
Cuaca hari ini lebih dingin dari hari biasanya Shasyania membalut tubuh atasnya menggunakan jaket berwarna putih. Kakinya terus bergerak dengan pandangan mata yang tertuju ke arah samping kiri sampai akhirnya sebuah klakson mobil membuatnya menoleh ke sisi lainnya.
Mobil sedan berwarna hitam menyamping dengan pintu sebelah kanan mulai terbuka hingga memperlihatkan seseorang wanita tengah turun mendekat dengan tangan menenteng sebuah map berwarna merah muda.
"Permisi Dik, Adik siswi Sekolah Menengah Atas kan?" sapa nya ramah memulai obrolan.
"Iyaa Kak, kenapa?"
"Perkenalkan Dik nama saya Ningrum Casmiya, saya merupakan Mahasiswi semester akhir di salah satu perguruan tinggi di Kota ini, mengingat tugas akhir yang harus saya selesaikan maka dari itu saya perlu partisipasi adik sebagai konsumen, saya harap adik bersedia membantu," pintanya.
Shasyania terlihat bingung sampai menaikkan sebelah alisnya, "Membatu dengan cara apa ya?"
"Tapi maaf sebelumnya, apa saya boleh tahu nama Adik?"
"Shasya...."
"Gini Dik Shasya..., saya kan sedang menyusun tugas akhir sebagai penentu kelulusan gelar saya dan saya meneliti tentang kepuasan pelayanan untuk masyarakat. Jadi bantuan yang bisa Adik lakukan hanya menjadi pelanggan tetap saya selama beberapa bulan ke depan."
Shasyania masih menampilkan wajah bingungnya hingga wanita yang menyebut namanya sebagai Ningrum itu membuka map yang sedari tadi ia pegang.
"Ini Dik data diri saya," ucapnya seraya menyerahkan map tersebut, "semua sudah lengkap di sana. Jadi Adik bisa cek sendiri."
"Bisa Kakak jelaskan lebih mendetail lagi tentang menjadi pelanggan tetap itu seperti apa?"
"Dik Shasya bisa menggunakan jasa saya sebagai supir."
"Ahhh supir?"
"Gini Dik gini..., selama beberapa bulan ke depan saya akan mengantar jemput Adik kemanapun Adik mau, itu salah satu bentuk dari pelayanan masyarakat. Tugas Adik hanya perlu mengisi kuisioner yang akan saya berikan setiap bulannya, kuisioner itu berisikan tentang kepuasan Adik terhadap pelayanan saya, dan semua itu gratis tidak di pungut biaya! bukankah itu menguntungkan Dik? Adik juga lebih mudah ke sana ke mari tanpa harus menunggu angkutan umum lagi. dan saya pun akan lancar menyusun tugas akhir. Keuntungan lainnnya adalah saya bisa di hubungi selama 24 jam! Ini semacam simbiosis mutualisme. Gimana apa Dik Shasya berminat?"
"Ada ya tugas akhir semacam itu?"
"Tentu ada Dik! apapun ada di muka Bumi ini!"
"Terus kalau Kakak sudah menyelesaikan tugas akhir, kedepannya profesi seperti apa yang akan kakak jalani?" Jiwa penasaran dalam tubuh Shasyania menggebu-gebu.
"Mmmmhhh. . . jadi supir Dik."
"Aaaaaa?" Shasyania membeo, matanya menyorotkan rasa tidak percaya.
"Bukan supir sembarangan Dik! ini supir highclass untuk para pesohor Negeri ini."
"Ohhh begitu...," Shasyania mengangguk paham.
"Apa Adik Shasya berminat? dan untuk data diri saya itu silahkan Adik simpan, siapa tahu Adik masih curiga."
"Baiklah aku berminat Kak, dan sekarang tolong hantarkan aku ke SMA GUARDIANS."
"Siap laksanakan!"
Mobil itupun membelah jalanan yang masih terlihat sepi akan kendaraan tersebut.
Shasyania mengedarkan pandangannya ketika ia berada di dalam mobil, "Oh ya Kak, apa mobil ini milik Kakak pribadi atau fasilitas dari kampus?"
"Mmmhhh dari...dari rumah Dik, ehh maksudnya dari rumah Kakak. Milik keluarga."
"Ohh Pantes..., karena mobil ini bagus tidak terlihat seperti angkutan umum. Dan ya kenapa Kakak memilih profesi sebagai supir?"
"Karena sudah turun temurun dari keluarga Dik."
"Ahhh?"
Ningrum terlihat gelagapan menjawab pertanyaan Shasyania, "Kakak suka mengemudi Dik makanya Kakak milih jurusan yang berhubungan dengan mobil."
"Kenapa tidak menjadi pembalap saja?"
"Mmmhhh karena Kakak takut ngebut Dik, Kakak lebih suka santai kayak gini sambil ngobrol gitu."
"Ohh..., target Kakak memang murid SMA ya?"
"Iyaa karena biasanya para murid lebih membutuhkan jasa seperti ini. Jadi Kakak datang memberi solusi."
"Ohh gitu...," Shasyania kembali mengangguk-angguk paham.
...****************...
Suara-suara gaduh mulai terdengar dari kelas XI IPA 1.
"Happy... happy untuk lo Dariel!"
"Selamat hari menetas Dariel!"
"Riel tadi malem lo tiup lilin ya? Pantes babi ngepetnya ketangkep warga!" ujar Baru, "tapi tetep gue ucapin selamat MEMPERPENDEK UMUR!"
"Sialan lo!"
