Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Aku mencintai mu



Setelah kejadian itu semuanya benar-benar berantakan. Maria meninggal setelah mengalami koma selama hampir satu tahun lamanya. Maxim yang kehilangan Maria memilih untuk kembali ke kampung halamannya dan menjalankan bisnisnya sendiri di sana. Tanpa ingin campur tangan dari Bagas atau bahkan Arthur sekalipun. Maxim sudah cukup tahu diri akan segala hal yang telah diperbuat Ibunya selama ini. Dan ia sama sekali tidak ingin menuntut apapun selain meminta kebebasan untuk dirinya baik kepada Bagas, Felia maupun juga Arthur.


Sementara itu di sisi lain, Alina harus mendapatkan terapi akibat jatuh dari tangga darurat saat itu. Yang membuat kakinya mengalami kelumpuhan sementara akibat benturan yang mengenai langsung ke sarafnya.


Semua tidak ada yang benar-benar berjalan dengan baik, kehidupan keluarga Gavanza benar-benar berantakan. Fadli yang berstatus sebagai menantu baru di keluarga itu, di nyatakan bersalah atas kematian Aruna dan harus menerima hukuman seumur hidup untuk menebus segala perbuatannya di penjara.


Namun kabar baiknya Bagas yang tak ingin kembali kehilangan Alina, memutuskan untuk menikahi kembali wanita itu dan berjanji akan melewati masa tua mereka bersama-sama.


**


Satu tahun kemudian Felia melahirkan seorang bayi perempuan dan ia beri nama Aruna Valencia Gavanza. Agak mengejutkan sebenarnya ketika nama itu tercantum pada nama anak Felia, mengingat Felia yang tidak pernah menyukai Aruna sejak kedatangannya pertama kali di Mansion utama.


Hanya saja entah mengapa melihat begitu frustasinya Arthur setelah kepergian Aruna, membuatnya begitu menyesal dan juga merasa bersalah akan segala hal yang telah terjadi. Dan pada akhirnya membuat Felia memutuskan untuk memberikan nama depan putrinya sama persis seperti Aruna. Sebagai bentuk penyesalannya terhadap Aruna dan juga Arthur.


Jika kalian tanya bagaimana kabar Arthur, tidak ada satu pun yang baik baginya tepat setelah kepergian Aruna saat itu. Arthur benar-benar hancur dan menjadi pribadi yang kembali dingin melebihi pribadinya yang dahulu. Namun bedanya kali ini Arthur sama sekali tidak melampiaskannya pada pekerjaan karena memang ia tidak bisa fokus dalam bekerja.


Setiap hal yang ia lakukan di kantor dan juga Apartment, membuatnya begitu teringat akan sosok Aruna.


Mendapati hal tersebut pada akhirnya membuat Arthur memutuskan untuk menyerahkan segalanya kepada Faris dan juga Felia. Sedangkan untuk Apartemennya sendiri Arthur memutuskan untuk menjualnya dan membeli tempat yang baru untuk ia tinggali.


***


Beberapa bulan kemudian


Di salah satu gunung di daerah Jawa timur, terlihat Arthur yang lengkap dengan perbekalan pendakiannya nampak mulai membawa langkah kakinya naik ke atas. Entah apa yang membuat Pria itu memutuskan untuk melakukan pendakian setelah beberapa bulan kepergian Aruna, namun yang jelas sebuah janji yang tidak pernah bisa ia tepati lantas membawanya hingga sampai ke tempat ini.


Dengan langkah kaki yang perlahan Arthur mulai membawa langkah kakinya naik menyusuri daerah jalanan menuju ke arah puncak. Suasana saat itu benar-benar teduh, tidak panas namun juga tidak mendung. Membuat perjalanan Arthur lancar tanpa kendala sama sekali.


Arthur menghentikan langkah kakinya sejenak dan mengambil napasnya dalam-dalam. Ditatapnya area sekitaran yang hanya berisi hamparan pasang rumput dan juga bebatuan yang luas sejauh mata memandang saat itu.


