
"Bagus sekali kalian berdua ya? Aku bahkan..." ucap Aruna hendak memarahi keduanya namun terpotong ketika Faris mulai terdengar bersuara.
"Tunggu tuan... Ada hal penting yang harus kami bicarakan dengan anda." ucap Faris kemudian.
Aruna yang semula hendak mengomel ke arah keduanya lantas langsung terdiam seketika begitu mendengar kata-kata dari Faris barusan, membuatnya lantas langsung menatap ke arah Faris dan juga Arthur dengan tatapan yang bertanya-tanya secara bergantian. Sedangkan Arthur yang melihat Aruna sudah mulai jinak, lantas langsung mengusap dadanya dengan lega secara perlahan. Sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aruna, Arthur kemudian langsung memberikan ponselnya kepada Aruna. Membuat Aruna lantas dengan spontan mengernyit dengan seketika begitu melihat Arthur yang malah memberikannya sebuah ponsel.
"Di dalam sana terdapat rekaman suara Papa anda tuan, saya tadi tidak sengaja bertemu dengan tuan besar dan beliau mengajak saya untuk berbicara berdua." ucap Arthur kemudian.
Mendengar perkataan dari Arthur barusan membuat Aruna lantas langsung menggeser layar ponsel milik Arthur dan mulai mendengarkan rekaman suara yang dimaksud oleh Arthur barusan. Raut wajah Aruna perlahan-lahan terlihat berubah seiring dengan Aruna yang mendengarkan rekaman suara tersebut. Hingga ketika rekaman suara tersebut telah berakhir, Aruna terlihat memberikan ponsel tersebut kepada Arthur kemudian langsung berbalik badan memunggungi Faris dan juga Arthur. Membuat Arthur dan juga Faris yang melihat respon Aruna seperti itu lantas terlihat saling pandang antara satu sama lainnya.
"Tuan apakah anda..." ucap Arthur hendak bertanya sesuatu namun sebuah suara datar yang keluar dari mulut Aruna lantas langsung membuat keduanya menelan salivanya dengan kasar begitu mendengar perkataan Aruna.
"Lalu apa yang kau katakan kepada Papa tadi?" tanya Aruna kemudian dengan nada yang datar.
"Bukankah semua percakapan saya terekam di dalam rekaman yang baru saja anda dengar tuan?" ucap Arthur dengan nada yang ragu-ragu.
Sedangkan Aruna yang Mendengar perkataan dari Arthur barusan, Aruna bukannya mengerti yang Aruna lakukan malah menyapu seluruh barang yang terletak di atas meja, membuat barang-barang milik Aruna lantas langsung berjatuhan ke bawah dan menimbulkan suara gaduh yang membuat Arthur dan juga Faris terkejut dengan seketika begitu mendengar dan melihat apa yang dilakukan oleh Aruna barusan.
"Sudah ku katakan untuk tidak lagi berhubungan dengan Monica, apa kalian berdua tidak mengerti bahasa manusia?" pekik Aruna dengan nada yang kesal.
Mendengar perkataan Aruna barusan tentu saja membuat Arthur lantas langsung melotot dengan seketika menatap ke arah Aruna. Arthur bahkan sudah bersusah payah untuk merekam segala pembicaraannya dengan Bagas agar Aruna tidak menjadi marah ataupun ia tidak salah dalam mengambil keputusan. Namun setelah jerih payahnya ia tunjukkan kepada Aruna, bukannya menghargai yang Aruna lakukan malah memarahinya habis-habisan membuat Arthur lantas menjadi tersinggung akan sikap Aruna yang keterlaluan seperti itu.
Arthur yang tidak suka dengan cara bicara Aruna kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Aruna berada dan menatapnya dengan senyuman yang sinis.
"Aku memang benar-benar tidak tahu apa yang terjadi kepada anda tuan, hanya saja bisa tidak? Anda lebih menghargai kerja kerasku sedikit saja. Aku juga tidak menginginkan segala situasi ini terjadi diantara kita berdua, namun takdir yang memilih kita. Jika anda merasa satu-satu orang yang paling dirugikan disini, anda salah tuan... Sayalah orang yang paling tersiksa di sini!" ucap Arthur pada akhirnya meluapkan segala emosinya.
Aruna yang mendengar perkataan dari Arthur barusan tentu saja langsung terdiam seketika, Aruna bahkan tidak menyangka bahwa Arthur tiba-tiba saja meledak dengan begitu dahsyatnya. Sedangkan Arthur yang melihat Aruna hanya diam saja tanpa menanggapi segala perkataannya barusan, kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi begitu saja meninggalkan Aruna di sana dengan tatapan yang bingung sekaligus terkejut ketika mendengar segala perkataan yang keluar dari mulut Arthur barusan.
Faris yang menjadi saksi bisu apa yang telah terjadi diantara keduanya, terlihat menghela napasnya dengan panjang ketika melihat kepergian Arthur dari ruangan tersebut. Sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aruna, Faris lantas menghentikan langkah kakinya begitu berdiri tepat di sebelah Aruna.
Setelah mengatakan hal tersebut Faris kemudian ikut melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan Aruna. Faris mencoba untuk memberikan waktu kepada Aruna untuk berpikir lebih dingin lagi. Seorang tuan muda yang angkuh tentu sangat sulit untuk dijinakkan, bukan? Mungkin hal inilah yang terjadi kepada Aruna saat ini. Aruna yang melihat Faris ikut pergi meninggalkannya lantas langsung berbalik badan kemudian menendang meja kerjanya dengan sekali hentakan.
Aruna kini bahkan sangat kesal karena tidak ada yang mengerti dan paham akan posisinya. Aruna mengusap rambutnya dengan kasar sambil mengambil posisi berkacak pinggang.
"Ah sial!" pekiknya dengan nada yang kesal.
***
Kediaman Gavanza
Terlihat Maria tengah berdiri di samping kolam renang menatap ke arah jernihnya air kolam renang kala itu, hingga sebuah derap langkah kaki terdengar mendekat ke arah Maria yang saat ini tengah memandangi air kolam yang jernih itu. Maria yang mendengar suara langkah kaki mendekat lantas terlihat melirik sekilas ke arah sumber suara untuk melihat siapa yang datang mendekat ke arahnya.
"Nyonya..." sapa seorang pria yang selama ini menjadi kaki tangannya.
"Apa ada berita yang kau bawa?" tanya Maria kemudian begitu melihat kedatangan Indra kemari.
Indra yang mendapat pertanyaan tersebut kemudian langsung tersenyum dengan tipis karena Maria selalu saja tahu apa tujuannya meski Indra belum mengatakan sepenuhnya kepadanya. Indra yang tak ingin membuat Maria menunggu kemudian Indra lantas mengambil sesuatu dari saku jasnya dan menyerahkannya kepada Maria, membuat Maria yang menerima sebuah amplop berwarna coklat tersebut lantas langsung menatapnya dengan tatapan yang mengernyit seakan bertanya-tanya apa yang saat ini diberikan oleh Indra kepadanya.
"Apa ini?" tanya Maria kemudian.
"Sebuah foto yang mungkin akan membuat anda terkejut ketika melihatnya." ucap Indra dengan nada yang datar membuat Maria semakin penasaran ketika mendengar perkataan dari Indra barusan.
Maria yang tak ingin membuang waktu lagi lantas langsung membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya. Betapa terkejutnya Maria ketika ia mengeluarkan isi dari balik amplop tersebut dan melihat beberapa foto yang terdapat di dalamnya.
"Apa ini?" ucap Maria yang terkejut akan beberapa foto yang ia lihat.
Bersambung