Love Me Please

Love Me Please
Bab 36



"Hmmm baiklah".ucap Fisya yang merasa kasihan kepada atasannya yang menahan lapar, akhirnya dia mengiyakan ajakan atasannya.tapi dia memang sudah kehilangan nafsu makannya setelah perjumpaanya dengan Viona tadi,dia bingung ini hanya kebetulan saja atau memang sudah direncakan hanya itu yang ada di dalam fikirannya sekarang.


"Mau makan di mana"?


"Terserah tuan saja".


"Kenapa dengan Fisya setelah pertemuanya dengan Viona tadi dia seperti berbeda"!batin Al yang merasa gelagat berbeda dari sekretarisnya. "Ditanya ngak ya,ditanya ngak,ditanya,ngak. haiiiss... lebih baik engak usah aja dari pada nanti pas ditanya dianya engak mau jawab".setelah berperang dengan batinnya ingin menanyakan akan perubahan sikap sekretarisnyapun iya pasrah memilih tidak bertanya dari pada setelah di tanya tapi tetap di cuwekin lebih baik enggak usah nanyak aja.


"Mau makan apa Sya"? tanya Al sekali lagi untuk menghilangkan suasana yang sunyi ini sungguh tidak enak rasanya kalau hannya saling diam.


"Terserah tuan saja".


"Hah".Al hanya bisa melongoskan suaranya mendegar jawaban yang di berikan oleh sekretarisnya dan dia hanya bisa terdiam saja,bagaimana dia harus menjawabnya kalau jawaban yang di berikan oleh sekretarisnya itu tidak tau harus memberi pertanyaan seperti apa lagi.


"Kenapa itu lagi jawabanya, gimana mau di ajak bicara coba agar bisa lebih dekat lagi, kalau sedari tadi hanya itu saja jawaban yang dia berikan".batin Al yang selanjutnya lebih memilih diam dari pada mengajak Fisya untuk berbicara lagi dengan dirinya.


Akhirnya Al memutuskan memilih untuk mencari rumah makan yang di sediyain menu ikan bakar dan tidak menanyakan pendapa Fisya lagi karena dia yakin kalau tempat yang di pilih olehnya ini pasti sekretarisnya akan suka, karena sedari dulu Fisya sangat suka terhadap makanan yang satu itu,walaupun bukan di restoran mahal asal ada ikan bakarnya pasti sekretarisnya itu akan suka.sekretarisnya ini memang tidak pemilih mau makan di mana saja. berbeda dengan sekretaris lainnya yang mungkin lebih suka tempat-tempat yang mewah tapi bagi Fisya makan di mana saja tidak masalah yang penting makanannya itu enak. makan di mana saja itu sama yang membedakan hanya tempatnya saja menurut sekretarisnya itu.jadi Al tau tempat seperti apa yang sekretarisnya suka.


"Ayo"ajak Al setelah sampai di tempat yang dia inginkan lalu membuka pintu mobil untuk Fisya.


Fisya yang tersadar dari lamunanya segera mengarahkan pandagannya untuk melihat sekelilingnya dia mengerutkan dahinya memperhatikan tempat mereka berada.


"Apa kita sudah sampai tuan"?


apa tidak salah bossnya ini mengajak dirinya untuk makan disini ini tidak seperti gaya seorang Alkasy william yang ingin makan di warung biasa seperti ini.


"A-aapa anda yakin tuan ingin makan disini"?tanyanya ragu-ragu bukannya menjawab malahan Fisya menanyakan pertanyaan lain.


"Iya,kenapa apa kamu tidak suka?kalau kamu tidak suka tidak apa,kita cari tempat lain saja".


"Ti-tidak tuan saya suka tuan,masalahnya apa anda tidak apa-apa makan di tempat seperti ini tuan"?


"Tidak, memangnya kenapa kalau kita makan di sini"?


Aneh sekretarisnya ini kenapa menanyakan seperti itu.


"Ti-tidak apa-apa kalau begitu tuan".


Fisyapun segera turun dari mobil,setelah memperbaiki sedikit pakaiannya yang kusut,Fisya segera mengajak atasannya.


"Kalau begitu mari tuan".


Melihat sekretarisnya langsung berjalan tanpa menyambut uluran tanganyapun segera saja Al menarik tangan Fisya,membuat Fisya terkejut akibat genggaman tangan Al yang secara tiba-tiba.


"Tuan".


Panggil Fisya menunjukan arah tangannya yang di genggam oleh Al


"It ok, ayo".ucap Al tanpa memperdulikan maksud dari Fisya,dia pun segera berjalan dengan tangannya yang semakin erat menggenggam tangan Fisya.