Mr. Perfect & Miss Careless

Mr. Perfect & Miss Careless
Perasaan lain.



"Arga?! Bunga ini dari kamu?" tanya Ira begitu melihat Arga muncul di depannya.


"Iya, itu sebagai ucapan selamat karena kamu dah berhasil melewati hari pertama ujian," jawab Arga dengan santainya. "Bagaimana apa kamu menyukainya?"


"Ehem."


Suara deheman Arvin membuat Ira menoleh ke pacarnya. Dia tahu, pacarnya itu sedang cemburu.


"Bagus, kok, bunganya. Makasih, Ga. Tapi, lain kali nggak perlu deh," ucap ira.


"Memangnya kenapa, Ira? Kita kan temenan. Emang salah teman mau ngasih bunga sama temannya?" tanya Arga.


"Nggak salah sih, tapi saat ini ada hati yang harus aku jaga," jawab Ira.


"Hati yang harus kamu jaga? Siapa?" tanya Arga penasaran.


"Calon sumiku," jawab Ira sambil tersenyum menatap Arvin.


"Maksudmu... dia calon suamimu?" tanya Arga sambil menunjuk laki-laki yang duduk disebelah Ira.


"Iya."


"Bukannya kamu bilang kamu sudah dijodohin ya sama orang tua kamu?" tanya Arga lagi.


"Daddy sudah janji kalau aku berhasil lulus seleksi dan benar-benar jadi mahasiswa, dia nggak akan maksa aku buat nerima perjodohan itu," jawab Ira dengan ceria.


"Kamu yakin akan lulus dan keterima di universitas negeri?"


"Kamu meragukanku, Ga?"


"Enggak, sih. Aku yakin kamu pasti berhasil. Dan aku akan menjadi salah satu teman kamu yang ikut berbahagia akan pencapaianmu itu," jawab Arga. "Semoga berhasil ya, Ra."


"Terima kasih, Ga," jawab Ira.


"Aku pergi ya, Ra, Vin," pamit Arga.


"Lho kok langsung pergi?" tanya Ira lagi.


"Aku memang kesini cuma mau ngasih bunga itu. Karena bunga itu sudah ada di tanganmu misiku selesaikan?" jawab Arga. "Udah ah, aku cabut dulu. Nanti kalau kamu sudah lulus ujian jangan lupa ke restoranku. Aku mau mentraktirmu makan sepuasnya. Kamu juga ya, Vin."


Setelah memgatakan hal tersebut Arga mengayunkan kakinya keluar dari sana.


"Sepertinya dia punya perasaan sama kamu," ucap Arvin setelah Arga tidak lagi terlihat.


"Pak yang namanya manusia pasti punya perasaan dong, kalau dia gak punya perasaan itu namanya patung," sahut Ira.


"Aku serius, sayang. Memang kamu nggak ngerasain kalau dia ada rasa sama kamu?" tanya Arvin sambil menangkup kedua pipi chabby kekasihnya itu menggunakan kedua telapak tangannya.


Ira terlihat berpikir, kemudian dia menatap kedua bola mata kekasihnya sambil menggeleng, "enggak," jawabnya kemudian.


"Kok aneh, padahal sebagai cowok aja aku bisa ngerasain kalau dia itu suka sama kamu," terang Arvin.


"Pak, Arga itu memang suka sama aku. Tapi, dia memyukaiku sebagai teman kok, nggak lebih."


"Dia sendiri yang bilang. Dia suka sama aku karena aku teman masa kecil dia."


"Jadi, kalian sudah berteman sejak kecil?"


Ira menggeleng.


"Terus kenapa kamu bilang dia teman masa kecilmu?" tanya Arvin penasaran.


"Jadi dulu tuh aku pernah diculik dan dia salah satu orang yang waktu itu menolongku," jawab Ira.


"Salah satu orang? Memang ada orang lagi yang nolong kamu waktu kecil selain dia?"


"Ada. Dia Tante baik, istri uncle Kee," jawab Ira. Arvin kembali menatap kekasihnya itu penuh tanya.


"Jadi gini waktu kecil, mommy pernah lupa arau telat jemput aku hingga membuat aku hampir diculik. Terus aku diselametin oleh Arga. Waktu itu kami berdua kabur bareng, tapi demi nyelametin aku dari para penculik itu kami berpencar. Dan saat berpencar itulah aku bertemu dengan Tante baik, dia yang mengantar aku pulang," jelas Ira. Dia sengaja tidak menceritakan bagian yang dirinya pernah berjanji akan menikah dengan Arga waktu masih kecil karena tidak mau membuat kekasihnya semakin berpikir negatif sama Arga. Apalagi, Ira memang tidak pernah mengingat janjinya tersebut.


"Jadi, Pak, jangan berpikiran macam-macam lagi ya soal Arga. Dia hanya sebatas teman kecilku yang nggak akan pernah berubah jadi siapa pun untukku," ucap Ira.


"Semoga saja begitu," ujar Arvin. Wajahnya masih terlihat cemberut karena memikirkan soal Arga.


"Kalau kukasih ini masih cemberut, nggak?" tanya Ira setelah mencium pipi kekasihnya.


Arvm tersenyum mendapatkan kecupan tersebut.


"Sekarang kita lanjutkan makannya dan lupakan saol Arga dan buket bunga itu. Oke!" Arvin tersenyum kemudian mengangguk.


Sepasang kekasih tersebut segera menikmatak makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.


🌺🌺🌺


Hai-hai, otor mau ngumumin pemenang GA buat pembaca setia Mr. Perfect & Miss Careless. Ini dia pemenangnya:



Sharie


Maharani


Mam Azka




Otor ucapin selamat buat para pemenang dan buat yang lainnya, jangan berkecil hati. Kapan-kapan author bakalan bikin GA lagi. Jadi terus ikuti semua cerita-cerita otor di noveltoon. Sekali lagi selamat buat para pemenang dan terima kasih buat yang sudah ikutan GA ini. Love you allπŸ’™πŸ˜˜.


Nb:


- Untuk para pemenang jangan lupa dm ig otor (Samudra lee_19) paling lambat hari senin sebelum jam 18.00 WIB, sertakan juga ss akun NT kalian.


- Maaf ya upnya lama, soalnya beberapa hari ini otor gak enak badan. In Syaa Allah bakalan up rutin lagi mulai senin.