
Seharian bekerja membuat Fisha ingin segera pulang, mengistirahatkan tubuhnya di kasur empuknya, itu yang dia butuhkan sekarang, lelah sekali, bahkan punggungnya terasa sakit ingin segera di rebahkan. dia pun mulai merenggangkan otot-otornya yang kaku kelamaan duduk.
"Apa ingin pulang sekarang"? tanya Al
"Hmm eh".ucap Fisha cemberut menganggukkan kepalanya.
Lucu sekali kalau Fisha cemberut seperti itu, ingin sekali rasanya ia gigit itu bibi. "Buang fikiran kotor mu Al". gumamnya.
"Capek"?tanya nya.
"iya"!.
"Apa perlu aku pijitin"?tanyanya lagi
"Tidak perlu"Ucap Fisha cepat "dasar modus".
"Hehhe ngak lah sayang kan aku cuma nanyak doang, mungkin kamu butuh bantuanku dengan senang hati aku akan membantumu".ucap Alkasy terseyum. "Bahkan tanganku sedari tadi hanya nganggur saja, kan sayang kalau tidak di gunakan untuk hal -hal yang berguna, biarkan aku memijatmu agar tangannku sedikit berguna".ucap Al menggoda memperlihat kan kedua tangannya dengan mengerakkan setiap jari-jarinya.
"Ih apaan sih, ngak ah, lebih baik aku pulang sekarang, lama-lama dengan mu yang ada makin pusing saja, ngaco aja kerjaanmu hari ini".ucap Fisha mengambil tasnya.
*
Mereka pun sekarang sudah berada di dalam mobil , Alkash pun segera mengendarai mobilnya untuk pulang.
"Apa ada yang ingin kamu belikan"?tanya Alkasy di tegah dirinya yang masih menyetir, sebelum mereka sampai. mungkin saja ada yang ingin kekasihnya beli.
"Tidak".jawab Fisha yang tidak ingin membelikan apapun, untuk sekarang yang dia butuhkan hanyalah kasur ., dia ingin secepatnya sampai dan segera merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.
"Kamu yakin"?tanya Al lagi, " mungkin saja ada barang yang ingin kamu belikan, coba di ingat dulu sayang mungkin saja ada benda atau barang yang kamu inginkan biar sekalian kita beli saja, sebelum kita sampai".ujarnya
"Tidak Al".jawab Fisha memejamkan matanya yang teras begitu berat,sudah tidak sanggub lagi meladeni setiap pertanyaan Alkasy.
"Atau.... mungkin saja kamu ingin nonton dulu, sebelum kita pulang"?tanyanya lagi yang secara tidak langsung ingin mengajak Fisha menonton terlebih dahulu. tidak henti-hentinya Alkasy bertanya ini itu yang tujuannya hanya satu masih ingin berlama-lama dengan kekasih hatinya.
"Gimana sayang, mau nonton dulu atau gimana"?tanyanya lagi yang fokusnya masih dengan jalan di depannya.
"Sayang". panggilnya yang tidak mendapatkan jawaban dari Fisha. dia pun segera melirik ke kursi penumpang di sampingnya, apa yang terjadi kenapa sedari tadi dia berbicara sama sekali tidak mendapatkan sautan dari Fisha.
"Dia tidur"?! gumamnya, pantas saja sedari tadi di ajak bicara tidak ada sahutan sama sekali, bahkan hampir berbusa mulutnya berbicara tidak mendapatkan jawaban, ternyata eh ternyata orang nya sudah terbang ke alam mimpi. dia hanya bisa mengeleng melihat kelakuan kekasihnya.
Alkash pun segera menghentikan laju mobilnya, menepikan kendaraan roda empatnya, untuk memperbaiki tidur Fisha yang terlihat kurang nyaman, dia pun mulai merebahkan tempat duduk Fisha sedikit kebelakang supaya bisa dia rebahkan tubuh Fisha dengan benar agar tidak membuat punggunya nyeri,.
"Pasti sakit". gmamnya mengusap kepala Fisha yang sesekali tadi asik kejedot dengan jendela pintu mobil "love u".ucapnya mengecup kening Fisha. merasa semuanya sudah aman dia pun mulai melajukan mobilnya kembali.
Beberapa menit kemudian mobil yang di kendarai Alkasy pun sampai, dia pun mulai menghentika mobilnya di depan rumah Fisha.
Ingin membagunkan Fisha tapi rasanya tidak tega.
"pasti kamu lelah sekali". ujarnya yang membelai kepala Fisha menatap begitu dalam wajah perempuan yang begitu dia cintai. dia terus memperhatikan dari mata hidung hingga berhenti di bibir yang begitu menggoda nya, ingin dia rasakan kembali, manis dan kenyalnya bibir ini.
