Mr. Perfect & Miss Careless

Mr. Perfect & Miss Careless
Lengan Bertato kupu-kupu



Disisi lain....


Begitu tiba di lokasi, Arvin segera turun dari mobilnya. Dia kembali melihat titik lokasi yang diberikan oleh Dion kepadanya.


"Harusnya sih di dekat sini? Tapi, yang mana ya?" gumam Arvin ketika melihat ada beberapa bangunan kosong di yang ada di dekat laut. Dia pun mulai berjalan mengikuti titik lokasi di layar hpnya. Dan saat itulah tanpa sengaja ia bertemu dengan Arga. Pemuda itu juga baru saja tiba di tempat tersebut.


"Kok kamu bisa ada di sini?" tanya Arvin kepada Arga.


"Aku diberitahu Om Dion, tentang keberadaan Qilla. Bukankah lebih banyak orang yang mencari Qilla, maka kemungkinan ketemu juga akan lebih besar," jawab Arga.


"Iya, kamu benar. Tapi, Ga, apa Om Dion dan anak buahnya juga akan ke sini?"


"Iya, mereka tadi di belakangku," jawab Arga.


"Ayo kita cari Qilla sekarang sebelum terlambat!" ajak Arga.


Saat sedang berjalan tanpa sengaja kaki Arga menendang belahan gerigen yang dijadikan wadah air yang kebetulan masih ada air di dalamnya dan membuat air tersebut mengenai jas yang ia pakai.


"Ah, sial!" maki Arga. Terpaksa Arga melepas jas tersebut dan menggulung kemeja dalamnya sampai ke siku. Pada saat itulah Arvin melihat tato kupu-kupu di lengan Arga.


"Tidak! Tidak mungkin Arga orangnya!" batin Arvin. Tak mau kehilangan kesempatan untuk melumpuhkan lawannya, Arvin segera mencekik leher Arga.


"Apaan sih, Ar?" tanya Arga bingung. "Aku nggak ngerti maksud perkataanmu itu." Dia berusaha melepaskan cekikikan tangan Arvin.


"Jangan bohong kamu! Tato kupu-kupu di lengan kananmu itu membuktikan segalanya. Kamu orang yang telah membeli mobil dengan plat nomor B 121 AN dan aku melihat mobil itu keluar dari arah gedung tempat Ira dan adikku di sekap sebelumnya." Arvin masih mencekik leher Arga. "Sekarang katakan dimana kamu menyembunyikan Ira!" suruh Arvin dengan tegas.


"Sudah ku bilang, bukan aku orangnya." Arga masih kukuh mengelak.


"Baiklah. Jika kamu tidak mau mengatakannya dengan baik-baik, maka aku yang akan memaksamu untuk membuka mulut." Arvin semakin kuat mencekik leher Arga dan dengan sekuat tenaga pun Arga berusaha melepaskan cekikan itu hingga akhirnya Arga berhasil melepaskan diri dari Arvin. Tak mau tinggal diam, Arvin berusaha untuk menyerang Arga lagi demikian juga sebaliknya. Dua pemuda tersebut kemudian saling pukul dan saling tonjok, hingga pada akhirmya Arvin kembali bisa menguasai Arga. Dia berhasil menarik kedua tangan Arga ke belakang.


"Lepaskan, Ar! Sudah ku bilang bukan aku orangnya!" Arga terus menolak untuk mengakui jika dia adalah dalang dari semua peristiwa yang menimpa Ira dan Queen.


"Kalau bukan kamu kenapa kamu melawan?"


"Lu begok ya, mana ada orang yang mau dicekik akan diam saja," jawab Arga. "Dengar, Ar. Aku memang pernah memcintai Qilla dan berharap bisa menikah dengannya. Apalagi sejak kecil dia sudah mengatakan akan menikah denganku. Tapi, saat dia akhirnya memilihmu, aku sudah mengikhlaskannya. Karena aku yakin usaha apa pun yang akan aku lakukan, jika Tuhan tidak mentakdirkan Qilla menjadi jodohku, sampai kapan pun dia tidak akan pernah menjadi jodohku. Dan soal tato di lengan ini, aku baru membuatnya sebulan yang lalu. Saat itu tanpa sengaja aku bertemu dengan Hana di tempat pembuatan tato karena dia juga akan membuat tato untuk dirinya. Dan karena aku kebingungan mau membuat tato seperti apa, dia merekomendasikanku untuk membuat tato dengan gambar kupu-kupu."


"Kau mengenal Hana?" tanya Arvin.


"Aku bertemu dengannya tanpa sengaja di restoran saat kamu dan Qilla bertunangan. Meski tidak terlalu akrab sejak saat itu sesekali kita berkomunikasi hanya untuk saling menanyakan kabar. Dan soal pembelian mobil dengan plat yang kamu sebutkan tadi, itu bukan aku yang membelinya melainkan Hana. Dia memintaku untuk membantunya untuk membeli mobil tersebut. Dia bilang, dia sibuk jadi tidak bisa membelinya sendiri," jelas Arga.


Tiba-tiba ingatan saat Nadin digoda oleh Hendarso berputar di celebrum milik Arvin. Dia ingat kalau dia melihat Arga di sana. Tidak! Bukan hanya Arga, tetapi ia juga melihat Hana ada di tempat itu. Meski keadaan di tempat tersebut minim cahaya ia yakin kalau dia tidak salah mengenali orang.