? Helaan napas lantas terdengar berhembus dari mulut Arthur, membuat Aruna langsung memutar bola matanya dengan jengah begitu mendengar hal tersebut.


"Aku tidak mau tahu kau harus pikirkan caranya agar kita bisa kembali ke tubuh kita masing-masing secepatnya!" ucap Aruna dengan nada yang ketus membuat Arthur langsung terdiam kembali.


"Apa mungkin kita perlu berciuman lagi tuan? Untuk membuktikan akan khasiatnya." ucap Arthur dengan tiba-tiba yang lantas membuat Aruna melotot dengan tatapan yang tajam begitu mendengar perkataan dari Arthur barusan.


"Jangan gila!" bentak Aruna yang tidak setuju akan opsi tersebut.


***


Galeri seni


Sementara itu di sebuah galeri seni yang terkenal di Ibukota terlihat Maxim tengah melangkahkan kakinya dengan langkah kaki yang perlahan memasuki area galeri seni menuju ke tempat aula utama untuk bertemu dengan Felia. Ketika Maxim sampai di sana Felia terlihat tengah sibuk menjelaskan beberapa karya seni yang ada di tempatnya kepada beberapa konsumen atau pelanggan yang tertarik akan karya seni tersebut. Maxim yang memang ingin berbicara dengan Felia lantas menghentikan langkah kakinya tepat di sebelah Felia, membuat Felia yang mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat ke arahnya lantas langsung menoleh dengan seketika. Felia yang baru saja menoleh ke samping melihat Maxim sudah berdiri tepat di sebelahnya, membuat ia langsung mendengus dengan kesal karena Maxim selalu saja mengganggu pekerjaannya.


Felia yang melihat Maxim tidak akan pergi sebelum keinginannya tercapai, lantas menyuruh asistennya untuk mengantarkan beberapa penikmat seni melihat-lihat dan berkeliling di sini.


"Apa yang kau inginkan sekarang?" ucap Felia kemudian dengan langsung tanpa basa-basi sama sekali.


Bersambung