Love Me Please

Love Me Please
Bab 51



"Maaf telah membuat anda menunggu lama".setelah sekian lama akhirnya Al pun mengucapakan kata itu,karena telah membuat klaennya menunggu dirinya.


Bukan tanpa alasan Al mengucapkan kata itu, karena sepertinya pria yang sedang duduk di hadapannya ini terlihat biasa saja tidak terlihat seperti menyukai sekretarisnya ini,makanya dia harus bersikap baik.


"Tidak apa-apa saya memakluminya, karena ini sudah waktunya jam istirahat jadi wajar kalau kalian terlambat karena macet,saya pun belum begitu lama menunggu".ucap Ben


Al hanya menganggukan kepalanya saja menanggapi ucapan Ben.


"Jadi? apa kita makan dulu atau bagai mana"?tanya Ben


"Lebih baik kita makan dulu, supaya nanti lebih fokus ketika membahas soal pekerjaan.jadi kalau perut sudah kenyang, hati juga sudah senang pastinya pekerjaan juga lanjar".ucap Al sedekit membuat lucu agar suasanan tidak begitu serius walaupun tidak ada yang lucu dari perkataannya.


"Heeheh anda benar tuan Al"ucap Ben."kalau begitu mari kita nikmati menu yang sudah ada".ucap nya lagi.


Untuk beberapa saat suasana diruang VIP tersebut masih aman.sambil sesekali mereka mengobrol untuk sedikit mencairkan suasana dengan saling memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Oh iya tuan Ben apa anda tidak memiliki sekretaris"?tanya Al


"Ada tuan, cuma dia tidak bisa hadir tuan karena ada pekerjaan yang harus dia kerjakan".


"Ohh".ucap Al tanpa menanyakan pertanyaan lain lagi


Tapi semua harapannya ternyata sia-sia sekarang malahan perempuan yang di punjanya ternyata sekarang datang dengan seorang pria yang masih muda, bukan seperti sebelumnya, dia tidak tau ternyata CEO AlKAYS GRUP sudah di ganti jadi rencana dirinya untuk mendekati Fisya sia-sia saja. tapi dia tetap harus mencobanya kalau belum mencoba pasti tidak akan tau bagai mana hasilnya bukan begitu penontoh? heheh.


"Cobalah ini nona,steak di sini terkenal sagat enak anda harus mencobanya".ucap Ben memberikan Steak daging tersebut yang telah di potong kecil-kecil olehnya lalu di letakan di piring Fisya


Melihat perlakuan Ben terhadap wanitanya menbuat dirinya marah ingin sekali rasanya Al memukulnya."apa yang di lakukan lelaki kurang ajar ini".maki Al di dalam hatinya tapi dia masih bisa bersikap profesional dengan menahan amarahnya.


Ya. walapun Fisya masih belum mengatakan ingin kembali menjalin hubungan dengan Alkasy tapi Al masih menganggap Fisya miliknya, kan memang benar Fisya masih miliknya karena diantara mereka tidak ada kata putus,jadi jelas kalau Fisya wanitanya, yaitu wanita yang di cintainya.apa lagi sekarang Fisya sudah mulai sedikit menerimanya jadi dia berhak atas Fisya mulai sekarang.


"Terimakasih tuan".ucap Fisya yang sebenarnya merasa tidak suka atas perlakuan Ben.


"Tidap apa-apa, saya senang melakukannya!apa ada lagi yang nona inginkan"?tanyanya lagi.


"Oh tidak tuan terima kasih, bisa saya ambil sendiri tuan kalau ada yang saya inginkan".ucap Fisya


"Pangil Ben saja jagan tuan".ucap Ben."biar lebih akrab, lagian saya belun tua".ujarnya lagi.


"Apa-apaan lelaki kurang ajar ini apa dia tidak tau kalau Fisya miliknya, ini tidak bisa di biarkan harus aku kasi pelajaran sedikit biartau rasa dia, berani sekali dia mengganggu pujaan hatiku".batin Al yang semakin terlihat merah mukanya akibat menahan amarahnya yang sudah siap ingin meledak.