Mr. Perfect & Miss Careless

Mr. Perfect & Miss Careless
Berkumpulnya Keluarga Wijaya



Malam harinya kediaman Sebastian mendadak ramai dikunjungi oleh seluruh anggota Keluarga Wijaya. Mulai dari Keenan dan istrinya, Dira beserta dua anak kembar mereka Abyasa Putra Wijaya dan Anindita Putri Wijaya. Lalu Tama dan istri barunya Kinara beserta tiga anak mereka, Taqy Wijaya, Maky Wijaya, dan Kinanti Kayyisa Maheswari Wijaya juga datang ke rumah itu. Dan tak lupa dua orang yang pasti akan selalu ada untuk mereka semua, Rangga Wijaya dan Bintang Permata Putri. Saat ini mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Mereka semua segera datang mengunjungi Qilla saat tahu hal yang menimpa Qilla dari media televisi.


Sejak kedatangan mertuanya, Dion selalu menunduk. Rangga terus menyalahkan menantunya atas segala hal yang terjadi pada cucu mereka Qilla. Akan tetapi, bukan itu yang membuat Rangga murka kepada Dion dan Mikha. Laki-laki paling berkuasa di Keluarga Wijaya yang sudah tidak lagi muda itu marah kepada anak dan menantunya lantaran mereka tidak langsung memberitahu tantang hal yang menimpa cucu mereka. Dia dan Bintang bahkan baru mengetahui hal tersebut setelah media ramai-ramai memberitakan tentang kejadian yang menimpa Qilla.


"Mommy, Daddy, jangan marahi Mas Dion lagi ya. Kami tidak sempat memberitahu karena kami panik tadi. Mom, Dad, tolong maafin kami ya, plis!" Mikha berusaha membujuk daddy-nya agar tidak lagi marah kepada dirinya dan suami.


Rangga masih Diam, dia masih memberikan sorot tajamnya kepada Dion.


"Opah, Omah, tolong jangan marahi daddy dan mommy lagi ya. Bukankah yang terpenting Qilla tidak kenapa-napa?" Qilla ikut membujuk omah dan opahnya agar tidak lagi marah.


Bintang mengusap lengan suaminya sambil mengangguk.


Rangga menghela napas panjangnya. "Baiklah, kali ini kamu aku maafkan karena cucuku selamat. Tapi, lain kali jika hal ini terjadi lagi dan kamu tidak memberitahuku, aku pastikan akan memberikanmu hukuman!" ucap Rangga.


"Iya, Daddy, aku janji," jawab Dion, dia merasa lega karena akhirnya bisa terbebas dari tatapan mengerikan Sang Mertua.


"Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan Qilla?" tanya Rangga.


"Kamu jangan tanyakan soal rencana pernikahan itu pas menjenguk adiknya Arvin besok, takutnya mereka akan tersinggung dan menganggap kita tidak memiliki rasa empati terhadap hal yang menimpa anak mereka. Sebaiknya biarkan mereka sendiri yang membuka pembicaraan tentang rencana itu." Bintang menasehati putrinya agar tidak melakukan hal yang akan membuat orang lain tersinggung.


"Iya, Mom. Mikha tahu kok. Terima kasih karena sudah ngingetin Mikha," ucap Mikha dia kemudian bersender di bahu mommynya.


"Cih, sudah mau punya menantu masih saja bersikap kayak anak kecil." Tama meledek adik kembarnya.


"Biarin karena sampai kapan pun aku tetap menjadi anak perempuan satu-satunya mommy dan daddy. Iya, kan Mom?" Mikha menjawab ledekkan Tama.


Bintang menggeleng melihat tingkah anak kembar mereka yang masih saja mempertentangkan hal-hal kecil. Dia kemudian mengusap pipi putrinya dengan lembut.


"Oma!" Qilla, Aby, Dita, Taqy, Maky, dan Yisa protes dengan sikap omanya terhadap Mikha karena mereka berenam juga ingin dimanja oleh Sang Omah. Keenam anak itu merangsek memeluk omah mereka dan membuat Mikha tergeser. Tama dan Keenan hanya tertawa melihat itu.


"Aku juga mau," ucap seseorang dari arah pintu. Semua orang menatap ke arah pintu, Qilla, Aby, Dita, Taqy, Maky, dan Yisa semakin mengeratkan pelukan mereka kepada Sang Oma takut orang yang baru datang itu juga merebut posisi mereka.


Iya, orang yang baru saja datang itu adalah anak kedua Mikha dan Dion, Titan Marvin Sebastian yang selama ini bersekolah di Luar Negeri. Saat mendengar sesuatu terjadi pada kakak perempuannya, dia langsung pulang dengan menggunakan pesawat pribadi. Namun, saat ia tiba di depan rumah beberapa menit yang lalu kekhawatirannya itu langsung sirna saat mendengar gelak tawa seluruh anggota keluarganya. Titan ikut menghambur memeluk omah mereka.