Love Me Please

Love Me Please
Bab 62



Setelah memberi kesempatan untuk Fisya agar bisa bernafas,Al kembali membungkam bibir Fisya dengan bibirnya kembali.


Fisya yang belum siap menerima kembali ******* dari bibir Al hanya bisa membolakan matanya dengan tangan yang meremas lengan baju Al. dia yang mulai tersadar dengan kelakuan Al yang kembali ******* bibirnya kembali pun mulai meronta agar Al melepaskan ciumannya itu.


Tanpa memperdulikan rontaan yang Fisya lakukan. Al terus saja ******* bibir itu begitu dalam, dia terus memperdalam ciumannya, ******* bibir Fisya tanpa memberi kesempatan untuk Fisya berbicara sepatah katapun.Dia terus menghisab bibir bawah dan atas dengan begitu rakusnya. Dia terus **********,membuat Fisya terbuai akan apa yang dia lakukan supaya Fisya berhenti dari rontaannya.


Fisya yang masih meronta ingin di lepaskan oleh Al akhirnya pun mulai terbuai akan permainan lidah yang Al lakukan, terlihat sekali kalau Al sudah begitu ahli dalam bidang ***** ******* sepertinya.Fisya pun mulai memejamkan matanya menikmati setiap sensasi yang Al berikan, Dia hanya bisa menerima setiap sentuhan yang Al berikan tanpa bisa menolaknya,sungguh rasa ini begitu asing bagi dirinya yang baru pertama kali merakannya.


Al tau pasti ini yang pertama bagi Fisya dia bisa merasakannya karena Fisya begitu kaku bahka dia tidak membalasnya sama sekali,.mengetahui bahwa dirinya yang pertama kali mengambil ciuman pertama Fisya, begitu membuatnya sangat bahagia,walaupun ada sedikit rasa menyesal karena telah mengambil first kiss Sekretarisnya ini.tapi tetap saja dia lebih banyak bahagianya ketimbang rasa bersalahnya.


"Manis".ucap Al setelah melepaskan ******* bibirnya, dia menatap Fisya dengan tatapan begitu sayu menandakan kalau dia menginginkan lebih,tapi sekuat mungkin dia menahanya, dia tidak ingin membuat Fisya benci kepadanya dan akhirnya Fisya pun pergi dari hidupnya lagi dia tidak ingin itu terjadi lagi, cukup sekali dia merasa kehilangan wanita yang di cintainya, dia tidak ingin kejadian lima tahun silam terulang lagi.


"Tatap mataku Sya".pinta Al dengan mengangkat dagu Fisya denga jarinya untuk bisa menatap wajah pujaan hatinya begitu dekat.


"Kamu tau Sya aku sama sekali tidak akan perduli kamu yang sudah memiliki lelaki yang kamu cintai. aku juga sama sekali tidak akan perduli kalau kamu ingin menikah dengannya, aku sama sekali tidak perduli.karena tidak ada yang berhak terhadap dirimu kecuali aku,aku yang pantas bersanding denganmu,cuma aku yang pantas memilikimu, tidak ada yang bisa memilikimu kecuali aku, aku akan melakukan apa saja agar kamu tetap berada disisiku,tidak akan aku biarkan lelaki manapu memilikimu kecuali aku, karena aku yang pantas dan berhak memilikimu sepenuhnya. ingat Sya hanya aku yang berhak atas dirimu, selama ini aku sudah sangat bersabar menghadapi semua perlakuanmu terhadap diriku dengan selalu menghidar dariku, dan aku juga selalu bersabar menghadapi sikapmu yang selalu menganggapku sebagai orang asing bagimu,sudah cukup aku bersabar selama ini Sya,tapi untuk kali ini aku tidak akan pernah membiarkannya lagi, mulai sekarang kamu yang akan mengikuti setiap apa yang aku lakukan dan inginkan ".ucap Al begitu tegas menekankan setiap kata yang dia ucapkan kalau kali ini dia tidak akan main-main denga setiap ucapanya.


"Dan batalkan pernikahanmu dengan lelaki itu, kalau tidak, kamu akan tau apa yang bisa aku lakukan".ancam Al yang ingin menakut-nakuti Fisya saja.


"Glekk". Fisya yang mendengar ancaman dari Al hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.