Love Me Please

Love Me Please
Bab 39



Al sungguh senang sekali malam ini karena jarak yang selama ini yang begitu jauh di antara mereka sedikit mencair malam ini, dia sangat bersyukur dengan adanya hujan dia bisa lebih dekat dengan sekreterisnya ini, ternyata hujan yang turun malam ini memberi rahmat kepada mereka agar bisa lebih dekat kembali bahkan mungkin bukan untuk keduanya saja melainkan ke pada seluruh penghuni bumi ini.


Dia bertekat akan memperbaiki semuanya dan akan meminta maaf ke pada Fisya atas perbuatannya dulu dan akan mengakui kesalahannya untuk membuat Fisya kembali lagi kepadanya walaupun dia tidak yakin Fisya belum tau perbuatanya. menurutnya Fisya belum tau tujuannya dulu untuk mendekatinya tapi dia akan berusaha untuk meminta maaf kepada Fisya dan memperbaiki hubungan di antara mereka berdua , hatinya sekarang seperti berbunga-bunga karena bisa menggoda dan berbicara sedikit lebih lama dengan sekretarisnya ini, dia tidak tau apakah dia sekarang mulai jatuh cinta ke pada sekretarisnya ini karena setelah kepergian Fisya dari dirinya, dia selalu merasa ada yang kosong walaupun waktu itu iya sempat kembali lagi menjalin cinta dengan kekasihnya tetapi ada sesuatu yang hilang di dalam hatinya tapi dia tidak tau apa yang hilang dari dirinya.


Dan ketika sekarang dia berjumpa dengan Fisya kembali dia merasa sangat bahagia bahkan ketika dia berhadanpa dengan Fisya lagi jantungnya seolah bendetak lebih kencang seperti suara genderang, seperti bait lagu dari Dewa 19 di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang.mungkin bait lagu itu sangat cocok untuk perumpamaan yang sesuai dengan detak jantung yang Al rasakan selama ini ketika dia selalu dekat denga Fisya.


"Tuan cepat kita pulang saya sudah tidak tahan ingin segera istirahat".ucap Fisya dengan bibir yang masih cemberut.


"Iya iya baik lah"Akhirnya Al memutuskan untuk segera pulang,sepertinya sekretarisnya ini benar-benar ingin segera untuk beristirahat terlihat dia yang sesekali menguap.


Al pun segera menyalakan mesin mobilnya dan segera menjalankan mobilnya untuk mengantar Fisya pulang dan beristirahat,sepertinya dia pun juga ingin beristirahat karena tubuhnya terasa lelah juga.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di depan rumah Fisya.


"Sudah sampai".ucap Al setelah menghentikan mobilnya di depan rumah sekretarisnya ini


Karena tidak ada pergerakan sama sekali di sebelahnya dia pun mulai mengalihkan pandangan matanya melihat keadaan sekretarisnya itu.


"Ternyata dia ketiduran".ucap Al yang mulai memperbaiki kepala Fisya yang bersandar di jendela kaca mobil.


"Pasti kepalanya sakit".gumam Al yang terus memperhatikan setiap inci wajah Fisya yang lagi tertidur itu.dari mulai mempebaiki posisi kepala Fisya sampai merapikan helaiyan rambut sekretarisnya yang sedikit menutupi wajahnya.


"Cantik".hanya itu kata yang terucap dari bibir Al untuk menggambarkan betapa cantiknya mahkluk ciptaan yang maha kuasa yang berada di hadapannya ini.


Diapun menyisiri setiap permukaan kulit wajah Fisya dengan jari-jari tangannya.mengelus dengan lembut setiap permukaan itu berujung dengan pandangan matanya yang tertuju ke pada bibir yang sedikit tebal itu, sungguh bibir itu begitu seksi ingin sekali rasanya dia mencicipi manisnya bibir itu,tanpa sadar Al memajukan bibirnya sedikit demi sedikit dan berujung dengan di mengecup bibir manis yang sedari tadi menggodanya itu.


Cup, sedikit ********** lebih lama merasakan kelembutan dan manisnya bibir seksi sekretarisnya.


Mendegar lenguhan dari sekretarisnya Al terkejut diapun segera melepaskan ******* bibirnya, dia tidak ingin perbuatannya ini ketahuan oleh sekretatarisnya ini, kalau sampai Fisya sadar dan mengetahui perbuatan Al bisa tamat riwayatnya.


"Huff.. untung.. untung, apa yang telah aku lakukan kalau Fisya tau bisa tamat hidupku".gumam Al sambil tersenyum- senyum sendiri dengan tangannya mengelus bibinya itu merasakan sisa manisnya bibir Fisya.


"Ahh tidak bisa seperti ini aku harus membagunkannya kalau tidak aku tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya nanti bisa-bisa aku khilaf lagi".gumam Al dia tidak ingin dirinya khilaf lagi dan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap sekretarisnya ini.baru juga beberapa menit Fisya tidur dia sudah berani menciumnya apa lagi nati kalau sampai sejam lagi bersama Fisya bisa-bisa dia tidak tahan dan melakukan perbuatan yang membuat Fisya semakin menbenci dirinya lebih baik dia membagukan Fisya segera.


Fisya yang memang sudah sangat pulas tidurnya itu tidak terganggu sama sekali apa yang di lakukan oleh atasannya.


"Sya.. Sya ..Sya".panggil Al dengan mengoyangkan bahu sekretarisnya itu untuk segera bangun.


"Sya bagun sudah sampai, heyyy bagun".masih dengan mengoyangkan bahu Fisya Al terus memanggil nama Sekretarisnya itu agar segera bagun.


*


*


*


*


...Mohon dukunganya dan comenya ya agar author lebih semangat dalam menulis...


...Terimakasih...