Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Semuanya sudah siap



Roof Top


Setelah memberi peringatan kepada Pandu, Aruna nampak tengah berdiri di tepi Rooftop sambil menghisap sebatang rokok favoritnya. Sudah lama sekali Aruna tidak merokok, mungkin terakhir kali sebelum jiwa keduanya tertukar saat insiden kecelakaan beberapa bulan yang lalu.


Hari ini adalah pertama kalinya Aruna kembali menghisap sebatang rokok namun dengan menggunakan tubuh milik *Aruna, memang terdengar tidak sopan karena menggunakan tubuh *Aruna tanpa ijin. Tapi saat ini pikiran Aruna benar-benar tengah kacau dan ingin merilekskan pikirannya sejenak melalui rokok.


Aruna yang sudah puas merokok lantas menjatuhkan putung rokok tersebut kemudian menginjaknya hingga mati dan menimbulkan asap kecil. Aruna mengambil ponsel miliknya di saku bajunya kemudian mendial nomor Faris di sana.


"Halo Tuan..." ucap Faris di seberang sana.


"Ada sebuah pekerjaan yang harus kamu lakukan secepatnya, aku sudah mengirimkan detailnya, aku harap kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat!" ucap Aruna dengan nada yang datar sambil menatap lurus ke arah depan.


"Tentu saja Tuan, anda tidak perlu khawatir." ucap Faris sebelum pada akhirnya Aruna menutup panggilan telponnya saat itu.


Setelah panggilan telponnya berakhir, Aruna terlihat melirik jam tangannya yang saat ini menunjukkan pukul 9 pagi.


"Sepertinya aku sudah terlalu lama berada di sini, aku yakin Arthur pasti tengah mencari ku saat ini." ucap Aruna sebelum pada akhirnya memutuskan untuk berlalu pergi dari area Rooftop.


***


Apartment *Arthur


Tit tit


Suara pintu unit Apartment yang terbuka dari luar, lantas membuat Arthur yang sedari tadi mencari keberadaan Aruna namun tak kunjung ketemu juga. Lantas terlihat berlarian mendekat ke arah pintu masuk begitu mendengar suara tersebut untuk melihat siapa yang datang.


Arthur yang melihat Aruna benar-benar datang dan hendak berjalan masuk ke dalam, lantas terlihat langsung memeluknya dengan erat, membuat Aruna tentu saja terkejut akan pelukan yang tiba-tiba dari Arthur barusan.


"Aku benar-benar takut Tuan meninggalkan ku, aku bahkan sudah mencari Tuan kemanapun tapi tidak kunjung ketemu juga." ucap Arthur dengan nada yang sendu, membuat Aruna lantas dengan spontan menepuk pundak Arthur beberapa kali berusaha untuk menenangkannya.


"Aku hanya pergi sebentar karena ada urusan, tak perlu khawatir karena aku tidak akan pernah meninggalkan mu." ucap Aruna dengan nada yang terdengar begitu lembut.


Mendengar nada bicara Aruna yang lebih rendah, lantas membuat Arthur mulai melepas pelukannya secara perlahan. Arthur bahkan baru sadar jika ada yang berubah dari sikap Aruna kepadanya selama ini. Tidak ada lagi teriakan atau bahkan omelan yang selalu Arthur dengar belakangan ini. Yang ada hanyalah kata-kata lembut dan juga penenang yang membuat hati Arthur menjadi lebih hangat.


"Apa ada sesuatu?" tanya Aruna kemudian ketika melihat wajah bingung Arthur saat ini.


"Tidak ada Tuan, oh ya apa kita akan langsung berangkat bekerja? Aku sudah siap." ucap Arthur dengan semangat empat lima.


"Tidak perlu tapi kita akan pergi ke suatu tempat, gantilah pakaian mu sekarang." ucap Aruna kemudian yang lantas membuat Arthur mengernyit begitu mendengarnya.


"Pergi kemana? Bukankah ini jam kerja Tuan?" ucap Arthur dengan raut wajah yang bingung.


Namun Aruna yang mendapat pertanyaan tersebut bukannya menjelaskan, malah langsung mendorong tubuh Arthur agar mulai bergerak dan ganti pakaian.