**


Flashback on


"Tuan.. Tuan.. Apa anda tahu gunung ini? Bukankah sangat indah? Bagaimana jika pekan nanti kita ke sana? Anggap saja sebagai sebuah kompensasi atas dedikasi saya sebagai karyawan anda. Bukankah hal itu sangat luar biasa Tuan?" ucap Aruna sambil berlarian mendekat ke arah dimana Arthur berada saat itu untuk menunjukkan sebuah potret salah satu gunung tercantik di Indonesia.


"Melakukan pendakian bukanlah hal yang mudah, butuh kesiapan dan juga fisik yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Dengan fisik mu yang seperti itu aku tidak yakin jika kamu akan sampai ke puncak nantinya." jawab Arthur dengan nada yang ketus membuat Aruna langsung memasang raut wajah cemberut dengan seketika.


Aruna yang tahu jika Arthur tidak akan menyetujuinya, lantas mulai mengambil duduk di sebelah Arthur dan menggamit lengan Pria itu.


"Boleh ya Tuan.. Katakan kepada ku... Aku siap melakukan apapun asal anda mengijinkannya. Ayolah Tuan.. Jangan terlalu pelit dengan karyawan, anggap saja ini sebagai sebuah bonus tahunan, ya kan?" ucap Aruna dengan nada yang merengek, membuat helaan napas terdengar dengan jelas berhembus kasar dari mulut Arthur saat itu.


"Jangan melakukan hal ini karena aku tetap tidak akan mengijinkannya. Sudah kerja sana jangan mengganggu ku!" ucap Arthur sambil bangkit dari posisinya mencoba untuk menghindari Aruna saat itu.


Namun Aruna yang mendapati hal tersebut nyatanya tidak bisa tinggal diam begitu saja dan tetap mengejar Arthur sampai ia mengijinkannya. Pada akhirnya kejar-kejaran antara keduanya tidak lagi bisa di hindarkan saat itu, membuat gelak tawa sesekali terdengar menggema di ruangan Arthur saat itu.


Flashback off


**


Ditatapnya area sekitar sambil menghela napasnya demgan panjang kemudian mengambil duduk sejenak pada hamparan padang rumput yang begitu luas. Arthur melepaskan kurirnya dan mulai merebahkan tubuhnya pada rerumputan sambil menutup kelopak matanya sejenak.


"Aku datang untuk memenuhi keinginan mu Run, apa kamu bahagia? Aku yakin kamu pasti bahagia di sana bukan? Mengapa kamu tidak mengajak ku Run? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpa mu?" ucap Arthur masih dengan memejamkan kelopak matanya saat itu


Disaat Arthur berada dalam posisi setengah tertidur, bayangan raut wajah Aruna yang tersenyum dengan cantik begitu terlihat di sana hingga membuatnya tanpa sadar juga ikut tersenyum karenanya.


Aruna nampak melangkahkan kakinya mendekat dan semakin dekat ke arah Arthur saat itu kemudian mencium bibir Arthur dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih banyak Tuan.. Aku mencintai mu..." ucap Aruna dengan senyuman yang terlihat begitu cantik menghiasi wajahnya saat itu.


Deg


Begitu mendengar suara tersebut Arthur langsung bangkit dari posisinya. Ditatapnya area sekitaran seakan mencoba mencari keberadaan seseorang yang jelas-jelas ia yakini adalah Aruna. Namun sayangnya ketika Arthur menoleh dan mencari ke setiap arah, tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya. Membuat Arthur langsung mengusap tengkuknya yang tidak gatal ketika menyadari jika ia tengah berhalusinasi saat ini.


"Aku juga mencintai mu Aruna..." ucap Arthur kemudian sambil menatap lurus ke arah awan yang terlihat begitu cerah hari ini.


...The end...