"Wooooiiii playboy kita lagi ulang tahun nih! Asik dapet sumbangan gratis!" Seru Rissa sambil terus bertepuk tangan.
"Lo salto dulu sana! nanti gue kasih sumbangan BPJS KESEHATAN GRATIS!" sahut Dariel.
"Wahh menarik tuh! gue juga mau liat si Rissa guling-guling lagi!" imbuh Nita.
"Nyaut aja lo lazy girl!" protesnya. Rissa masih sangat sensitif ketika seseorang kembali mengingat kejadian waktu olahraga.
Di sudut lain kelas itu Eron justru terlihat tertawa terbahak-bahak dengan kepala tertunduk. Kelihatannya ada sesuatu yang sangat menarik di layar pipih yang sedang ia pegang tersebut. Sampai akhirnya terdengar sebuah notifikasi jika seorang Freyeron Azigar memposting sesuatu.
Mata Dariel terbelalak kaget sembari menggertakan gigi, "EROOOOONNN!" teriaknya, "hapus gak postingan lo! Jangan sampai gue jadiin empek-empek Lo!" ancamnya yang langsung berlari menuju sahabatnya yang masih terlihat tertawa memegangi perut.
"Wooiii....woiii kalem dong! kenapa lo nyalahin gue? Gua kan cuma comot tuh foto dari Fac*book Nyokap lo! gak percaya cek aja sendiri masih banyak tuh aib lo bertebaran di sana!"
Bukannya Dariel tapi malah Dino yang terlihat langsung merogoh suku celana untuk mencari smartphone miliknya, "SELAMAT ULANG TAHUN ANAKKU TERSAYANG, TERIMAKASIH SUDAH HADIR KE DUNIA INI DAN MENJADI MALAIKAT KECIL UNTUK MAMA DAN PAPA. EMOT CIUM, EMOT PELUK, EMOT MENANGIS. JANTUNG MERAH JANTUNG MERAH, EMOT MALAIKAT KECIL dan di bawahnya terpasang 20 foto masa kecil hingga remaja seorang Dariel," ujar Dino semakin lantang ketika membaca isi dari postingan tersebut, "asliiiii ini sih lawak!" imbuhnya yang langsung tertawa.
"Riel Nyokap lo juga ngetag 197 orang lainnya!" jelas Megan.
"Sekeluarga tuh pasti!"
"An*irr banyak banget keluarga dia!"
"Contoh keluarga produktif!"
"Satu Kelurahan isinya keluarga dia semua!"
"Meskipun lo kaya Mama lo merendah banget ya sampek semua keluarga dia ingat!"
"Isi nyolek Mama Farhan Mama Iis lagi!" seru Rissa.
"Untung Nyokap gue gak main Fac*book jadi aib gue gak ke sebar!" terang Baru dengan jempol tangan masih asik men scroll scroll layar handphone miliknya, "ternyata lo bisa gini juga Riel!" lanjutnya mengejek.
Dariel yang merasa di tertawai langsung berbalik arah mengejar Baru hingga tanpa sengaja membentur bahu Megan yang terlihat tengah asik meneguk air dari botol kemasan.
"Wah si Megan tersedak tuh!" ungkap Ririn.
"Gagu seketika dia!" sahut Nita.
"Woi bantu Megan woi! Matanya ampe merah gitu!" keluh Rissa.
Megan yang sudah terlihat mendingan langsung menggeplak punggung Dariel, "Sialan lo! hampir aja gue lewat!"
"Lewat ya lewat aja kali gak usah ngasih tahu segala!" gerutu Dariel.
Eron kembali menjahili sahabatnya, "Riel coba lo reka ulang pose kayak gini eeemmmmmm," pinta Eron sambil memperlihatkan foto Dariel.
"Diem lo Ron! sini bawa Hp lo!"
"Kenapa Hp gue? suruh Mak lo aja yang hapus postingannya!"
Dengan kecepatan kilat Dariel langsung menghubungi Mamanya. Panggilan pertama gagal namun ia tidak menyerah ketakutannya lebih menjadi jadi saat berpikir jika foto itu akan semakin tersebar. Beberapa kali mencoba sampai di panggilan keempat akhirnya tersambung juga.
"Ma! tolong hapus postingan Mama!"
"Postingan yang mana anakku sayang?"
"Di Fac*book itu Ma! foto yang menandai 197 orang lainnya! Pokoknya Riel minta sekarang juga Mama hapus!"
"Jangan dong sayang..., itu masa-masa imut kamu! Susah loh Mama dapetinnya."
"Pokoknya hapus Ma! Riel gak mau tahu!" ucapnya sambil menghentakkan kaki. Hingga membuat wanita di ujung panggilan sana mengernyit bingung.
"Yahh gak seru lagi nih! fotonya udah hilang semua! Mana belum di save lagi!" keluh Dino.
"Buat apa lo nyimpen foto gue? Suka lo?"
"Najissss! gue mau koleksi buat ngusir dedemit!" Elak Dino seraya mengacungkan jari tengah.
"Tapi kasian Nyokap lo Riel! niat dia cuma mengabadikan momen ehh malah lo suruh hapus, Durhaka lo!" tuduh Baru.
"BACOT!"
"Adain pesta Riel!" pinta Nita.
"Tentu dong! nanti sore kalian semua dateng ke rumah gue!"
"Mantapp!
"Asik makan gratis!"
"Ngundang Biduan gak?"
"Yes kesempatan nyari jodoh!"
Suasana kembali riuh, terdengar sorakan gembira memenuhi ruang kelas tersebut.