
Akhirnya mereka pun sampai di rumah. semula Al yang ingin mengajak Fisha untuk kembali mengisi perutnya kembali di restoran lain akibat kedatangan Viona yang mengganggu acara makan di restoran sebulumnya pun tidak jadi, karena Fisya lebih memilih untuk pulang katanya! "Aku makan di rumah saja Al , lebih baik kita pulang saja".jadi terpaksa Al membawa Fisha untuk segera pulang.
padahal alasan yang lebih tepatnya kenapa Fisha ingin pulang itu karena takut akan perubahan Alkasy yang begitu mengerikan bagi dirinya.
🎄🎄🎄🎄🎄🎄
Setelah membersihkan badanya Fisya segera turun menuju dapur, rasanya malam ini ia malas sekali untuk memasak. jadi dia memutuskan untuk memasak makanan yang simpel-simpel saja,.
" Mie sedap goreng sepertinya enak! sama telor ceplok "! gumamnya.
Fisha pun segera mengambil alat-alat yang di perlukan untuk ia membuat mie goreng. setelah beberapa menit akhirnya Fisha selesai juga dengan masakannya. dia pun dengan segera mengambil piring dan mulai meletakkan masakannya itu kedalam piring yang sudah dia ambil, tidak lupa juga dia pun mengambi nasi, rasanya tidak afdol kalau makan mie tidak pakai nasi.tidak bakalan kenyan!
Fisya pun segera membawa makananya ke atas meja untuk segera dia makan,perutnya pun sudah sedari tadi berdendang minta segera di isi.
Baru saja ia ingin memasukan satu suapan nasi kedalam mulutnya, Fisya meletakkannya kembali karena teringak sesuatu. Dia pun segera berdiri dengan cepat-cepat dia menuju ke arah pintu rumahnya memastikan apakah sudah terkunci, lalu dia pun segera mematikan lampu ruangan depanya itu.
"Untung saja aku mengingatnya! kalau tidak pasti malam ini aku tidak bisa istirahat cepat lagi".ucapnya yang ingi kembali ke meja makan untuk mengisi perutnya kembali.
"Ahh syukur sekali rasanya" ucap Fisha mengelus dadanya bersyukur karena malam ini ia bisa terlepas dari gangguan Al , dan dia juga bersyukur malam ini dia tidak melupakan untuk mematikan lampu rumahnya. kalau tidak! pasti bisa di pastikan malam ini Al pasti akan menganggu waktu istirahanya lagi. Bahkan Al mempunyai seribu alasan setiap Fisha menyuruhnya untuk pulang. ada saja alasan dan jawaban yang dia berikan.
"Aman-aman"ucapnya yang segera berlalu meneruskan makan malamnya yang sempat tertunda.
Jika Fisha merasa bahagia karena malam ini tidak mendapatkan gangguan dari Al. maka berbeda dengan Al yang kecewa. sudah berapa kali dia memanggil perempuan itu tapi tidak juga ada sautan dari dalam, bagaimana ada sautan dari dalam sedangkan lampu rumahnya saja sudah mati.
"Apa dia sudah tidur"ucapnya pada diri sendiri. sambil masih memanggil nama Fisya dengan terus mengetok pintu rumah Fisha.
"Fisya sayang....buka pintunya dong "panggilnya lagi " apa benar dia sudah tidur? tumben cepat sekali dia tidur malam ini". ujarnya lagi karena masih tidak mendapatkan jawaban dari dalam.
Beberapa menit kemu dian Alkasy pun memutuskan untuk pulang saja, sudah sedari tadi dia berteriak bahkan mengedor-ngedor pintu rumah Fisya tapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban, yang ada dia malam kena marah dari tetangga nya Fisya karena suaranya yang mengganggu istirahatnya itu.
Walaupun kecewa Al pun segera pulang, masih ada hari esok untuk bertemu dengan pujaan hatinya itu. rasanya ia ingin segera menjadikan Fisya menjadi istrinya agar bisa bersama-sama terus.