
Beberapa jam kemudian
Fisya yang melihat jam di pergelangan tangannya yang hampir waktu istirahat pun segera membereskan mejanya, yang berantakan itu akibat banyak berkas yang berserakan.
Setelah merapikan mejanya, dan sudah terlihat rapi,Fisya pun segera bagun dari tempat duduknya untuk menghadap atasanya.
"Maaf tuan sudah hampir jam istirahat! apa kita akan berangkat sekarang tuan"?
Mendengar penuturan dari sekretarinya, Al segera mengalihkan pandangannya terhadap jam yang ada di pergelangan tangannya.
"ternyata sudah mau jam istirahat saja".gumam Al yang hanya dapat di dengar oleh dirinya saja.
"Baiklah kita berangkat sekarang"!ujar Al yang segera merapikan mejanya dan mematikan laptopnya itu.
"Ayo".ajak Al
"Apa semua berkas yang di perlukan sudah kamu siapkan"?tanya Al
"Sudah tuan".
Mendengar jawaban dari sekretarisnya Al hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban yang di berikannya.
Setelah keluar dari ruangannya Al dan Fisya pun segera masuk ke dalam lif,Fisya pun segera menekan tombol untuk membuka lif itu untuk dirinya dan atasannya masuk.
"Silahkan tuan".Fisya pun segera mempersilahkan Al duluan untuk memasuki lif tersebut,memangkan? tugas sekretaris kan mendahului atasannya dari pada dirinya.
Setelah keduanya masuk kedalam lif suasananya pun berubah menjadi hening karena tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara, sungguh Al sangat benci suasana seperti ini.
"Sya".panggil Al."Apa hubungan kita akan seperti ini saja Sya"?.ucap Al
Fisya yang mendengar ucapan dari Al sama sekali tidak ingin mengubris pertanyaan dari Al.
"Sya tolong jangan seperti ini".ucap Al yang tidak menerima jawaban apapun dari Fisya, bahkan sekretarisnya ini sama sekali tidak merespon ucapan Al sama sekali.
Fisya yang terkejut atas apa yang di lakukan oleh Al sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa,sungguh kejadian ini begitu cepat sekali tanpa bisa Fisya hindari, ataupun menolak apa yang Al lakukan.
Al terus saja merapatkan tubuhnya dengan Fisya tanpa membiarkan Fisya melawan sama sekali,Al terus mempererat pelukannya di pinggang Fisya degan kedua tangan Fisya dia genggam di belakang punggung Fisya tanpa membiarkan Fisya menolak atas perlakuannya.
"Apa yang anda lakukan".ucap Fisya menatap mata Al "lepaskan".ucapnya lagi dengan meronta ingin di lepaskan
"Kenapa"?tanya Al yang juga menatap mata sekretarisnya ini.
"Apa yang anda lakuka,tolong lepaskan".ucap Fisya yang berusaha melepaskan dirinya dari dekapan bossnya ini.
Tanpa memperdulikan rontaan Fisya yang ingin dilepaskan dari dekapannya Al terus menatap mata itu dengan tajam.
"Kenapa Sya"?
"Kenapa apanya tuan? tolong lepaskan saya tuan,anda bisa saya laporkan atas kasus pelecehan tuan".ancam Fisya.
Al hanya terseyum mengejek mendengar ancaman dari sekretarisnya ini.
"Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku Sya"?
"Pertanyaan yang mana yang harus saya jawab Tuan"?
Al merasa sangat geram atas kelakuan Fisya yang pura-pura tidak ingat atas apa yang dia tanyakan.
"Jangan pura-pura lupa Sya".ucap Al "apa kamu ingin hubungan kita seperti ini seterusnya Sya"?tanya Al sekali lagi
"Hubungan seperti apa yang anda maksud tuan"?
"Apa kamu ingin kita seperti ini, saling tidak mengenal satu sama lain ,dan menganggap kita tidak memiliki status, apa seperti itu yang kamu inginkan, padahal sudak bertahun-tahun kamu meninggalkan aku tanpa aku tau keberadaan kamu selama ini di mana. bahkan tanpa ada kata putus diantara kita sama sekali,tapi apa sekarang, setelah aku bertemu denganmu kembali kamu bahkan sama sekali tidak pernah menganggapku ada kenapa Sya".ucap Al dengan suaranya yang keras dan menggema di dalam lif karena menahan emosinya terhadapa Fisya
Fisya hanya terdiam mendengar apa yang di ucapkan oleh Alkasy.