
Setelah berhasil meyakinkan kepada sang kekasih bahwa dia tidak ikut trading apa pun, apalagi yang ilegal, akhirnya Ira bersedia masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
"Kita mau jalan-jalan kemana sayang?" tanya Arvin. Meski sudah kesekian kalinya Arvin memanggil Ira dengan sebutan sayang tetap saja hal itu berhasil membuat hati Ira dipenuhi dengan bunga.
"Kita keliling-keliling saja dulu,."
"Oke."
Sebagai teman perjalanan, Arvin menyalakan musik yang menurutnya pasti disukai oleh sang kekasih. Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Troye Sivan, seorang penyanyi yang berasal dari negara Australia yang berjudul Angel baby.
Dan sesuai dugaannya, Ira memang menyukai lagu itu, dia juga ikut melantunkan liriknya. Tidak lupa, Arvin juga memutar beberapa lagu dari idol Korea yang pasti disukai oleh Ira yang memang seorang pecinta drakor.
Sudah hampir dua jam mereka berkeliling Kota Gudeg tersebut dan akhirnya keduanya memutuskan untuk kembali ke villa. Namun sebelum itu keduanya sepakat untuk mencari makan siang terlebih.dulu. Tadinya Arvin berniat untuk membawa kekasihnya tersebut makan di salah satu restoran mewah yang terkenal.di Kota Jogja, sayangnya Ira justru menolaknya.
"Kenapa?" tanya Arvin saat Ira menolaknya untuk makan di restoran mewah.
"Pak, bisa nggak kita makan di warung pinggir jalan saja?" tanya Ira.
"Kenapa? Takut aku nggak mampu bayar? Kamu jangan khawatir kalau soal itu, Insya Allah, pacarmu ini mampu. Bahkan jika kamu makan sepuluh porsi menu termahal di restoran mewah itu pun aku mampu buat bayarin kamu," jawab Arvin panjang lebar.
"Bukan itu. Aku percaya Pak Arvin mampu. Tapi, apa salahnya kalau kita makan di warung pinggir jalan? Memang dengan kita makan di restoran, kita bisa membantu memberikan keuntungan kepada pemilik restoran untuk bisa menggaji karyawan mereka, tapi.... "
"Tapi apa?"
"Pendagang yang ada dipinggir jalan jauh lebih membutuhkannya. Kalau jualan mereka sepi, mereka mungkin akan merugi dan gulaung tikar."
"Sayang, restoran mewah pun sama. Kalau restoran mereka sepi dan lebih banyak merugi, terus mereka gak bisa gaji karyawannya lagi. Otomatis yang akan kehilangan pekerjaan jauh lebih banyak daripada warung di pinggir jalan," Arvin ikut menyampaikan pendapatnya.
"Tapi pemilik restoran itukan sudah kaya nggak kayak pemilik warung pinggir jalan."
"Ira, apa kita harus bertengkar gara-gara ini?"
Ira terdiam sambil memikirkan pertnyaan sang kekasih. Memang benar, kenapa mereka harus bertengkar untuk sesuatu yang tidak penting.
"Gini saja, kita beli makanan dari beberapa warung di pinggir jalan, tapi kita kasih ke warga yang ada di sekitar warung. Dan kita tetap makan di restoran yang aku mau, aku ingin memberimu hadiah itu sebagai apresiasi karena kamu sudah bekerja keras untuk bisa menghadapi ujian ini. Bagaimana?" Arvin memberikan idenya.
"Tapi, Pak, apa itu nggak terlalu berlebihan? Aku kan belum dinyatakan lulus?"
"Tidak ada yang berlebihan untuk kamu," jawab Arvin.
Ira merasa tersanjung dengan perlakuan kekasihnya hari ini. Ternyata meski kadang galak, Arvin tetap menganggap dieinya sangat istimewa.
Arvin berhenti di beberapa warung untuk melaksanakan idenya. Dia membeli lima puluh porsi di setiap warung tersebut dan membagikannya kepada warga yang ada di sekitar. Setelah itu Arvin mengajak kekasihnya ke restoran mewah seperti rencana awal sebelumnya.
"Silakan duduk, Sayang!" Arvin menarik mundur kursi dan mempersilakan kekasihnya untuk duduk di sana. Kemudian dia memesan menu beberapa menu termahal yang ada di restoran tersebut. Arvin dan Ira menikmati semua menu yang ada di hadapannya sambil mengobrol.
"Sayang, tunggu sebentar!" seru Arvin di tengah-tengah meraka menyantap makanan.
"Ada apa?"
"Sebentar." Arvin mengambil tisu yang ada di hadapannya. Ira tersenyum senang, dia yakin sang kekasih hendak mengelap bibirnya menggunakan tisu seperti di drama yang sering ia tonton. Namun, ternyata dugaannya salah. Arvin justru mengelap hidung Ira.
"Hidung kamu berminyak," ujar Arvin sambil mengelap hidung kekasihnya tersebut menggunakan tisu di tangannya.
"Ku kira mau mengelap bibirku kayak di drakor-drakor romantis," gumam Ira.
"Kamu barusan ngomong apa sih sayang?"
"Nggak jadi, barusan ada nyamuk lewat," jawab Ira asal.
Arvin hanya menggeleng kemudian mengedikkan bahu, dia kemudian kembali melanjutkan menyantap makanannya.
***
Pukul lima sore, Arvin sudah kembali ke villa
Keduanya langsung keluar dari dalam mobil.
"Pak itu mobil siapa ya? Kenapa mobil itu di parkir di depan villa kita?" tanya Ira ketika melihat ada mobil asing yang terparkir tepat di depan villa tempat mereka tinggal.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu."
"Apa mungkin dia tamu Pak Arvin?" tebak Ira.
Arvin hanya menjawab pertanyaan kekasihnya tersebut dengan mengedikkan bahu. Tanpa banyak berpikir keduanya langsung berjalan menuju ke villa mereka. Dan ternyata memang benar ada seorang wanita yang sedang berdiri tepat di depan pintu masuk.
"Maaf, cari siapa ya?" tanya Ira kepada wanita yang saat ini berdiri membelakanginya.
🌺🌺🌺
Satu chapter dulu ya, Gaes. Chapter selanjutnya insya allah setelah magrib. Kira-kira siapa ya wanita itu? Sampai jumpa di chapter selanjutnya.