
Demi menyenangkan hati calon istrinya, Arvin akhirnya mengikuti kemauan Ira. Keduanya mulai memasuki area pasar malam yang penuh sesak dengan pengunjung, maklum saja malam itu adalah malam pertama pasar malam itu digelar.
"Wah ternyata banyak juga yang datang ke sini ya, Pak?" ucap Ira.
"Ra, kita main di tempat lain saja yuk, jangan disini! Di sini kurang asik, nggak seru!" ajak Arvin.
"Kenapa, Pak? Kita kan baru datang, belum juga mencoba permainan di sini sudah bilang nggak asik dan nggak seru aja. Minimal kita coba dulu deh satu wahana permainan di sini," jawab Ira.
"Tapi, Sayang.... "
"Bapak sayang sama aku, kan?"
"Ya sayang, lah."
"Cinta sama aku, kan?"
"Nggak usah ditanya."
"Kalau Bapak sayang dan cinta sama aku, Pak Arvin pasti rela melakukan apa saja demi aku, termasuk nemenin aku main di sini," ujar Ira.
Arvin hanya bisa mengesah kasar. "Baiklah, aku akan temenin kamu main, tapi satu permainan aja ya," tawar Arvin.
"Nggak. Aku mau mencoba semuanya," tolak Ira.
"Dua permainan aja deh," tawar Arvin lagi.
"Tidak boleh kurang dari tiga wahana plus Pak Arvin harus traktir aku jajan di sini," jawab Ira.
"Ra.... "
"Plis, tiga permainan ya, ya!" pinta Ira sambil memasang wajah imutnya.
"Baiklah, tiga permainan setelah itu pulang." Terpaksa Arvin mengiyakan keinginan Sang Calon Istri.
"Kalau baik begini kan calon suami aku jadi kelihatan ganteng," puji Ira.
"Memang selama ini aku nggak ganteng?"
Ira pura-pura berpikir. "Emm... nggak," jawab Ira kemudian.
"Nggak salah maksudnya, kan calon suamiku selalau ganteng. Tapi, malam ini gantengnya nggak ketulungan." Pujian Ira tersebut langsung membuat Arvin melambung tinggi.
"Ayo kita main itu!" ajak Ira. Dia menunjuk permaian komedi putar yang berada tidak jauh dari keduanya berada saat ini.
"Ra, serius kamu mau naik itu?" tanya Arvin memastikan.
"Seriuslah, Pak. Memangnya kenapa?"
"Kamu nggak lihat yang bermain komedi putar semuanya anak kecil?" jawab Arvin sembari bertanya.
"Memangnya kenapa kalau yang naik anak kecil? Kan di sana juga nggak ada tulisannya kalau permainan itu hanya diperbolehkan untuk anak kecil, artinya semua orang boleh naik permainan itu dong. Udah nggak usah kebanyakan mikir, yuk kita naik permainan itu!" ajak Ira lagi yang kali ini sambil menarik tangan calon suaminya.
Setelah membeli tiket naik, Ira langsung membawa kekasihnya tersebut naik komedia putar. Tidak peduli dengan tatapan aneh para orang tua yang sedang menunggui anak mereka yang sedang beramain di sana, Ira tetap menikmati permainan tersebut dengan senang hati. Dia bahkan sempat mengabadikan hal yang mereka lakukan melalui kamera hp.
Selesai dengan itu, Ira mengajak Arvin untuk naik ke wahana kincir angin. Besi yang terlihat seperti karatan membuat Arvin selalu tegang. Namun, berbeda dengan Ira, gadis itu tetap happy menikmatinya. Dan permainan terakhir yang mereka naiki adalah wahana ombak banyu. Sama seperti dua permainan sebelumnya, Ira menikmati permainan itu penuh suka cita.
"Bagaimana? Seru, kan?" tanya Ira kepada Sang Calon Suami ketika mereka sudah turun dari wahana permainan ombak banyu. Arvin tidak menjawab, pria itu hanya diam sambil terus menutup mulutnya.
"Aku senang sekali akhirnya aku bisa menikmati permainan yang ada di pasar malam ini. Ternyata benar kata google kalau permainan-permainan itu seru. Kapan-kapan aku cari rekomendasi permainan yang seru lagi ah di google," ujar Ira. "Pak Arvin, kok diam saja? Pak Arvin nggak suka ya sama permainannya?" tanya Ira lagi.
Arvin hanya melambaikan tangannya sebagai jawaban.
"Pak, Pak Arvin kenapa?" tanya Ira.
"Aku... aku.. hanya.... "
"Hanya apa, Pak? Pak Arvin membuatku takut," ucap Ira.
"Aku sudah tidak tahan," jawab Arvin. Sambil tetap membekap mulutnya sendiri.
"Pak, jangan mesum ya! Ini tempat umum!" Ira memperingatkan.
"Aku... aku benar-benar sudah tidak tahan," jawab Arvin lagi.
Dan tiba-tiba.....