
"Tapi tidak seperti itu juga, itu membuat aku semakin terbebani saja dengan kebohonganmu itu, ahhhhh bikin pusing saja".dengan menghentakkan kakinya Fisya berucap kekesalannya terhadap Al.
Sikap Fisya yang merajuk seperti ini begitu imut di mata Al, entah kapan Fisya begitu menarik bagi dirinya rasanya dia ingin memiliki perempuan yang sedang cemberut di depanya ini seperti tingkah anak kecil saja.
"Cepat katakan pada tuan Dahlan kalau kita ini hanya sekedar atasan dan bawahan saja, dan tidak lebih".
"Tidak, aku tidak mau".ucap Al
"Kau".ahhh rasanya sunggu sangat geram sekali kenapa dia harus bertemu lagi dengan lelaki di depannya ini, dosa apa yang pernah dia lakukan sampai harus ada kejadian seperti ini.
"Kalau enggak kamu saja yang mengatakannya pada tuan Dahlan gimana"?.
"enak aja, kamu yang berbohong aku pula yang kamu jadiin buat tumbal untuk menjelaskan kebohongan yang udah kamu lakukan ".dengan melipat kan kedua tangannya di atas dada Fisya berkata sungguh ironis sekali nasip bawahan, atasanya yang berbuat salah dia pula yang memperbaikinya.
"Yasudah kalau tidak mau, seharusnya kamu itu bangga karena aku mengakuimu sebagai istriku,banyak orang yang mengiginkan posisi mu sekarang ini bisa menjadi istri dari Alkasy william. sudah kaya, ganteng, baik hati pula heheh walaupun itu hanya sebuah kebohongan saja".ucap Al dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi.
"Wahhh mulut mu itu seperti pisau lipat saja, sesekali di keluarkan kayak cabe level seratus".ucap al bagai mana bisa sekretarisnya ini mengatainya seperti itu apa dia tidak sadar sedang berhadapan denga siapa fikirnya.
"Kenapa apa ada yang salah dari ucapan saya tidak ada kan,yang saya katakan semuanya benar".dengan menompangkan kedua tangan nya di pingganya Fisya menantang Al dikiranya dia takut terhadap atasannya oh tidak sama sekali.
Al yang melihat kelakuan sekretarisnya semakin berani melawannya segera mengendorkan dasinya yang terasa sangat sesak itu.bagai mana bisa seorang sekretaris yang begitu kaku bisa berubah seratus persen ketika sedang marah.
"Kamu. wah wahh sungguh sangat berani sekali kamu membantah segala ucapan yang aku katakan ok baiklah, kamu lupa sekarang sedang berhadapan dengan siapa hah, kamu lupa siapa aku, aku ini atasan kamu".belum juga Al menyelesaikan ucapanya sudah di potong oleh Fisya.
"Kenapa memangnya kalau kamu atasan aku, kamu kira kita ini lagi di kantor kalau di kantor ok aku pasti akan menuruti semua perkataanmu karena kamu memang atasan aku tapi sekarang,hello..... ini kita lagi di luar jadi berhenti mengaturku dan berhenti mengatakan hal-hal yang bodoh, kamu fikir aku takut sama kamu No. aku cuma menghargai kamu itu sebagai atasan aku selama ini, makanya aku menuruti semua yang kamu mau, tapi sekarang kamu membuat sebuah kebohongan yang membuat aku akan menanggung beban yang begitu berat kamu tau itu".ucap Fisya yang sudah tidak tahan lagi ingin sekali dia mengeluarkan segala kemarahannya sekarang.
"Kenapa bisa jadi begini".batin Al kenapa Fisya semakin marah saja terhadapnya dan ini entah kemana sudah pembicaraan mereka