
Sudah hampir seminggu kelakuan Al sungguh begitu possesive terhadap Fisya,bahkan semakin hari semakin jadi, Fisya yang selalu berusaha membantah ataupun menolah apa saja yang di inginkan oleh atasannya membuat dirinya begitu geram, hidupnya yang beberapa tahun ini begitu tenang bagai air yang mengalir selama ini. setelah kehadiran Al di kehidupannya yang menjadi atasannya kalau di kantor,dan menjadi tetangganya kalau berada di rumah,membuat kehidupannya seketika berubah,ketentraman hidupnya mulai terganggu sekarang dengan ke hadiran Alkays William.
Bahkan di antara keduanya sering kali terjadi perdebatan akibat ulah Alkasy, rasanya Fisya bisa gila lama-lama kalau berada di sisi Al,seperti sekarang ini, ingin sekali rasanya Fisya bebas dari jerat Alkays.
"Bisa tidak jangan memaksa ku".geram Fisya
"Tidak".
"Ahhhh rasanya aku ingin gila, kalau lama-lama seperti ini".
"Sayang....".panggil Al begitu manja mendengar penuturan dari Fisya, dengan memainkan tangan Fisya" jagan gila,kalau kamu gila aku bagaimana?,tapi kalau kamu gila ke padaku itu boleh".ujar Al tersenyum dengan bergelayut manja di lengan Fisya.
"Al lepaskan.apa yang kamu lakukan"?.ujar Fisya yang mendorong kepala Al untuk pindah dari lengannya.ahh... rasanya begitu gerah melihat tingkah Al yang semakin hari semakin semena -mena terhadap dirinya.
"Pindahkan kepalamu dari lenganku".ujarnya lagi.
"Tidak, sebelum kamu mau berangkat denganku".
"Lepaskan, apa kamu tidak paham bahasa manusia, menjauhlah".geram Fisya yang semakin kuat mendorong kepala Al
"Hmmmmm emmm".geleng Al yang semakin erat mendekap lengan Fisya.
Malu sekali rasanya Fisya,pasti kelakuan mereka ini di lihat oleh ibu-ibu yang ada di komplek ini,mau di diletakkan di mana mukanya ini.selama ini yang mereka tau Fisya sama sekali tidak ungin dekat dengan lelaki manapun,tapi sekarang apa? "Hufff".hela Fisya mencoba menutupi rasa malunya karena kelakuan Alkays.
"Wahh nak Fisya,ibu kira nak Fisya selama ini tidak ingin berdekatan dengan lelaki takut dosa, rupanya ibu sala".
" Iya bu benar, pantesan selama ini,anak-anak kita yang deketin nak Fisya buat dijadiin istrinya tapi selalu di tolak,rupanya kelakuanya begini,untung ya bu engak jadi sama anak kita-kita bu".saut ibu yang satu nya lagi,kalau tadi ibu yang rumahnya di samping kiri sekarang yang di samping kanan.
"Heehh benar tu bu".saut ibu satu lagi yang baru keluar dari dalam rumahnya yang sedari tadi mengintip dari dalam rumahnya akhirnya keluar juga satu persatu.
"iya bu saya juga engak sangka lo".
"Pindah Al".ucapnya kemudian.
Al hanya menatapnya saja tanpa mengubah posisinya.
"Kamu tidak lihat para ibu-ibu komplek yang pada menghujat kita".
"Biarkan saja".ucap Al yang sama sekali tidak peduli.
"Al".panggil Fisha
"Ok.ok.ok".ucap Al akhirnya menyerah juga untuk melepaskan rangkulannya karena melihat tatapan Fisya yang sudah tidak bersahabat lagi.
"Kenapa ibu-ibu".?tanya Al
"Apa nya kenapa".jawab para ibu-ibu komplek tersebut.
"Perkenalkan nama saya Alkays William,ibu-ibu bisa panggil saya Al saja".ucap Al tersenyum ramah " kenalkan saya ini calon suaminya Fisya Azzahra,kami akan melangsungkan pernikahan kami 1 bulan lagi. jagan lupa datang ya ibu-ibu".ujarnya lagi dengan seyum yang semakin merekah,iya yakin ini kesempatan yang bagus buat milikin Fisya.
"Apa"?.jawab ibu ibu komplek itu serempak.
*
*
*
...Maaf baru update lagi author lagi kurang sehat,jagan lupa buat terus dukung karya authorya๐๐๐...