
"Ma Al berangkat dulu ya".
"Iy, Fisya juga berangkat dulu bun".ujar Fisya minta izi kepada ibundanya Alkasy
"iya pergilah".ujar ibunda Al
Melihat mobil yang di kendarai oleh Al sudah menjauh ibu Anita pun segera mengeluarkan kata-katanya untuk membuat ibu-ibu komplek itu iri padanya.
"Wah senang sekali rasanya,tahu saja putraku itu mencari calon menantu idaman seperti yang mamanya inginkan, akhirnya bisa juga putraku menjadikan Fisya sebagai menantu ku,ahh rasanya sunggu tidak sabar menunggu mereka segera halal".
"Alahh baru dapat mantu gitu aja bangga".ujar salah satu ibu yang ada di situ.
"Kenapa iri? bilang aja kalah saing elehh".ucap mama Anita
"Is siapa juga yang iri, putraku malahan bisa mencari calon istri lebih baik dari Fisya".ujar ibu itu lagi yang tidak ingin kalah dengan mama Anita.
"Ohhh yaaa"?.ledek mama Anita. "sudah gak usah bohong irikan? kalau anak saya bisa dapatin nak Fisya ngaku aja ngak usah malu, lagian saya tau lo.. selama ini para ibu-ibu selalu menyuruh purta ibu ibu sekalian untuk mendekati nak Fisya kan? supaya bisa di jadiin menantunya,udah ngaku aja jagan malu, jadi jagan bilang kalau ngak iri karena ternyata anak saya yang jadi pemenang nya".
"Elleh gitu aja bangga".cibir ibu itu kembali
"Sombong baget sih".ujar ibu itu lagi dengan kesal terhadap mama Anita.
"Beruntung sekali bunda Anita ya bisa mendapatkan nak Fisya menjadi menantunya".ucap salah satu ibu yang rumahnya berada di sebelah rumah Fisya.
"Iya betul".jawab satunya lagi " padahal putranya itu belum lama pulang! beruntung sekali dia,padahal anak kita sudah bertahun- tahun merayunya tidak jugan berhasil untuk milikinya".
"Alah palingan dia itu pake pelet makanya nak Fisya mau sama dia".ucap ibu yang tadi memfitnah Alkays bahwa sanya dia pake pelet makanya Fisya mau sama Al.
"Huff gak boleh ngomong gitu, jangan ngada-ngada lo buk Nana, bisa jadi fitnah itu, mungkin memang sudah jodonya anak bunda Anita.siapa coba yang bisa nolak anaknya bunda Anita ? ngak lihat tadi sudah ganteng ,sukses lagi betul gak ibu-ibu".? ucap ibu lain membantah tuduhan yang di berika oleh ibu Nana.
"iya betu, betul itu". ucap ibu ibu lain membetulkan perkataan ibu tadi.
"kalau begitu lebih baik kita sekarang bubar saja, ayo bubar nanti pada di cariin lagi sama suaminya". ujar ibuk yang rumahnya di sebelah rumah Fisya untuk segera membubarkan perkupulan yang terjadi di antara rumahnya dan rumah Fisya, kalau tidak di suruh untuk pulang maka tidak akan selesai -selesai yang ada akan berlanjut semakin lama.
"iya lebih bai pulang".ujar para ibu ibu begetu lesu karena kecewa atas pemberitaan yang mereka ketahui, akhirnya pun mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing.