Love Me Please

Love Me Please
Bab 87



Sepertinya sekarang tujuan Alkasy sudah berubah, padahal sebelumnya ia ingin sekali bertanya kenapa Fisha cepat sekali mematikan lampu rumahnya! apa benar ingin menghindarinya? . ternyata sekarang dirinya malah mengeluarkan kerinduannya kepada sekretaris pemikat hatinya ini.


"he he he he he he". terdegar suara tawa di seberang sana. sambil menggelengkan kepalanya Fisha pun mengejek Al dengan menjulurkan lidah nya,. " Gombal".ucap Fisha kemudian.


"Apanya rindu, kita bahkan selalu bertemu,tidak di kantor tidak di rumah, dasar playboy pinter sekali ngegombalnya". ujar Fisha yang masih tertawa akan perkataan Alkasy.


Setelah sekian lama akhirnya Al bisa melihat kembali tawa itu, dia begitu senang ternyata tidak sia sia dirinya menelpon Fisha, tidak masalah baginya kalau malam ini dirinya tidak bisa datang lagi ke rumah Fisha, melihat nya terseyum dan tertawa seperti ini saja sudah membuat dia bahagia.


"Aku serius"! ucap Al


" ngak! aku ngak percaya"! ucap Fisha.


"Kenapa"?


"Ya.. aku ngak percaya aja! mana ada orang yang sudah sering bertemu bahkan hampir 24 jam dalam sehari saling bertemu bisa mengatakan rindu!, itu ngak mungkin, aku ngak percaya ! pasti itu hanya modus doang".ujar Fisha.


"Kenapa ngak mungkin? contohnya aku, walaupun kita selalu bertemu tapi rasa rinduku semakin hari semakin besar untuk mu Sha apanya yang tidak mungki, apa kamu ngak percaya dengan perasaanku, kalau kamu ingin bukti, kalau aku begitu merindumu dan begitu mencintaimu belahlah dadaku dan lihatlah bagai mana isi hati ku"?ujar Alkasy panjang lebar yang semakin membuat Fisha tidak bisa menahan tawanya lagi, pecah sudah tawa Fisha sekarang sampai terdegar ke tempat Alkasy duduk.


"Mati dong"! jawab Fisha yang sudah terbahak bahak mendegar penuturan Al.


Al merasa heran kenapa Fisha tertawa sampai segitunya, apa pernyataannya tadi ada yang lucu, apa kata-katanya tadi terlalu lebay, ntahlah dia tidak tau kenapa sampai membuat Fisha tertawa seperti itu.padahal apa yang dia ungkapkan barusan sama sekali tidak ada yang lucu baginya, dia serius mengatakan itu semua bukan hanya gombalan semata.tapi melihat tawa Fisha malam ini membuat hatinya begitu damai.


"Aku kira kamu tidak bisa melucu seperti ini, ternyata pemikiran ku selama ini salah". ucap Fisha yang menghentikan tawanya itu." terimakasih ternyata becandaan mu begitu lucu".ujar Fisha


"Aku serius Sha apa yang aku katakan barusan" ucap Alkasy untuk menyakinkan Fisha akan perkataannya.


"Ya..ya.. ya.. ya.. lebih baik sekarang kita istirahat, jangan sampai besok terlambat kekantor". ucap Fisha yang sama sekali tidak mengubris perkataan Alkasy karena bagi dirinya perkataan Alkasy barusan hanya modusnya saja untuk merayunya .


"Sha"panggil Al yang membuat Fisha seketika terdiam akan perkataan Alkasy selanjutnya .


"Aku serius ! apa yang aku katakan barusa tulus dari hatiku yang paling dalam, aku benar benar merindumu, aku sama sekali tidak bercada Sha. i miss u and i love you". ucap Al yang seketika itu membuat seyum yang masih terukir di bibir Fisha hilang.


Sekarang Fisha merasa gugup mendengar apa yang di ucapkan oleh Al , tidak seperti sebelumnya yang terdegar seperti orang bercanda, tapi untuk kali ini dia bisa merasakan nada keseriusan di setiap perkataan Alkasy.


" I miss u, aku harap kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan Sha, i love you so much tolong balas ungkapan perasaanku sha"! ucap Alkasy berharap sekali Fisha membalas perasaannya.


Fisha hanya terdia mematung mendengar ungkapan hati Alkasy dia tidak tau apa yang harus dia ucapkan selanjutnya, rasanya begitu susah untuk dia mengatakan kalau dia pun merasakan apa yang Al rasakan hanya saja dia takut ini semua hanyalah rencana Alkasy saja yang ingin kembali menyakitinya.


"Sha" . panggi Al harap harap cemas menunggu jawaban yang akan di berikan Fisha. dia mulai bediri di balkon kamarnya sambil menatap ke arah Fisha berharap Fisha membalas akan perasaannya.apa kah sama sekali tidak ada rasa rindu atau cinta di hati Fisha untuk dirinya lagi batinya.


"I miss u to".ucap Fisha mematikan handphonya dan segera masuk kedalam kamarnya setelah mengatakan itu, rasanya pipinya begitu panas setelah mengatakan itu.


Al yang mendengar apa yang di ucap kan oleh Fisha terdiam mematung dengan raut wajah yang tidak bisa di jelaskan. tapi sedetik kemudian senyum bahagia terbit di kedua sudut bibirnya rasanya dia begitu bahagia, walaupu Fisha tidak membalas ungkapan cintanya tidak masalah yang penting rasa rindunya sekarang terbalaskan . bahagia sekali rasanya dia malam ini.


Rasanya tidurnya malam ini akan nyenyak sekali.