
Tidak lama kemudian, Hana kembali lagi ke meja Ira. "Qil, sepertinya aku harus pergi sekarang. Nanti pas hari terakhir ujian kita hangout bareng."
"Oke," jawab Ira.
"Aku pergi dulu ya. Bye, Qilla." Setelah berpamitan Hana langsung meninggalkan kantin dengan terburu-buru.
"Kenapa Pak Arvin belum menghubungiku sih?" keluh Ira. Dia melihat ke layar ponselnya sambil berharap akan ada panggilan masuk atau pesan dari kekasihnya tersebut.
"Kira-kira kalau aku telepon dia duluan boleh nggak ya? Tapi, gimana kalau ternyata pas aku hubungi dia sedang ada rapat penting?" Ira kembali ragu untuk menghubungi kekasihnya terlebih dulu. "Sudahlah. Lebih baik aku tunggu aja dia menelponku duluan."
Ira kembali memasukkan benda pipih di tangannya kedalam tas. Diapun menuju ke kasir untuk membayar makanan dan minuman yang baru saja dipesannya.
"Semua berapa, Mbak?" tanya Ira kepada penjaga kasir.
"Sudah dibayar sama Mbaknya yang tadi keluar," jawab penjaga kasir tersebut.
"Kalau begitu terima kasih ya, Mbak." Ira pun langsung melenggang meninggalkan kantin tersebut.
"Hana tadi terlihat cantik banget, padahal kita cuma nggak ketemu empat tahun, tapi perubahan dia luar biasa. Aku yakin, kalau aku secantik Hana, jangankan Pak Arvin, Lee Min Ho dan Soong Jong Ki juga pasti akan klepek-klepek saat melihatku," ucap Ira. Dia tersenyum sambil mengkhayalkan dirinya berdiri di sebuah catwalk dengan baju ala artis Korea, dan sepatu hak tinggi. Ira melenggang ke kiri dan ke kanan bak model profesional yang sedang berjalan di atas catwalk tersebut.
"Hah, pasti akan sangat menyenangkan jika hal itu terjadi," ucap Ira setelah tersadar dari lamunannya. "Kenapa hidup tak pernah seindah khayalan ya?" lagi-lagi Ira mengeluh.
Ya, seperti hari ini, Ira sudah berkhayal kalau di hari pertamanya mengikuti ujian, dia akan ditemani dan diantar ke tempat ujian oleh sang kekasih, tetapi kenyataannya jauh lebih miris dari itu. Jangankan ditemani, dipamiti secara langsung saja tidak. Padahal Ira sudah berencana begitu selesai ujian, dia ingin menghabiskan waktu bersama sang pacar meski hanya jalan-jalan di taman.
Sambil menunggu taksi yang ia pesan datang, Ira kembali bermain-main dengan benda pipih yang tadi ada di dalam tasnya, mencari permainan online yang bisa sedikit mengubah perasaannya saat ini. Namun, tidak ada satu pun diantara permainan online yang berhasil diinstalnya mampu membuatnya heppy yang ada dia malah semakin kesal karena selalu kalah saat bermain. Dan akhirnya Ira memlih untuk berhenti memainkan permainan online tersebut.
"Kenapa cowok selalu suka ngabisin waktu dengan game online sih? Padahal gak ada seru-serunya," kembali keluahan yang keluar dari mulut Ira. Entah sudah berapa kali dia mengeluh sejak pagi tadi.
"Lebih baik, aku nonton drakor aja deh. Aku rasa cuma drakor yang bisa merubah mood-ku jadi lebeih baik." Ira berpindah dari aplikasi permainan online ke sebuah aplikasi yang menampilkan banyak serial drama dan film drakor.
Ira mulai mencari judul drakor kesukaannya. Baru dia mengetikkan beberapa kata untuk mencari serial di aplikasi tersebut, ada orang yang memanggilnya dari belakang.
"Ira."
Ira menghentikan ketikan tangannya, dia menoleh ke sumber suara. Dia menatap orang tersebut dengan tatapan kesal.