Mr. Perfect & Miss Careless

Mr. Perfect & Miss Careless
Surat pernyataan.



Ira tertawa lebar saat melihat film yang ada di layar laptop milik bosnya itu. Bagaimana dia tidak tertawa, seorang Arvin yang terlihat galak menonton film kartun. Dan lebih menggelikan lagi kartun yang dia tonton adalah kartun sinchan.


"Astaga, Aku nggak nyangka kalau Pak Arvin menyukai film seperti itu," ucap Ira yang tidak bisa menahan tawanya.


Ira langsung terdiam ketika bosnya tersebut menatap tajam ke arahnya.


"Maaf, Pak, maaf. Aku cuma gak kebayang aja kalau orang seperfect Bapak ternyata suka film kartun yang seperti itu," ucap Ira. Dari raut wajah gadis itu, masih terlihat jelas kalau dia masih ingin tertawa, tetapi ia tahan.


"Urusan pembuatan surat kontrak biar aku yang tangani. Kamu pergi saja sana!" suruh Arvin.


"Beneran, Pak, aku gak usah buat surat kontrak itu?"


"Iya, bener. Sana pergi!"


"Sebentar!" suruh Ira. Gadis itu mengambil kertas dan menulis sesuatu di atas kertas tersebut. Begitu selesai dia menyerahkan kertas tersebut kepada Arvin.


"Silakan Bapak tanda tangan di situ!" kini giliran Ira yang memerintah bosnya.


"Apa ini?" tanya Arvin sambil menerima kertas dari Ira. Dia kemudia membaca tulisan yang tertera di atas kertas tersebut.


"Surat pernyataan?" Arvin menatap penuh tanya kepada asitennya itu.


"Iya, itu adalah surat pernyataan kalau Bapak bener-bener nggak akan nyuruh aku untuk membuat kontrak kerjasama Bapak dengan Pak Tama karena Bapak akan membuatnya sendiri."


"Nggak harus pakai surat pernyataan juga kan?"


"Harus. Karena kadang Bapak suka seenaknya. Kalau ada surat ini kan posisiku kuat," jawab Ira tegas.


"Soal begian aja langsung tanggep, tapi giliran disuruh buat kontrak kerjasama gak mudeng-mudeng. Dasar!" gumam Arvin yang terpaksa melakukan keinginan asistennya tersebut.


"Tunggu, Pak!" Ira menginterupsi kegiatan bosnya yang hendak menanda tangani surat pernyataan yang Ira tulis barusan.


"Ada apa lagi sih?" Wajah Arvin terlihat kesal. Apalagi saat asistennya itu membuka laci kerja miliknya dan mengambil selembar materai yang ada di sana.


Ira menempelkan materai tersebut di atas surat pernyataan yang baru saja dia buat. "Nah, sekarang Bapak boleh tanda tangan," ujarnya.


"Ingat ya, Pak, harus kena materai tandatangannya!" ucap Ira ketika bosnya sedang menandatangani kertas itu.


"Terima kasih, Pak Arvin," ucap Ira sambil tersenyum.


"Sudah sana pergi! Inget ya, jangan bilang kesiapapun soal film tersebut!" seru Arvin.


"Beres, Pak. Tapi sebagai gantinya, aku boleh keluar lagi kan, Pak? Aku janji gak akan mengatakan soal film itu kepada siapapun."


"Ya udah, sana kamu pergi! Tapi ingat, jangab sampai nyasar! Aku gak mau harus repot mencarimu kalau kamu nyasar!"


"Siap, Pak!" jawab Ira sambil menempelkan kelima jarinya di kening seperti seorang tentara yang sedang memberikan hormatnya kepada atasan.


"Sebentar!" Arvin menghentikan Ira yang hendak melangkah meninggalkan ruang kerjanya. "Mana ponselmu!"


Tanpa banyak bicara Ira memberikan ponsel miliknya kepada Arvin.


"Apa kata sandinya?"


Ira menekan beberapa nomor pada layar ponselnya itu. Arvin menambahkan nomor di ponsel asiaten pribadinya.


"Coba kamu call nomor itu!" suruh Arvin lagi. Tanpa menagatakan apapun, Ira melakukan perintah bosnya tersebut.


"Eh, ini nomor Bapak?" tanya Ira ketika menyadari kalau nomor yang dimasukkan ke ponselnya adalah nomor atasannya.


"Sekarang kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungiku!" suruh Arvin.


Ira tersenyum mendengar. Ternyata dibalik sikapnya yang kadang galak bosnya perhatian terhadap dirinya.


"Aku pergi dulu ya, Pak," pamit Ira lagi, gadis itu segera pergi dari ruang kerja Arvin.


"Hah, akhirnya." Arvin duduk di kursinya sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.


"Dasar Vano sialan! Bisa-bisanya dia ngirim film seperti itu. Aku harus memarahinya kali ini," gumam Arvin. Dia segera menghubungi nomor sahabatnya tersebut untuk melakukan protes.


Note: Gaes otor KECE mau ngadain GA untuk syarat-syaratnya kalian bisa baca bab PENGUMAN GA di Kontrak Pernikahan atau tunggu pengumumannya di akun medsos author. Terima kasih.