Love Me Please

Love Me Please
Bab 37



Setelah menyelesaikan makan malam yang sudah tidak layak untuk di katakan makan malam itu karena sudah telat untuk di katakan makan malam,akhirnya mereka beranjak untuk pulang.


Baru saja keluar dari rumah makan tersebut suasana di luar mulain dingin dengan angin yang sedikit kencang seperti akan turuh hujan malam ini.


"Sepertinya mau hujan! ayo Sya udah mulai gerimis ini takutnya nanti makin deras".belum lama Al menyelesaikan ucapannya hujan mulai turun, dengan meraih tangan sekretarisnya Al segera menggenggamnya dengan erat lalu mengajak Fisya untuk berlari agar mereka tidak sampai basah kehujanan karena Al memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah makan yang mereka singgah.


Fisya yang terus memperhatikan tangannya di tarik dan digenggam erat oleh atasannya hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Ayo cepat masuk Sya".


Dengan cepat mereka masuk ke dalam mobil tanpa berlama-lama lagi takutnya nanti semakin basah karena hujan semakin deras saja.


"Huff.. dingin".ucap Fisya dengan mengusap kedua telapak tangannya yang kedinginan akibat terkena hujan yang membuat baju yang dia gunakan sedikit basah.


"Kamu dingi Sya"?


"Sinikan tanganmu"tanpa jawaban yang di berikan oleh Fisya Al segera meraih tangan sekretarisnya itu lalu mengusapnya dengan pelan.


"Apa sudah mendingan"?


sungguh perlakuan Alkasy sangat manis di mata Fisya seandainya saja Al bukan orang yang menyakitanya dulu pasti dia sangat senang tapi orang yang sedang mengusap tangannya itu hanyalah seorang yang brengsek yang pernah membuatnya sakit hati, apa sekarang Al masih kurang ajar juga seperti dulu entahlah Fisya sungguh sangat pusing sekarang memikirkan tentang itu.dia hanya bisa pasrah saja menerima setiap perlakuan Al terhadapnya untuk sementara, kalau memang nanti Al berbuat yang hal seperti dulu dia pasti akan membalanya tidak mungkin dia akan berdiam lagi seperti dulu.


"Apa sudah mendigan"?tanya Al lagi karena tidak mendapat jawaban dari sekretarisnya.


"Ah su-sudah tuan"Fisya segera menarik tanganya dari genggaman tangan Al rasanya sungguh canggung sekali setelah menerima perlakuan atasannya seperti itu.


Karena kejadian itu suasana di dalam mobilpun kembali menjadi hening, Fisya yang merasa canggung dengan atasannya karena perlakuan yang begitu manis yang di tunjukan oleh Al, Al yang merasa kecewa karena Fisya menolak perhatian yang di berikan oleh dirinya walaupun Fisya tidak mengatakannya tapi Al bisa merasakannya.


Tidak terasa keheningan yang terjadi sudah berlangsung begitu lama hampir setegah jam dan hujan yang semakin deras tapi Al belum juga menjalankan mobilnya akhirnya membuat Fisya memutuskan untuk bertanya ke pada atasannya.


"Tuan"?


"hmmm"gumam Al menyahuti panggilan sekretarisnya.


"Apa kita aka berada di sini sampai pagi tuan"?


"Maksudmu"?


"Kita sudah hampir satu jam berada di dalam mobil tapi tuan masih juga belum menjalankan mobilnya untuk segera pulang"?


"Huff." Al menghela nafasnya mendegar apa yang di katakan oleh sekretarisnya, padahal dia masih ingin berlama-lama dengan sekretarisnya ini, tapi Fisya selalu saja ingin menghindar bahkan segaja membuat jarak di antara mereka.


"Kamu tau Sya"?


"Tidak tuan"!


"Huff" suguh jawaban dari Fisya bikin emosi saja.


"Kamu tau Sya hujan seperti ini mengigatkan aku pada sebuah kisah"?