
"Suara apa barusan? Apa hape kamu yang bunyi?" tanya penjahat satu kepada penjahat satunya lagi. Kedua penjahat itu pun segera memeriksa ponsel mereka masing-masing. Pada saat itulah, Ira sengaja menirukan dering yang baru saja terdengar dengan lantang sambil memberi kode kepada Queen untuk menonaktifkan ponsel tadi dan menyuruhnya untuk segera menyembunyikan ponsel tersebut.
"Sedang apa kamu?" sentak salah satu dari penjahat tadi.
"Maaf, itu kebiasaanku saat gugup," Ira memberikan alasan.
"Maksudmu?"
"Melihat wajah kalian yang mirip artis membuat jantungku gugup dan untuk mengusir kegugupanku aku menirukan suara dering ponsel," jelas Ira. Meski terkesan tidak masuk akal Ira berharap kedua penjahat itu akan percaya kepadanya.
"Benarkah?" tanya salah satu dari penjahat itu lagi sambil merapikan rambutnya
"Benar sekali, kamu mirip banget sama suami dari penyanyi dangdut yang saat ini lagi viral karena diduga telah melakukan kdrt. Dia pemain sinetron yang lumayan tampan," tambah Ira yang semakin membuat satu dari penjahat tadi makin merasa tersanjung.
"Benarkah? Kalau begitu aku ganteng dong?" penjahat itu menaik turunkan alisnya.
"Iya, ganteng banget," jawab Ira. Namun dia sedikit memalingkan mukanya dan membuat mimik atau gerakan seperti orang yang mau muntah. Melihat kelakuan calon kakak iparnya yang absurd membuat Queen tak bisa menahan tawa.
"Kenapa kamu ketawa? Kamu menertawakan saya?" sentak penjahat itu kepada Queen.
"Tidak, aku cuma.... "
"Dia tertawa karena bahagia bisa bertemu orang yang wajahnya mirip dengan artis. Iya, kan Queen?" sela Ira yang berusaha membuat agar dua penjahat di depannya tidak marah.
"I-iya, benar. Aku bahagia bisa melihat orang yang wajahnya mirip artis," jawab Queen yang berpura-pura membenarkan.
"Tadi kamu bilang wajahku mirip artis kan?"
Ira dan Queen mengangguk mengiyakan.
"Apa wajah artis ini yang tadi kalian maksud?" penjahat itu menunjukkan wajah artis yang sedang viral karena loporan istrinya di aplikasi tok tok.
"Iya-iya, kamu mirip dia," jawab Ira dan Queen bersamaan.
"Ogah ah, kalau mirip dia," ujar penjahat itu setelah membaca narasi tentang artis itu di tok tok.
"Lho kenapa? Dia ganteng lho," ucap Ira.
"Kalau ganteng, tapi jadi kang cekik dan kang banting jadi nggak keren. Apalagi kalau beraninya sama cewek," ucap penjahat itu sambil memperhatikan wajah artis yang dimaksud.
"Anda benar, cowok yang beraninya sama cewek itu pengecut namanya."
"Benar-benar," ucap kedua penjahat itu sambil manggut-manggut. Beberapa detik kemudian kedua penjahat itu bahwa mereka sedang mencari asal dari dering yang tadi mereka dengar.
"Goblok lo! Kita ini, kan lagi nyari ponsel kenapa jadi ngomongin artis." Salah satu dari penjahat itu menoyor kepala penjahat lainnya.
"Maaf-maaf, aku kan nggak sengaja."
Ira dan Queen menahan napas mereka sesaat karena takut mereka menemukan ponsel tadi.
"Kalian berdua cepat berdiri!" suruh penjahat 1.
"Padahal sudah kubilang kalau itu bunyi suaraku," Ira sengaja mengatakan itu dengan sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh kedua penjahat tersebut.
"Aku bilang diam! Lakukan yang kami perintahkan!" suruh penjahat 1.
Ira dan Queen kemudian bangun dari posisinya.
"Periksa mereka!" suruh penjahat 1 kepada penjahat 2.
"Tapi.... " Penjahat 2 agak ragu untuk melakukan hal yang diperintahkan oleh penjahat 2.
"Kenapa? Tidak mau?"
"Saya kan bukan muhram mereka, dosa kalau saya meraba mereka." Jawaban penjahat 2 membuat Ira dan Queen melotot, mereka tidak rela jika tubuh mereka harus diraba.
"Yang nyuruh lo ngeraba mereka siapa pe'a?"
"Lha tadikan kamu nyuruh saya meraba mereka, berarti saya harus meraba mereka dong."
"Mau mati di tangan bos lu? Memeriksa nggak harus meraba, kamu suruh saja mereka saling memeriksa dan kamu hanya merhatikan saja mereka," jelas penjahat 1.
Akhirnya penjahat 2 itu pun menyuruh Ira dan Queen saling meraba. Karena tidak menemukan benda yang mereka cari, kedua penjahat itu pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Tetapi sebelumnya mereka melepaskan ikatan tangan Ira dan Queen agar mereka bisa makan.
***
"Alhamdulillah, hampir saja kita ketahuan," ucap Ira sambil menghela napas lega. "Queen, kamu sembunyiin hp itu dimana?" tanya Ira.
Queen segera mengambil hp yang tadi sengaja ia sembunyikan.di atas piring yang ditutup dengan makanan. Tadi,l saat Ira sedang memeberikan alasan kepada para penjahat itu dengan cepat Queen menyisipkan hp itu ke tengah makanan yang ada di piringnya. Dan untungnya dua penjahat tersebut tidak mencurigai makanan itu.
"Aku akan telepon Pak Arvin sekarang."
Ira segera menghubungi nomor Arvin.
"Gimana, Kak? Nyambung?" tanya Queen.
"Iya nyambung, tapi belum dijawab," jawab Ira. "Ayo Pak cepat angkat!"
Ira dan Queen begitu bahagia saat panggilan mereka ankhirnya dijawab.
"Pak Ar.... "
Belum selesai Ira memanggil nama Arvin seseorang merebut ponsel itu dari tangannya.