Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Mencari cara



"Maksud anda tuan?" tanya Arthur dengan nada yang bingung.


***


Arthur yang semula tidak mengerti akan arah dari pertanyaan dari Aruna barusan. Hingga ketika Aruna nampak mengulurkan tangannya dan memberikan Arthur sebuah pemb*lut, membuat Arthur langsung menepuk dahinya dengan spontan. Arthur bahkan hampir lupa jika yang mendiami tubuhnya saat ini adalah seorang laki-laki, membuat Arthur lantas menghembuskan napasnya dengan kasar ketika baru menyadari pertanyaan yang di katakan oleh Aruna barusan. Hingga beberapa detik kemudian Arthur yang baru menyadari akan sesuatu hal penting yang ia lupakan, lantas langsung membuka pintu kamar mandi begitu saja dan langsung masuk ke dalamnya.


Membuat Aruna yang sudah mulai mengerti akan tata cara memakai benda tersebut, mendengar sebuah suara pintu yang terbuka dengan lebar lantas membuat Aruna terkejut dan bahkan hampir membuatnya terpeleset tadi.


"Bisakah kau untuk mengetuk pintu terlebih dahulu? Lagi pula balik badan mu sekarang! Dasar gadis tidak tahu malu!" ucap Aruna dengan nada yang kasar.


Arthur yang mendengar ocehan dari Aruna lantas tidak menggubrisnya dan terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Aruna berada dan menatapnya dengan tatapan yang tajam ke arah, membuat Aruna yang ditatap seperti itu lantas hanya bisa menatap bingung ke arah Arthur akan apa yang sedang terjadi.


"Yang seharunya memalingkan muka dan menutup mata itu anda tuan, itu bahkan tubuh saya... Bagaimana bisa tuan memegangnya dengan seenaknya seperti itu!" pekik Arthur dengan nada yang tegas.


Jiwa *Arthur yang mendengar perkataan dari jiwa *Aruna yang saat ini berada di dalam tubuhnya, hanya bisa melongo sekaligus bingung harus menanggapi seperti apa perkataan ketus dari Arthur barusan. Membuat Aruna yang mendengar hal tersebut hanya bisa menghela napasnya dengan panjang tanpa bisa menjawab perkataan dari Arthur barusan yang memberinya peringatan untuk tidak menyentuh area tertentu.


"Jika aku tidak menyentuh area tertentu tubuh mu ini maksud ku seluruh anggota badanmu, lalu bagaimana ketika aku harus berganti baju? Haruskah ku lepas bola mata mu terlebih dahulu? Atau haruskah aku memakai kacamata hitam? Atau kau punya suatu alat yang bisa memasangkan tubuh mu ini baju sendiri tanpa perlu bantuan ku? Apakah maksud mu seperti itu?" ucap Aruna dengan nada yang menyindir.


Arthur yang langsung mendapat serangan mendadak lewat kata-kata Aruna yang sama sekali tidak bisa ia bantah itu, tentu saja langsung terdiam sekita. Antara otak dan juga hatinya sama sekali tidak selaras dan membuat keduanya terus beradu dan bertolak belakang. Arthur yang tak tahu harus mengatakan apa lagi hanya bisa mengatupkan mulutnya dan terdiam tanpa kata. Membuat Aruna lantas terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Arthur berada dan terus membuat posisi Arthur tersudut hingga membentur ke sudut sisi tembok kamar mandinya.


Arthur yang mendapati tubuhnya sudah tersudut di tembok hanya bisa memalingkan mukanya seakan tidak berani menatap manik mata Aruna saat ini yang lantas membuat Aruna tersenyum dengan tipis ketika melihat raut wajah Arthur yang seperti itu.


"Lagi pula bukannya kau yang memanfaatkan tubuh ku ketika kau sedang berada di dalam ragaku? Jangan kira aku tidak tahu perbuatan mu selama ini yang selalu berdiri di depan kaca sambil memainkan perut sixpack milik ku, jadi jika hanya untuk tubuhmu dengan ukuran semampai (semeter tak sampai) ini jangan terlalu berlebihan!" ucap Aruna memperingati Arthur agar tidak egois dan selalu saja meluap-luap tanpa alasan.


Arthur yang mendengar perkataan dari Aruna barusan tentu saja langsung menelan salivanya dengan kasar. Arthur bahkan tidak tahu jika Aruna melihat semua tingkah konyol yang ia lakukan 2 hari ini selama tinggal di Apartment *Arthur.


"Apa seluruh ruangan di Apartment ini memiliki kamera pengawas? Mengapa kau bodoh sekali Aruna?" ucap *Aruna dalam hati merutuki kebodohannya yang melakukan sesuatu hal tanpa berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.


"Sebaiknya kau pikirkan cara bagaimana agar jiwa kita kembali ke raga kita masing-masing, aku benar-benar tidak bisa jika harus terus hidup di dalam tubuh mu ini!" ucap Aruna kemudian memberikan perintah.


Arthur yang mendengar perintah tersebut pada akhirnya langsung menunduk tanpa protes tanda mengerti kemudian melangkahkan kakinya keluar dari area kamar mandi sambil menundukkan kepalanya seakan malu ketika mengingat kembali perkataannya yang baru saja keluar dari mulutnya.


Setelah keluar dari kamar mandi diliriknya sekilas sebuah standing mirror yang terletak di kamar *Arthur. Membuat Arthur lantas terlihat menghentikan langkah kakinya di sana sambil memegang area perut Arthur dan mendekat ke arah standing mirror tersebut.


"Mengapa kau malah tergiur akan roti sobek ini sih? Ah benar-benar memalukan kau Aruna! Argh sial..." gerutu Arthur dengan nada yang kesal sambil mengacak-acak rambutnya


****


Sementara itu setelah mendapat perintah dari Aruna tadi, membuat Arthur terlihat begitu fokus menatap ke arah ponsel miliknya yang ia letakkan di meja ruang tengah dan juga laptop di sebelah kirinya. Arthur bahkan terlihat begitu fokus menatap ke arah kanan dan kiri tanpa terlewat sedikitpun karena bagaimanapun juga Arthur harus menemukan caranya agar jiwa mereka berdua bisa kembali ke raga mereka masing-masing tanpa terus seperti ini.


Sedangkan Aruna yang baru saja dari arah kamar melihat Arthur yang begitu serius seperti itu, membuat Aruna langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Arthur berada untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Arthur saat ini.


"Apa yang kau lakukan dengan semua ini?" ucap Aruna kemudian sambil mengambil posisi duduk di sebelah Arthur seakan penasaran akan apa yang tengah dilakukan oleh sekretarisnya itu.


Mendapat pertanyaan tersebut, Arthur yang mulai mendapat titik temu setelah mencari informasi ke sana kemari dan menonton beberapa film dengan tema pertukaran jiwa, lantas terlihat tersenyum merekah menatap ke arah Aruna. Membuat Aruna yang melihat senyuman tersebut lantas sedikit mengernyit dengan tatapan yang bingung ke arah Arthur saat ini.


Arthur yang tak ingin menyimpan informasi ini sendirian lantas langsung menjelaskannya dengan detail kepada Aruna. Dimana menurut informasi yang Arthur dapatkan tentang pemindahan jiwa agar kembali ke raganya bisa dilakukan dengan beberapa cara misalnya seperti ritual, membenturkan diri mereka pada lawan yang tertukar, kembali mengulang kejadian di mana awal semuanya terjadi atau dengan berciuman di dalam kolam renang seperti yang ia lihat di drama-drama korea.


"Apa kau sudah gila?" pekik Aruna dengan nada yang meninggi.


Bersambung