
Setelah menyelesaikan makan malam nya mereka pun saling diam satu sama lain. jika Alkasy diam karena tidak tau harus memulai dari mana untuk mengutarakan keinginan hatinya. maka berbeda dengan Fisha yang terdiam karena terus memandangi di setiap sisi , dirinya begitu kagum akan apa yang di lihatnya sungguh indah sekali dia tidak menyangka pemandangan dari atas sini sungguh begitu indah.,bahkan suasana makan malamnya pun juga tak kalah indahnya dengan taburan bungan dan lilin yang menghiasi tempat ini.
Fisha yang sedari tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya dari apa yang dilihat di sekitarnya pun begitu bahagia, di begitu senang malam ini.
"Apa semua ini kamu yang menyiapkannya"? tanya Fisha.
Alkasy mengangguk mengiyakan akan pertanyaan Fisha."iya".jawabnya. mungkin sedikit obrolan akan membuat dirinya tenang batinya yang gugup.
"Benarkah"?.tanya nya lagi tidak percaya semua ini Alkasy yang menyiapkannya
"Apa kamu tidak yakin"?
"hmm".Angguk Fisha. "kapan kamu menyiapkan semua ini"?
"Tadi waktu kamu istirahat"!
"Beneran ini semua kamu yang mengerjakannya ? sendiriian"? tanya nya lagi .
"Hehehh bukan sendiri sih, kalau hanya aku sendiri yang mengerjakan semua ini mana mungkin akan selesai dalam waktu singkat, ada yang bantu juga".ucapnya mengusap kuduknya karena ketahuan juga. "tapikan ini dan yang itu aku sendiri yang melakukannya berartikan sama juga". ucap Alkasy lagi.
"Tapi..Apa kamu suka"?tanyanya ragu-ragu
"Apa kamu menyiapkan semua ini untuk ku"?tanya Fisha.
"Iya".ucap Alkasy
Sungguh Fisha begitu bahagia mendengar jawaban yang di berikan Alkasy, dia sama sekali tidak percaya Alkasy rela melakukan semua ini hanya untuknya.
"Terima kasih".ucap Fisha berkaca kaca, akhirnya dia bisa merasakan apa yang sedari dulu ia ingin kan.
"Hey, kenapa? jangan nagis. apa aku melakukan kesalahan"?tanyanya khawatir karena Fisha yang mulai menagis.
"Ah tidak".ucapnya. "aku bahagia sekali, aku pikir aku tidak akan pernah merasakan hal seperti ini"!ucap Fisha.
Dulu Fisha pernah beberapa kali menjalin hubungan tapi selalu saja kandas, tidak ada yang ingin serius dengannya, bahkan dulu ada yang hanya baru seminggu menjalin sebuah hubungan sudah putus. ketika dia bertemu dengan Alkasy dan menjalin sebuah hubungan dengan Alkasy dia pun semula mengira hubunganya saat itu bersama Alkasy bakalan bertahan hingga kejenjang pelaminan karena perlakuan Alkasy yang begitu tulus terhadapnya. ternyata semakin hari perlakuan Alkasy kepadanya semakin berubah sampai di satu waktu dia mengetahui niat Alkas yang ingin menjadikan dirinya sebagai kekasihnya hanya untuk pelampiasan saja. sungguh sakit sekali mengetahui kenyataan yang sebenarnya. karena kejadian itu dia pun memilih untuk pergi. dan tidak ingin memulai hubungan dengan lelaki mana pun dan dirinya pun memutuskan untuk lebih mementingkan karirnya dari pada asmaranya.
"Maafkan aku,dulu aku memperlakukan dirimu begitu tidak baik".ucapnya merasa begitu bersalah akan perlakuannya di masa lalu, dia benjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat wanitanya menagis lagi sudah cukup dulu dirinya melukai hati Fisha dan kali ini ia tidak ingin memelakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya dan membuat Fisha pergi dari dirinya lagi.
"Jangan menagis lagi".ucap Alkasy mengusap sisa air mata yang jatuh di pipi Fisha.
Tapi sekarang dia bisa melihat perlakuan Al yang begitu tulus terhadapnya, bahkan dia tidak malu untuk mengenggam tangannya di khalayak umum, berbeda sekali dengan dulu.,ingin sekali dirinya mempercayai semua ini tapi di hatinya masih terselip rasa was-was, dia hanya ingin menjaga hatinya saja jika nanti hubungannya ini akan berakhir seperti dulu dirinya tidak ingin merasakan sakit hati untuk kedua kalinya.tidak salahkan kalau dirinya hanya mewantinya saja.