Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Kita berhasil kembali



Setelah menyelesaikan tontonannya tentang film pemindahan jiwa, Arthur yang penasaran akan kebenaran film tersebut lantas melangkahkan kakinya turun ke area bawah menuju ke arah kolam renang. Di tatapnya langit malam yang saat itu tengah memperlihatkan suasana pada bulan purnama yang saat ini terlihat tengah bersinar dengan terangnya, membuat Arthur lantas baru menyadari bahwa hari ini adalah malam bulan purnama penuh.


Arthur yang melihat bulan purnama penuh, lantas hanya bisa mendengus dengan kesal karena ia tidak bisa membuktikan akan kebenaran dari kisah tersebut karena mengingat kondisi Aruna yang saat ini masih pingsan dan berada di kamar Apartemennya. Arthur yang tahu ia tak akan bisa kembali ke dalam tubuhnya lantas hanya bisa menatap ke arah kolam renang dengan tatapan yang sendu, bagaimanapun juga jiwa *Aruna tentu saja ingin kembali ke kehidupannya sebelumnya tanpa harus terjebak pada raga seseorang yang galak dan ketusnya minta ampun, benar-benar melelahkan hidup berdekatan dengan jiwa "Arthur yang menempati tubuhnya.


Hingga sebuah suara yang tak asing di pendengarannya, lantas membuat Arthur langsung menoleh dengan seketika ke sumber suara.


"Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sedang mencari wangsit?" tanya Aruna dengan nada yang ketus dan tentu saja langsung membuyarkan lamunan Arthur dengan seketika.


Arthur yang melihat Aruna saat ini tengah berdiri di sebelahnya tentu saja langsung tersenyum sambil bangkit dari posisinya seakan momen ini memang terjadi secara kebetulan dan pada waktu yang tepat, membuat Aruna yang melihat senyuman tersebut lantas terlihat sedikit mengernyit dengan tatapan yang bingung dan bertanya-tanya akan maksud dari senyuman tersebut.


"Apa anda tahu jika saat ini adalah malam bulan purnama penuh tuan?" tanya Arthur kemudian yang lantas membuat Aruna mengernyit dengan bingung akan arah dari pembicaraan Arthur barusan.


"Apa maksud ucapan mu?" tanya Aruna yang tidak mengerti akan arah dari pembicaraan Arthur barusan.


Mendengar jawaban dari Aruna barusan membuat Arthur lagi-lagi tersenyum kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Aruna berada. Sebuah ide gila yang mendadak terlintas di benaknya setelah menonton sebuah adegan film tentang pemindahan jiwa, membuat Arthur ingin sekali mencobanya. Arthur yang tahu jika Aruna pasti tidak akan mau apabila Arthur mengatakannya, membuat Arthur lantas mengambil keputusan sendiri.


Ketika langkah kaki Arthur kian mendekat ke arah dimana Aruna berada, dipegangnya kedua tangan Aruna dengan erat sambil mengambil ancang-ancang bersiap untuk melompat ke dalam air. Membuat Aruna yang tiba-tiba dipegang seperti itu tentu saja menjadi bingung dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Arthur kepadanya.


"Maafkan saya tuan..." ucap Arthur kemudian dengan nada yang lirih sambil mendorong tubuh Aruna ke dalam air dan terjun secara bersama-sama tanpa peringatan terlebih dahulu sebelumnya.


Byur....


Aruna yang tubuhnya tiba-tiba ditarik begitu saja oleh Arthur masuk ke dalam air tentu saja terkejut bukan main. Beberapa gelembung terlihat di area depan Aruna karena ia membuka mulutnya di dalam air sambil memukul area dada bidang Arthur hendak memarahi Arthur karena menariknya tiba-toba masuk ke dalam air. Sedangkan Arthur yang memang tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang ada di depan matanya, lantas langsung menarik tengkuk Aruna dan membawanya ke dalam ciuman penuh nafsu di bawah sinar bulan purnama penuh yang menyinari area kolam renang tersebut, seakan menjadi saksi bisa bahwa keduanya tengah bercinta di bawah air kolam renang Apartment tersebut.


