
"Hmmmm"Al yang masih memejamkan matanya menjawab ucapan Fisya hanya dengan gumaman saja tanpa membuka matanya.
Mendengar gumaman atasanya Fisya langsung berkata.
"Tuan ini makanan yang anda pesan sudah saya letakkan di meja tua".melihat tidak ada jawaban dari Al, Fisya yang sudah meletakka minuman dan nasi di meja atasanya pun segera ingin mengerjakan pekerjaannya kembali,tapi sebelumnya dia meminta izin kepada atasanya terlebih dahulu.
"Kalau begitu saya kembali bekerja tuan"
Baru saja Fisya ingin berbalik tapi tangannya sudah di tahan oleh atasanya.
"Bisakah kamu menyuapiku, perutkut sakit sekali, rasanya aku tidak bisa makan sendiri"ucap Al degan nada seperti orang kesakitan
Mendegar permintaan bossnya membuat kening Fisya mengerut, memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan terhadap atasannya
"Tapi tuan yang sakit perut anda bukan tangan anda tuan".kata Fisya ingin menolak permintaan atasannya karena yang dia lihat bossnya ini masih sanggub makan sendiri tanpa harus di bantu.
Al yang mendegar jawaban dari sekretarisnya tidak tau harus berkata apa,bagaimana bisa sekretarinya menolak permintaanya degan kata-kata seperti itu. Tapi Al masih memiliki cara yang lain agar Fisya mau menyuapinya dan bisa dekat dengannya lagi, walaupun perutnya memang sedikit sakit tapi masih bisa di tahan dia masih bisa makan sendiri, hanya saja dia ingin lebih dekat lagi dengan sekretarisnya dan menanyakan kesalahannya dimana, agar Fisya bisa memaafkannya dan mereka seperti dulu lagi.
"Apa kau tidak melihat aku sangat kesakitan, rasanya aku tidak bisa mengerakkan seluruh tubuhku, sedikit saja aku bergerak rasa-rasanya perutku ini seperti di cabik-cabik".ucap Al dengan nada suara dan raut wajah yang dibuat seperti orang menahan sakit, degan mata yang sangat memohon Al terus menatap sekretarisny itu.
"Tapi tu".
Fisya yang melihat kondisi Al seperti sangat kesakitan, ia pun mengiyakan permintaan bossnya.
"Baiklah tuan".
Fisya segera membuka nasi bungkus yang sudah ia letakkan di atas piring , mengambil sendok lalu dia segera menyuapi bossnya.
"Buka mulutnya tuan".
Al merasa sangat senang tidak sia sia rupanya dia berekting tadi, walaupun Fisya seperti tidak ikhlas melakukannya, bagi Al tidak apa-apa yang penting dia bisa dekat denga sekretarisnya.
Al tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya sendiri dia hanya ingin selalu dekat dengan Fisya, makanya dia berusaha untuk dekat dengan fisya walaupun harus melakuka berbagai cara dia tidak peduli yang penting Fisya mau memaafkannya dan dekat dengannya lagi.
dia menyesal atas segala perbuatannya dulu, setelah kepergian Fisya dia merasa sangat kehilagan selama ini dia selalu mencari keberadaan Fisya, ketika dia bertemu kembali dengan Fisya dia tidak ingin kehilangan nya lagi,tapi yang terjadi malah sebaliknya Fisya malah menganggapnya hanya orang asing yang baru berjumpa dengan dirinya,maka dari itu dia sangat berusaha untuk membuat Fisya dekat kepadanya lagi.
Alkasy memperhatikan apa yang dilakukan oleh sekretarisnya bagaimana dia membuka bungkusan nasi bungkus itu, lalu mengambilnya dengan sendok,dan sampai cara Fisya menyuruhnya untuk membukan mulutnya untuk dia suapkan nasi.
"Ternyata dia masih mengingat makanan apa yang aku suka, dia masih orang yang sama, dia masih nafisku".batin Al setelah merasakan nasi yang di beli oleh Fisya, ia merasa sangat senang karena Fisya masih mengingat apa yang iya suka,padahal sudah bertahun-tahun tapi Fisya masih mengingatnya.