"Apa yang kau khawatirkan? Lagipula aku adalah bosnya jadi kau tak perlu ambil pusing." ucap Aruna sambil terus mendorong tubuh Arthur masuk ke dalam kamar kemudian menutupnya dengan rapat.


"Setidaknya untuk hari ini mari kita lupakan masalah kita dan mulai bersenang-senang bersama." ucap Aruna tepat setelah pintu kamarnya tertutup dengan rapat.


Aruna kemudian berbalik badan sambil menunggu Arthur ganti pakaian, namun detik berikutnya suara pintu yang terbuka dengan lebar lantas terdengar dan mengejutkan Aruna yang hendak beranjak dari sana.


"Sudah ganti saja dengan pakaian santai, kemeja dengan jeans juga boleh.. Apapun itu terserah padamu!" ucap Aruna yang mulai kesal karena Arthur terlalu banyak bertanya sedari tadi.


"Sungguh? Jangan sampai menyesal nantinya..." ucap Arthur sambil kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya, membuat Aruna lantas menatapnya dengan tatapan yang melongo.


***


Satu jam kemudian


Aruna yang memang ingin memberikan kejutan kepada Arthur, lantas mengganti pakaiannya di ruang kerja. Hari ini Aruna ingin memberikan kesan terbaik kepada Arthur agar ia bisa mengenangnya menjadi sebuah kenangan yang terbaik sampai kapan pun sekaligus untuk menghapus kenangan buruk yang telah diciptakan Pandu untuknya.


Aruna keluar dari ruang kerja dengan gaya yang elegan, begitu pula dengan Arthur yang terlihat keluar dari arah pintu kamar. Arthur yang melihat style Aruna lengkap dengan topi dan juga tas jinjing, lantas sedikit terkesima karena tidak menyangka jika dirinya bisa secantik itu jika dirawat dengan orang yang mengerti style dan tentu saja uang tentunya.




Hanya saja ketika Arthur menyadari topi khas pantai yang dipakai oleh Aruna saat ini, membuat Arthur lantas mengernyit dengan seketika.


"Style yang kau pilih sepertinya tidak buruk, namun aku rasa mungkin kau tidak akan membutuhkan itu karena cuaca di luar sangat terik." ucap Aruna dengan raut wajah yang nampak seperti berpikir.


"Memangnya mau kemana kita Tuan?" tanya Aruna dengan raut wajah yang bingung sekaligus penasaran.


***


Pantai


Melihat hamparan pasir dan juga lautan yang luas sejauh mata memandang, membuat Arthur lantas melongo menatap ke arah depan. Jika Arthur tahu Aruna akan mengajaknya pergi ke pantai, maka ia tidak akan memakai pakaian ini dan meminta untuk berganti pakaian terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk pergi.


"Pantas saja dia mengenakan topi pantai, bukankah seharusnya dia mengatakan sesuatu jika ingin mengajak ku ke pantai? Benar-benar menyebalkan!" ucap Arthur dengan nada yang menggerutu, membuat Aruna yang mendengarnya samar-samar hanya bisa menahan tawanya agar tidak sampai keluar dan terdengar oleh Arthur saat itu.


Sampai kemudian ketika Aruna hendak mengajak Arthur berjalan-jalan santai menyusuri bibir pantai, sebuah deringan ponsel miliknya lantas terdengar menggema dan menghentikan langkah kaki Aruna saat itu.


"Pergilah lebih dahulu, aku akan mengangkat telpon sebentar." ucap Aruna kemudian yang lantas di balas Arthur dengan anggukan kepala.


***


Setelah kepergian Arthur dari hadapannya, Aruna nampak langsung menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.


"Halo" ucap Aruna ketika sambungan telponnya terhubung.


"Semuanya sudah siap Tuan, saat ini tinggal menunggu perintah dari anda." ucap Faris di seberang sana yang lantas membuat seulas senyum terlihat terbit di wajahnya.


"Tahan hingga dini hari dan pastikan jika esok beritanya sudah menyebar!" ucap Aruna kemudian.


"Tentu tuan"


Bersambung