Aruna yang menerima hal tersebut terdiam di tempatnya membeku, apa yang dilakukan oleh Arthur barusan terlalu mendadak baginya. Bukankah sebagai seorang perempuan jiwa *Aruna terlalu bar-bar dan agresif? Hanya saja sayangnya Aruna yang entah karena sihir apa mendadak ikut terhanyut ke dalam ciuman dalam air tersebut, hingga bibir keduanya saling bertautan dan enggan untuk terlepas walau beberapa air kolam renang terasa ada yang masuk ke dalam mulut mereka.


"Setidaknya aku bahkan tidak pernah meminta Aruna melakukannya, awas saja jika nanti ia menuntut ku yang macam-macam!" ucap jiwa *Arthur dalam hati sambil terus saling mematut bibir antara satu sama lainnya.


**


Beberapa menit kemudian


Setelah keduanya cukup lama berada di dalam air, perlahan-lahan kepala keduanya mulai muncul dan naik ke permukaan, baik Arthur maupun Aruna sama-sama langsung mengambil oksigen sebanyak-banyaknya begitu kepala mereka keluar dari dalam air barusan. *Arthur yang memang sedari tadi ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting, mengetahui keduanya sudah keluar dari dalam air sambil mengusap raut wajahnya dengan cepat *Arthur mulai menatap tajam ke arah *Aruna saat ini.


"Sebenarnya apa yang mau kau lakukan saat ini ha!" pekik *Arthur namun derik berikutnya langsung menutup mulutnya ketika ia merasa ada yang salah dengan suaranya saat ini.


*Arthur yang merasa ada yang aneh dengan suaranya yang berubah menjadi berat, membuatnya dengan spontan meraba area dadanya sambil terlihat kebingungan seakan masih tidak percaya bahwa apa yang terjadi pada akhirnya benar-benar terjadi saat ini. Sedangkan *Aruna yang masih belum menyadari sesuatu perbedaan yang terjadi antara dirinya dan juga *Arthur, hanya terlihat menatap ke arah *Arthur dengan tatapan yang kebingungan akan tingkah dari *Arthur saat ini.


"Aku telah kembali?" pekik *Arthur kemudian yang lantas membuat Aruna langsung menatap ke arah raut wajah Arthur dan detik itu juga *Aruna baru menyadari bahwa jiwa mereka berdua sudah kembali ke tubuh mereka masing-masing.


Aruna yang senang metodenya berhasil, lantas langsung loncat dengan kegirangan sambil memeluk tubuh Arthur dengan erat. Membuat Arthur yang semula terhanyut ke dalam euforia kebahagian karena telah kembali pada raganya, mendapat pelukan yang tiba-tiba tentu saja membuatnya terdiam dalam posisi yang membeku. Apa yang dilakukan Aruna saat ini benar-benar di luar dugaannya, sebelumnya tidak ada yang berani menyentuhnya tanpa seijin darinya. Namun Aruan tidak hanya menyentuh dirinya bahkan juga mengambil ciumannya, bukankah Aruna begitu serakah?


"Kita berhasil tuan... Kita berhasil!" teriak Aruna dengan raut wajah yang kegirangan sambil terus memeluk tubuh Arthur dengan eratnya.


Sepertinya Aruna benar-benar lupa dan terlalu terhanyut dalam kebahagian sehingga melupakan bahwa yang saat ini berada di hadapannya adalah Arthur Alterio Gavanza seorang bos di perusahaannya yang terkenal dengan kegarangannya dan juga sikapnya yang arogan. Namun Aruna yang sudah terlampau senang sampai melupakan hal tersebut dan dengan santainya membawa tubuh Arthur ke kanan dan ke kiri sambil memeluknya dengan erat.


"Sampai kapan kau akan memeluk ku seperti ini?" ucap Arthur kemudian dengan nada yang datar membuat Aruna yang mendengar nada suara tersebut langsung menelan salivanya dengan kasar.


Bersambung