Love Me Please

Love Me Please
Bab 49



Setelah keduanya keluar dari kantor, Al segerah saja mengambil kendaraan roda empatnya itu.dan mereka pun segera masuk kedalam mobil untuk menuju ke tempat yang telah di rekomendasikan oleh sekretarisnya itu untuk menemui klaennya itu.


Sedari tadi Al sungguh merasa sangat senang sekali akhirnya dia bisa juga berduaan bersama sekretarisnya ini,tanpa ada lagi jarak yang memisahkannya lagi.


Dan lihat sekarang apa yang di lakukan oleh Al?,sedari tadi dia tidak pernah melepaskan genggaman tangan Fisya dari tangannya, dia hanya bisa terseyum sendiri merasakan kemajuan usahanya selama ini untuk mendekati sekretarianya ini.


Dia sudah seperti orang gila saja senyum-senyum sendiri seperti itu,untung saja tidak ada yang melihatnya, kalau ada pasti dia sudah di cap orang gila mungkin.


Fisya yang berada di sampingnya tidak ingin memusingkan dirinya untuk apa yang dilakukan oleh Al,bahkan dia sedari tadi hanya mengarahkan pandangannya kedepan tanpa memperdulikan Al yang sudah seperti orang gila terseyum sendiri akiban hubungan di antara keduanya yang sudah sedikit membaik itu.


"Ekkhemm".Al sedikit berdehem untuk menghilangkan rasa sunyi didalam kendaraan itu karena keduanya tidak ada berbicara.


"Nanti pulang kerja kamu ingin keman"?tanya Al yang merasa seperti pasangan ABG saja yang ingin mengajak pacarnya jalan-jalan sehabis pulang kerja,rasanya tidak sabar mendengar jawaban yang di berikan oleh Fisya yang ingin pergi jalan-jalan dengannya pasti sangat mengasyikan.


Dia sudah berhayal ingin mengajak Fisya pergi keman saja."Ahh rasanya pasti menyenangkan sekali".batin Al


"pulang".ucap Fisya akhirnya


Mendengar kata pulang yang keluar dari mulut Fisya, Al segera saja menolehkan kepalanya terhadap sekretarisnya itu.


"Kalau lagi nyetir itu lihatlah kedepan, saya tidak ingin cepat mati karena amal saya belum cukup akibat anda yang tidak menyetir dengan benar, kalau hanya anda yang mati tidak apa-apa".ucap Fisya mengingatkan Al untuk segera melihat kedepan lagi.


"Ah ya.".ucap Al yang mendengar penuturan dari Fisya yang begitu sadis,dia kan juga tidak ingin mati duluan, siapa juga yang amalnya sudah cukup kan tidak ada,. hanya saja tadi dia tekejut mendengar ucapan Fisya yang langsung pulang setelah pulang kerja.


Sungguh dia merasa kecewa karena ucapan Fisya tidak seperti yang di inginkan olehnya.


"Apa kamu tidak ingin ke supermarket mungkin Sya? untuk beli keperluan gitu biar nanti pulang kerja bisa aku antar, atau kemana mungki?"tanya Al.


"Tidak,tidak ada yang perlu di beli"! ucap Fisya


" Kamu yakin? mungkin kamu ingin beli sayur atau ikan gitu buat kamu masak nanti"?tanya Al lagi


"Tidak ada semuanya masih Ada".! "kenapa kamu ingin sekali aku membeli sesuatu yang tidak ingin aku beli"?


"Ah. heheheh tidak ada Sya".ucap Al yang hanya bisa nyegir saja dengan tangan satunya mengusap kuduknya merasa salah tingkah mendapat pertanyaan tiba-tiba dari Fisya. "hanya tanya saja Sya mana tau kamu ingin beli sesuatu biar sekalian gitu perginya karena aku juga ingin beli sesuatu".


"Ohh"hanya o saja tanggapan dari Fisya atas pernyataan Al tadi.


"Bulat Sya "bati Al yang ingin sekali Al jawab tapi dia taku Fisya akan marah kepadanya kalau dia mengeluarkan isi hatinya.


*


*


*


*


...Hy jangan bosan ya untuk terus membaca karya author,. maaf kalau baru bisa up date๐Ÿ™๐Ÿ˜Š...