
Pagi harinya...
Fisha yang sudah selesai dengan segala keperluanya yang sudah dia siapkan semalam untuk beberapa hari kedepan yang akan berangkat pergi kekota A bersama Alkasy untuk memantau perkembangan disana pun sudap siap.
Fisha yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi langsung menghirup aroma masakan yang begitu harum di indra penciumannya dari arah dapur. penasaran dirinya pun langsung turun ingin melihat siapa yang sedang memasak di rumahnya.
"Bunda"!panggilnya. yang langsung berhambur memeluk bundanya.
"Udah bagun sayang"? tanya bunda Fisha , yaitu sofia.
"Hmm" angguk Fisha . "kagen bunda". ucapnya semakin erat memeluk bunda tercintanya.
Kemarin Sofia dan suaminya setelah berbincang- bincang dengan sahabat suaminya pun pamit untuk kembali ke rumah yang di tempati putrinya, dia sungkan berada di rumah sahabat suaminya walaupun mereka begitu baik , tapi dia merasa tidak enak berlama lama di sana. setelah makan siang di sana dan mendapat kan izin dari sahabat suaminya.
Dia dan suaminya pun segera pamit, setelah mengucapkan terima kasih sebanyak -banyaknya atas makan siang yang di hidangkan oleh tuan rumah. dan segera kembali kerumah Fisha dan mencari kunci rumah tersebut di mana sang pemiliknya menaruhnya, setelah mencari kesana kemari akhirnya dia menemukan juga kunci cadangan yang di simpan oleh putrinya.
"Kapan bunda sampai ke sini? kenapa ngak bunda kabari Fisha kalau ingin kemari".ucapnya lagi melepaskan pelukannya."kan bisa Fisha jemput kalau tau bunda datang, ayah ngak ikut bun"?tanya nya lagi.
"Aduh... kamu ini kebiasaan, satu-satu dong kalau nayaknya kan pusing bunda mau jawab yang mana"!.
"Heheh maaf bu".
"Jadi bunda sendirian datang kemari"?tanyanya yang tidak sabar menunggu jawaban dari bundanya.
"Ngaklah, mana berani bunda pergi sendirian, pasti sama ayah lah bunda perginya".
"pakek apa bun"?tanya nya lagi.
"Di antar sama abg mu".
"Sekarang abg di mana bun?apa keponakan ku yang paling cerewet itu datang juga bun"?
"Ngak, mereka hanya ngantar bunda sama ayah doang ngak bisa bermalam di sini".ujar bunda Sofia.
"Kenapa bun"?tanya nya penasaran
"Yah... padah Fisha kan rindu bun".ucapnya cemberut, tidak bisa bertemu dengan ponaan kesayangannya itu.
"Udah ngak usah cemberut gitu, kalau kagen itu makanya pulang! udah berapa tahun ngak pernah mau pulang, alasan kerjaanlah ini lah, pokoknya banyak sekali alasanya kalau di suruh pulang, selalu saja bunda ayah dan abg mu yang kemari".ujar bunda Sofia geram, anak perempuanya ini memang susah sekali tiap di suruh pulang ke kampung kelahirannya pasti banyak sekali alasanya, apa lagi kalau di tanyai kapan nikah itu alasannya bahkan lebih banyak lagi.
"Heheh, maaf bun, nama nya juga ngak bisa ninggalin pekerjaan gitu aja bun,".ucapnya menggaruk kepalanya.
"Alasan saja".ucap bunda Sofia kembali melanjutkan masakannya.
"Sudah temui ayah dulu di depan gih"? ujar bunda Sofia.
Fisha pun segera pergi untuk bertemu dengan ayahnya pahlawan hidupnya setelah mendapatkan perintah dari bundanya.
"Ok . Fisha kedepan ya bun".ucap nya yang segera pergi menemui ayahnya.
"Hmm"jawab Sofia.
Setelah melepaskan rindunya bersama orangtuanya dan sedikit bercanda, Fisha pun segera pamit dan mengatakan rencananya yang akan keluar kota untuk urusan pekerjaan, walaupun kecewa tapi orang tuanya tidak bisa berbuat apa- apa. apa lagi kalau sudah sangkut paut dengan masalah pekerjaan, merekapun mengizinkan Fisha pergi.
"Bun Fisha pamit ya". ucapnya mencium tangan kedua orang tuannya , pamit pergi karena sudah di tunggu oleh Alkas,
"Iya hati-hati disana, jaga diri baik- baik ya nak".ujar bunda menasehati putrinya.
"Iya bun",. angguk Fisha yang paham akan ucapan yang selalu ibundanya katakan.." ingat jagan pulang dulu, Fisha masih kagen sama ayah dan bunda".
"iya" . jawab ayah dan bunda kompak.
"Ayah, bunda". panggil Alkasy. "kalau gitu Alkasy pamit dulu ".ucap Alkasy yang sebelumnya sudah berkenalan dan memperkenalkan dirinya kepada kedua orang tua Fisha. dan di sambut hangat oleh keluarga Fisha. bahkan ayah Radit memintanya untuk di panggil ayah jagan om.mereka pun sempat berbincang satu sama lain sebelum akhirnya Alkasy pamit.
"Iya hati-hati nak,titip putri ayah, tolong jaga putri ayah di sana".ucap Radit mempercayakan Fisha ke pada Alkasy. menjaga putrinya .
"Baik ayah, kalau begitu kami pamit".ucap nya yang segera masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya menuju kota A.
Niat hati ke jakarta ingin melepaskan rindu dengan putri satu-satunya malah tidak jadi , salahnya juga yang tidak memberitahukan ke pada Fisha akan kedatangannya.tidak masalah baginya lagian putriny hanya beberapa hari saja di sana dia masih bisa menunggunya