Love Me Please

Love Me Please
Bab 30



"Dan aku juga akan merasakan sakit hati lagi itu yang kamu ingin kan"?ucap Fisya denga suara yang sedikit kecil tapi masih bisa di dengar oleh lelaki yang berada di sampingnya.


Al yang mendengar perkataan dari sekretarisnya begitu terkejut, mendegar apa yang di katakan oleh Fisya, dia langsung terdiam tanpa bisa berkata lagi.


Rasanya Al tidak mampu untu menjawab perkataan Fisya tadi ia hanya bisa diam seribu bahasa bahkan untuk membahas hal lain saja tidak bisa di katakan.


Dan suasana dalam mobil pun terasa begitu sepi dan canggung,bahkan tidak ada satupun diantara mereka untuk memulai kembali pembicaraan.


Fisya yang mulai sadar akan perkataannya mulai panik sendiri,kenapa harus keluar kata itu dari mulutnya,dan suana di dalam mobilpun lansung terasa begitu sepi, bagai mana dia harus memecah suasana yang sunyi ini.


Ini semua gara-gara Al coba saja kalau dia tadi tidak membahas hal yang sudah berlalu itu pasti dia tidak akan sensitif seperti ini sampai harus mengeluarkan kata-kata itu.


Mereka pun masih sama-sama terdiam sampai akhirnya Fisya berkata.


"lebih baik kita segera berangkat lagi tuan jangan sampai kita terlambat".ucap Fisya yang mengalihkan suasana yang sunyi ini agar kembali seperti semula.


"Ba-baik".


Al pun lekas kembali menghidupkan mobilnya dan segera melajukan roda empatnya menuju kediaman tuan Dahlan.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman tuan Dahlan tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua.hingga mobil yang dikendarai oleh Al berhenti di sebuah rumah yang begitu mewah, melihat banyaknya mobil yang teparkir di depan rumah tersebut pasti para tamu undangan sudah banyak yang hadir.


Al segera membuka seatbelt lalu keluar dari mobilnya dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu mobil yang Fisya tempati.


Fisya yang merasa masih canggung akan suasana yang dia ciptakan tadi hanya bisa pasrah tanpa menolak sedikitpun apa yang bossnya katakan, diapun segera menerima uluran tangan atasannya,mengenggam tangan Al dan berjalan bersama tanpa penolakan sama sekali.


Al yang senang karena Fisya menerima uluran tanganya segera dia genggam dengan begitu erat, rasanya tidak ingin dia lepaskan tangan ini dari genggamannya sedetikpun.dia pun tidak ingin membahas hal tadi lagi dan membuat keduanya harus merasa canggung kembali.


Merekapun segera memasuki kediaman tuan Dahlan,benar seperti dugaan Al paratamu undangan sudah banyak yang datang untuk menghadiri hari jadi pernikahan beliau.


Fisya yang tidak terbiasa dengan suasana yang begitu ramai merasa begitu gugup, dia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini, sepertinya semua mata para tamu mengarah terhadapnya , dia tidak terbiasa dengan acara seperti ini, dulu ketika dengan tuan Rahmat dia tidak pernah menghadiri acara seperti ini,karena bossnya yang dulu pasti selalu pergi dengan istrinya.tapi sekarang sungguh membuat dirinya gugup bahkan tangannya terasa begitu dingin.


Al yang merasa tangan Fisya begitu dingin bahkan sampai basahpun menatap sekretarisnya.


"Kenapa"? tanya Al


"Sa-saya tidak terbiasa menghadiri acara seperti ini tuan".ucap Fisya dengan bengitu gugup.


Al yang paham akan maksud sekretarisnya segera menghentika langkahnya dan memperhatikan sekretarisnya begitu lekat, dan menggenggam kedua tangannya.


"Lihat aku Sya tatap mataku"ucap Al,


Fisya yang mendegar seruan dari Al segera menatap kedua manik mata hitam milik Al "Tenang tidak perlu takut atau pun gugup ada aku disini bersamamu"ucap Al menenangkan Fisya dengan tangannya semakin erat menggenggam tangan Fisya"ada aku di sini bersamamu pengang taganku maka semuanya akan baik-bai saja ".ucap Al sekali lagi agar Fisya percaya akan perkataannya.