
Alkasy pun menangkup wajah Fisha, menatapnya begitu dalam. " mari kita awali semuanya dari awal Sha". ucapnya, "tolong maafkan aku kalau aku pernah berbuat salah atau pernah menyakiti perasaan mu,izinkan aku untuk tetap bersamamu Sha, jagan pernah berfikir untuk pergi dari ku lagi , mari kita perbaiki hubungan kita sha!. aku begitu mencintaimu! I love u" ucapnya seraya mencium kening Fisha.
Lantas Fisha pun menata Alkasy begitu dalam, menelisik kedalam kedua bola mata itu apakah semua itu hannya kebohongan Alkasy saja, yang ingin merayunya, tapi semakin lama dirinya menatap kedalam manik bola mata indah itu, sama sekali tidak ada kebohongan, yang ada hanya tatapan cinta dan ketulusan.
Keduanya pun saling diam, memandangin satu sama lain, bahkan wajah di antara keduanya pun mulai semakin dekat, entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, sehingga kedua bibir itu pun mulai bertemu dan menyatu, saling menyesap menikmati satu sama lain.menyalurkan segala rasa kerinduan yang selama ini mereka rasa.
Alkasy pun mulai melepaskan tautan bibirnya, setelah merasa nafasnya dan Fisha mulai menipis, dan segera menempelkan keningnya pada kening Fisha,dengan nafas yang masih memburu, Alkasy mengusap sisa salivanya yang menempel pada bibir Fisha akibat perbuatannya.
"Menikahlah denganku".ucap nya. yang membuat Fisha begitu berdebar- debar mendengarnya, sungguh dia begitu merasa senang sebenarnya mendengar akan ajakan Alkasy, lelaki yang bengitu dia cintai walaupun lelaki ini pernah menyakitinya, bahkan sekuat apa pun dia berusaha untuk membencinya, bahkan melupakan cintanya, tapi semua itu hanya sia-sia. bahkan cintanya semakin hari semakin besar untuk pria ini, walaupun dia selalu mengelak akan dirinya yang masih mencintainya, tapi ada rasa takut pula yang terselip di hatinya.takut kalau dirinya bakalan di jadikan sebagai pelampiasan lagi, dia tidak tau ingin menanggapi ajakan Alkasy bagaimana, dia begitu bingung sekarang di satu sisi dia ingin menerima ajakan Alkasy, tapi di sisi lain dia juga merasa taku.takut akan segala kemungkina-kemungkinan yang terjadi.
"Kamu bersunggung- sungguh akan ucapan mu itu"?
"Iya"! angguk Alkasy akan pertanyaan Fisha. dia benar-benar ingin menjadika Fisha sebagai istrinya ia ingin memiliknya seutuhnya.
"Tapi aku"!...
"Ssstttt". Alkasy meletakkan jari telunjuknya di bibir Fisha. "tidak perlu menjawabnya sekarang! aku tau kamu pasti belum siap, aku akan menunggu kapanpun kamu siap". ucap nya "tapi dengan syarat! jagan pernah menolak segala perhatian yang aku berikan. dan satu lagi jangan pernah pergi dari ku lagi, katakan apa saja kekesalan yang ada di hati mu terhadap ku.aku tidak ingin ada kesalah pahaman di antara kita, katakan apa saja yang tidak kamu sukai dari kelakuan ku, beri tau aku kalau aku berbuat salah".ucap nya.
Fisha pun mengangguk kan kepalanya kali ini ia ingin sekali percaya akan segala yang di katakan Alkasy.
"Terimakasih".ucap Al "And i love you so much".ucapnya dengan mengecup kembali bibir Fisha yang begitu menggodanya.
"Apa kita akan seperti ini saja"?tanya Fisha yang tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kalau dia terus diam dan membiarkan Alkasy melakukan apa saja yang dia ingin kan.
"Biarkan sebentar saja seperti ini, aku begitu merindumu selama ini, kamu menghilang begitu saja dari ku, sama sekali tidak ada kabar, ".ujarnya merajuk, dengan wajahnya di buat cemberut.
"Jangan cemberut seperti itu, sama sekali tidak cocok dengan mu". ujar Fisha merasa geli melihat tingkah Alkasy yang cemberut seperti itu, sama sekali tidak sesuai dengan umurnya.
"Kalau begitu berikan aku satu kecupan, agar aku tidak cemberut lagi".
"Tidak"!
"Ck. Pelit sekali".ucap Alkas.
"Biarin, kamu sudah sering menciumku, bahkan bibirku ini sudah tidak perawan lagi akibat ulahmu"! ucap Fisha yang kesal bila mengingat kelakuan Al yang mengambil ciuman pertamanya dengan paksa.
"Benarkah".ujar Alkasy terlihat bahagia, tidak salah berarti akan pemikirannya yang mengatakan kalau dia lelaki yang telah mengambil firs kissnya Fisha, bahagia sekali rasanya mengetahui kalau dialah lelaki yang beruntung itu.
"Sudah-Sudah cepat kerjakan pekerjaan mu yang sudak menumpuk itu". ujar Fisha yang tidak ingin meladeni perkataan Alkasy lagi.