Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Di luar ekspetasi



Di sebuah ruangan kerja yang terletak di hotel berbintang tersebut, terlihat Arthur tengah memasuki ruangan tersebut dengan perasaan yang kagum sekaligus terkejut bercampur menjadi satu di susul dengan Aruna dan juga Faris di belakangnya yang juga ikut melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut mengikuti langkah kaki Arthur sedari tadi.


Seulas senyum terlihat terbit dari wajah Aruna begitu melihat tingkah lucu Arthur yang seperti terkesima dengan sesuatu yang ada di hadapannya. Sambil melangkahkan kakinya melewati Aruna dan juga Faris, Aruna nampak mengambil posisi duduk pada sebuah kursi kebesarannya sambil menatap ke arah dimana Arthur dan juga Faris berada.


"Bagaimana? Apa ruangan ini cukup bagus?" ucap Aruna kemudian yang lantas membuat Arthur langsung menatap ke arahnya dengan tatapan yang berbinar.


Mendapat pertanyaan tersebut tentu saja langsung membuat Arthur mengangguk dengan spontan. Sambil memasang wajah bahagianya Arthur terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Aruna berada dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


"Luar biasa tuan... Apa ini semua milik anda?" tanya Arthur dengan raut wajah yang bahagia membuat seulas senyum juga terlihat terbit dari wajah Aruna.


"Tentu saja tidak hanya ini bahkan masih ada mall, rumah sakit, perusahaan game dan banyak tempat lainnya yang mungkin akan membuat mu semakin kagum kepada ku." ucap Aruna dengan raut wajah yang bangga, membuat Faris yang mendengar hal tersebut langsung memutar bola matanya dengan jengah.


Namun berbeda dengan Faris yang sedikit merasa tuannya itu berlebihan, Arthur yang mendengar perkataan dari Aruna barusan malah tersenyum dengan lebar seakan takjub ketika mendengarnya langsung keluar dari mulut Aruna.


"Keturunan pebisnis memang berbeda ya..." ucapnya dengan raut wajah yang berbinar.


"Tentu saja" jawab Aruna dengan senyum yang mengembang.


Disaat ketiganya sedang sibuk berbincang sebuah deringan ponsel milik *Aruna, lantas terdengar menggema di ruangan tersebut membuat semua orang yang mendengar hal tersebut lantas langsung menatap ke arah Arthur dengan raut wajah yang penasaran.


"Maaf saya akan mengangkatnya sebentar." ucap Arthur kemudian ketika melihat sebuah nomer asing tertulis dengan jelas pada layar ponsel miliknya.


Arthur yang tadinya berniat untuk mengangkat panggilan tersebut, ketika panggilan itu tersambung yang ia dengar pertama kali adalah seseorang di seberang sana malah mencari keberadaan Aruna. Arthur memang lah Aruna namun suara dan juga tubuhnya benar-benar orang yang berbeda, membuat Arthur yang mendengar perkataan tersebut lantas langsung mengernyit dengan seketika karena tidak mengenal orang tersebut namun orang tersebut memaksa ingin mengobrol dengan Aruna.


"Siapa orang ini?" ucap Arthur dalam hati dengan kebingungan.


Arthur yang tidak ingin mengambil pusing lantas langsung melangkahkan kakinya kembali mendekat ke arah dimana Aruna berada dan memberikan kode kepada Aruna agar berpura-pura menjadi dirinya, membuat Aruna yang mendapat perintah tersebut tentu saja terkejut namun detik berikutnya lantas langsung mengambil ponsel Arthur dan menuruti permintaan Arthur barusan.


"Halo" ucap Aruna kemudian.


"Apa ini dengan nona Aruna?" ucap sebuah suara dari seberang sana.


"Iya, ini dengan siapa?" jawab Aruna.


"Saya adalah Indra asisten dari Bu Maria istri dari Tuan Bagas, maaf saya mengganggu waktu anda hanya saja sore hari ini tepat di Resto FX nyonya ingin bertemu dengan anda. Saya harap anda bisa meluangkan waktu untuk datang dan menemui nyonya." ucap sebuah suara yang ternyata adalah Indra asisten Maria.


Mendengar nama dua orang yang tak asing di ingatannya lantas membuat Aruna langsung terdiam seketika. Ia bahkan tidak menduga bahwa Maria ingin bertemu dengannya padahal ia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dalam masalah ini.


Setelah mendengar niat dari Indra barusan panggilan telpon tersebut terputus, membuat Arthur yang melihat panggilan telpon tersebut telah selesai lantas menatap dengan penasaran ke arah Aruna saat ini.


Mendapat pertanyaan tersebut membuat Aruna terdiam sejenak seakan tengah berpikir antara ia memberitahu Arthur atau tidak. Sampai kemudian helaan napas terdengar berhembus dari mulut Aruna yang lantas membuat Arthur malah mengernyit dengan tatapan yang bingung ke arah Aruna.


"Hanya telpon iseng saja tak perlu khawatir." ucap Aruna pada akhirnya sambil memberikan kembali ponsel tersebut kepada Arthur.


"Apa anda yakin tuan?" tanya Arthur dengan raut wajah yang penasaran seakan tak percaya begitu saja dnegan perkataan Aruna barusan.


"Tentu, apa kau tidak percaya kepada ku?" ucap Aruna dengan nada yang datar membuat Arthur langsung mendengus dengan kesal begitu mendengar perkataan dari Aruna barusan.


"Baiklah" ucap Aruna pada akhirnya hanya bisa pasrah dan mempercayai Arthur saat ini.


**


Sore harinya


Aruna yang tadinya sama sekali tidak ingin menuruti kemauan dari Maria yang ingin bertemu dengan Aruna, lantas pada akhirnya memutuskan untuk pergi juga. Entah mengapa ia begitu penasaran akan alasan di balik Maria yang mengajak ketemuan Aruna, setidaknya dengan jiwanya yang saat ini berada di dalam tubuh Aruna ia bisa mengetahui segala hal yang dibicarakan oleh Maria kepada Aruna tanpa harus menyamar ataupun bersembunyi-sembunyi. Dan hal itu tentu saja sangat menguntungkan bagi *Arthur saat ini.


Tanpa mengatakannya terlebih dahulu kepada *Aruna tadi soal pertemuan ini, sore ini terlihat Aruna sudah melangkahkan kakinya memasuki area Resto tempat di mana keduanya membuat janji untuk bertemu. Sambil melangkahkan kakinya dnegan anggun Aruna terlihat mencari nomer meja yang sudah di reservasi oleh Indra sebelumnya.


Tak jauh dari tempatnya berada Aruna melihat seorang wanita paruh baya tengah duduk dengan tubuh yang elegan menanti kedatangan dirinya saat ini. Sambil menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Maria, Aruna mulai memberi salam kepada wanita paruh baya itu.


Melihat kedatangan Aruna baru saja membuat seulas senyum lantas terlihat terbit dari wajah Maria saat ini, membuat Aruna lantas tersenyum dengan tipis begitu melihat senyuman itu terlukis dengan jelas di wajah Maria saat ini.


"Wah wah wah aku tidak menyangka bahwa ternyata Arthur begitu memanjakan mu, terbukti dengan berbagai pakaian branded yang melekat dengan erat di tubuh mu. Benar-benar seorang pencuri yang cerdik." ucap Maria dengan nada yang menyindir membuat Aruna yang mendengar tersebut tentu saja langsung memutar bola matanya dengan jengah.


Semua perkataan yang keluar dari mulut Maria bahkan sudah bisa ia prediksi sebelumnya, jadi ketika hal tersebut keluar secara langsung dari mulut Maria tentu saja Aruna sama sekali tidak terkejut akan hal tersebut.


"Terima kasih atas pujiannya, aku rasa hal itu begitu jelas terlihat bukan?" ucap Aruna sambil tersenyum dengan tipis.


Mendengar perkataan Aruna barusan membuat Maria menatapnya dengan tatapan yang sinis.


"Baiklah aku akan langsung pada intinya, jika mungkin di benak mu aku akan seperti para orang tua pada umumnya kali ini aku akan bertindak kebalikannya. Aku akan memberikan mu apapun yang kau mau yang perlu kau lakukan hanya cukup berada di sisi Arthur, jika perlu buat dia jauh dari keluarganya, apa kau bisa melakukan itu?" ucap Maria kemudian yang lantas membuat Aruna sedikit terkejut ketika mendengar perkataan tersebut.


"Benar-benar di luar ekspetasi ku!" ucap Aruna kemudian yang lantas membuat Maria terkejut seketika.


"Apa?"


Bersambung