
"Sayang, nanti pulang kerja kita mampir di restoran xxx bentar ya".ucap Al memberi tahu Fisya atas keinginannya.
"Terserah".jawab Fisya yang memang malas meladenin Al.
"Jagan jawab gitu donk sayang, masa jawabannya begitu".rajuk Al yang semakin manja saja kepada Fisya hilang sudah sikap wibawanya kalau lagi bersama Fisha.
"Iya ...iya... iya....".jawab Fisya akhirnya memutuskan untuk menerima ajakan Al karena dia merasa geli melihat sikap Al yang seperti anak kecil saja yang minta di gendong oleh ibunya.
"Hehehe gitu dong yang".ujar Al tersenyum begitu cerah karena permintaanya di kabulkan.
"Kalau begitu pindahlah, jangan masih disini kan sudah aku iya kan permintaanmu,jadi kembalilah kemejamu, pasti pekerjaanmu masih begitu banyak".
"Iya".rajuk Al yang segera pindah dari samping Fisya."sementar saja pun tidak bisa".gumamnya
Fisya yang menyaksikan kelakuan Alkays hanya bisa mengelengkan kepalanya saja dia tidak habis fikir melihat akan perubahan sifat Al yang begitu manja seperti anak kecil saja,suka meraju pula ntah kemana perginya Al yang dia kenal dulu,yang suka semena-mena dan galak itu. ntah pergi kemana sifat itu. tapi sepertinya hanya satu sifat Al yang tidak bisa di rubah sepertinya sifat pemaksanya itu,kalau itu sepertinya semakin menjadi-jadi saja.
Akhirnya mereka pun kembali ke posisinya masing-masing yaitu kembali mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk begitu banyak setiap harinya di atas meja kerja.
*
*
*
"Atau kamu mau makan di luar"?tanya nya lagi karena Fisya belum memberi jawaban atas pertanyaan tadi.
"Tidak perlu, biar aku saja yang memesannya,rasanya siang ini aku ingin ayam bakar sama jus jeruk, sepertinya cuaca siang ini cocok kalau makan itu"..ujar Fisya. " Kamu seperti biasakan"? tanya Fisya yang segera mengambil benda canggih yang ada di atas mejanya dan segera mengetik apa saja yang ingin ia pesan untuk makan siangnya ini.tanpa menunggu jawaban yang di berikan oleh Al mau apa tidak!
Al mengeleng kan kepalanya tanda dia tidak ingin Fisya memesankan makanan yang biasa dia makan."Sama kan saja aku juga ingin sepertinya"! ujar Al yang segera menghentika kegiatan Fisya yang sedang mengetik itu.
Fisya hanya menatap Al dengan menaikkan sebelah alisnya, tumben sekali Bossnya ini makan nasi siang ini biasanya ngak.
"Benarkah"?
Al pun segera mengangguk membenarkan apa yang dia ucapkan.
"Tumben biasanya juga tidak mau"?
"ntahlah ingin saja sepertinya enak apa lagi nanti di cocol sama sambalnya yang pedas itu pasti enak sekali,rasanya sudah meleleh saja air liurku membanyangkan makanan itu. cepat pesanlah".ujar Al yang sudah tidak sabar memakan makanan itu.
Fisha pun hanya menganggu lalu segera mengetik kembali pesanan makanannya.