Deru nafas Fisha pun terdegar begitu teratur, sepertinya benar kalau Fisha begitu lelah, bahkan elusan tangannya sama sekali tidak membuatnya terganggu.
Alkasy terus saja memperhatikan bibir merah Fisha tanpa bisa mengalihkan pandangannya, dia hanya bisa menelan salivanya begitu kasar, ini begitu gila.hanya dengan menatapnya saja dia sudah tergoda.
"Ah".lengguhan pun keluar begitu saja dari bibir Fisha, suara itu begitu sexy di telingannya, Alkas pun semakin semangat merenggut manisnya bibir Fisha, ini begitu memabukan baginya. dengan rakus dia terus ******* bibir itu sampai membuat kedua mata yang semula terpejam seketika terbagun
"emmmhh". lengguh Fisha yang mulai sadar dan membukakan kedua kelopak matanya merasakan nafasnya yang mulai habis, dia begitu terkejut mengetahui apa yang Alkasy lakukan , dia pun segera sadar, memukul dada Alkasy dan mendorong tubuh yang begitu menempel dengannya untuk menghentikan aksi gila Alkasy yang berani mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Apa yang kamu lakukan".ucap Fisha setela kesadaranya kembali, menjauhkan tubuhnya dari dekapan Alkasy. " kamu ingin membuat aku mati"?tanyanya lagi dengan meberikan tatapan tajamnya.
Mendapat kan tatapan tajam dari Fisha. Alkasy hanya bisa nyegir saja. "Maafkan aku yang tidak bisa mengendalikan diriku setiap berdekatan dengan mu".ucapnya merasa bersalah atas kelakuannya yang tidak bisa mengotrol dirinya.
"Alasan saja". ucap Fisha dengan sinis, mulai sekarang dia harus lebih waspada terhadap Alkasy
"Maafkan aku".ucap Al. "Jagan marah, aku janji tidak akan mengulanginya lagi". bujuk Alkasy.
"Bohong! janjimu itu tidak bisa di pengang, kemarin juga begitu ngomongnya ,dan sekarang apa yang terjadi? main nyosor aja!".
"Maafkan aku, janji aku tidak akan mengulanginya lagi".ucapnya lagi masih merayu agar Fisha jangan marah kepadanya.
"Benar ya"?
"Iya" angguk Alkasy.
"Awas kalau bohong"!
"Tidak akan".ucap Alkasy lagi, "peluk"ucapnya manja merentangkan tangannya agar Fisha segera menerima pelukannkannya.
"Dasar manja". ujar Fisha yang segera mendekap tubuh lelaki yang begitu ia cintai. "awas, jangan lakukan lagi seperti tadi" ucap Fisha memukul dada Al.
"iya tidak akan". ucapnya. "tapi tidak tau untuk besok". batinya terseyum menyeringai.
"Sudah, lepaskan".ujar Fisha.
"Apa nanti malam kita tidak bisa keluar"? harap Al yang bisa kembali bertemu dengan kekasih hatinya.
"Sepertinya tidak bisa"!
"Kenapa"? tanyanya heran kenapa tidak bisa, apa Fisha ingin pergi ke suatu tempat.
"Aku ingin segera mengistirahat tubuhku ini, yang begitu lelah".
"Pasti itu hanya alasan kamu saja".
"Mana ada seperti itu, aku memang ingin istirahat, lelah sekali tubuhku hari ini, kamu tidak lihat pekerjaanku begitu menumpuk tadi, bahkan kamu sama sekali tidak mau membatuku, yang ada malahan kamu asik mengagguku saja".ujar Fisha yang kesal terhadap Alkasy.
Atasan sekaligus kekasihnya ini kerjaannya hanya menganggunya saja seharian ini tanpa melakukan apa pun.
"Maafkan Aku, aku janji besok kamu ngak bakalan lelah lagi".
" Hmm".angguk Fisha mengiyakan saja agar dirinya bisa cepat keluar dari mobil Alkasy.
"Yasudah aku turun".ucap Fisha membukakan pintu mobil, dan melambaikan tangannya kepada Alkasy yang mulai melajukan mobilnya mengarah rumahnya.
Fisha yang begitu lelahpun segera masuk kedalam rumahnya tanpa merasa curiga akan pintu rumahnya yang tidak terkunci. mungkin akibat kelelahan makanya dia tidak memperdulikan apapun yang ada di benaknya hanya ingin segera ke kamarnya, membersihkan tubuhnya lalu tidur.