Mr. Perfect & Miss Careless

Mr. Perfect & Miss Careless
Laki-laki yang baik



"Maafin Ira ya Uncle. Aku belum mau mendengar nasehat dari Uncle. Tapi, aku janji kali ini aku akan berusaha untuk bisa keterima jadi mahasiswa," ucap Ira setelah memutus sambungan teleponnya secara tiba-tiba.


Gadis yang memiliki hobi monton drakor dan dengerin musik itu pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya kembali berkalana dan mulai mencari jurusan yang akan dia ambil saat kuliah nanti. Meski sewaktu duduk di bangu sekolah mengah atas, Ira sudah masuk jurusan IPA, akan tetapi hal tersebut tidak serta merta membuat dirinya langsung memilih jutusan yang ada hubungannya dengan jurusan yang diambilnya saat sekolah dulu.


"Apa jurusan yang harus aku ambil ya? Kesehatan atau yang lainnya?" tanya Ira pada dirinya sendiri. Terbiasa melihat mommynya yang seorang dokter tidak membuat dirinya ikut terpanggil untuk menjadi seorang dokter.


"Sudahlah, aku pikirkan nanti saja. Sekarang lebih baik aku tidur, siapa tahu begitu bangun aku menemukan minatku." Ira langsung memejamkan matanya, hanya selang beberapa menit dirinya sudah masuk ke alam mimpi.


***


Sementara itu di tempat lain, Mikha yang sudah tidak sabar untuk menunggu kabar dari anak buah suaminya, langsung menanyakan kabar putrinya itu kepada Dion saat pria tersebut baru tiba di rumah.


"Mas, bagaimana? Kamu sudah menemukan keberadaan putri kita?" tanya Mikha.


"Sudah."


"Anak buahmu tidak melukainya kan? Mak-maksudku anak buahmu nggak menyuruh Qilla pulang dengan kekerasankan?"


"Kalau mereka berani melakukan kekerasan kepada putriku, aku sendiri yang akan menghajar mereka."


"Ku kira karena tadi Mas emosi, Mas jadi beneran mau maksa Qilla pulang dengan cara apa pun." Mikha merasa lega karena hal yang membuat pikirannya tidak tenang selama seharian ini tidak terjadi.


"Tadinya aku memang ingin begitu. Tetapi ada seseorang yang sudah menjanjikan sesuatu kepadaku. Dia akan membuat putri kita kuliah dengan kemauannya sendiri," jawab Dion.


"Seseorang?" Mikha menatap suaminya penuh tanya. "Siapa? Apa dia orang baik?"


"Kamu tidak perlu tahu siapa orang itu. Yang jelas dia bilang kepadaku, jika dia berhasil membuat Qilla kuliah, maka kita tidak boleh memaksanya untuk menerima perjodohan tersebut."


"Kalau itu sih aku juga setuju. Mas saja yang terlalu berambisi hanya karena ingin perusahaan Mas melebarkan sayap di bidang lain, Mas sampai tega akan menjodohkan putri kita dengan orang yang tidak dikenalnya."


"Iya-iya, aku salah. Maaf ya!" ucap Dion. Dia memeluk istrinya dan menghujaninya dengan ciuman.


"Baiklah, aku akan mandi. Tapi.... " Tiba-tiba saja, Dion lamgsung menggendong tubuh istrinya.


"Aku mau mandi bersamamu," jawab Dion.


"Mas, aku baru saja mandi masih bau wangi dan belum berkeringat."


"Aku akan membuatmu berkeringat," jawab Dion sambil menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua tanpa menurunkan Mikha dari gendongannya.


Dan benar saja, Dion langsung membuktikan ucapannya. Begitu tiba di dalam kamar dia membuat sang istri berkeringat. Tidak hanya berkeringat, ******* syahdu juga keluar dari bibir tipis Mikha yang semakin menambah hasrat Dion kian membuncah. Sejak kepergian putri tercintanya dari rumah, ini pertama kalinya mereka kembali melakukan kegiatan panas mereka di atas ranjang. Keduanya sangat mengkhawatirkan keadaan Qiila terlebih ketika semua kartu milik putrinya tersebut sampai ke tangan mereka.


"Mas, apa orang yang berjanji akan membuat Qilla kuliah itu adalah laki-laki?" tanya Mikha sambil mendongak menatap wajah suaminya.


"Iya, kenapa?"


"Sepertinya anak itu memiliki hati kepada putri kita," ucap Mikha.


"Mungkin. Aku hanya berharap siapa pun laki-laki yang dekat dengan putri kita, bisa membuat putri kita berubah ke arah yang lebih baik."


"Kamu benar, Mas." Mikha mengeratkan pelukan pada tubuh kekar suaminya.


"Sayang."


"Hm."


"Sekali lagi ya!"


Dengan wajah merona Mikha mengangguk setuju. Keduanya kembali menyalurkan hasrat itu sekali lagi.


NB: Author mau ngingetin ya yang mau ikutan GA ikuti persyaratannya di akun media sosial author, ada tas menarik lho sebagai hadiah. Makanya cus buruan follo semua akun media sosial author. Salam sayang dari author ter-KECE.