Love Me Please

Love Me Please
Bab 90



Lantas Alkasy pun segera mengandeng tangan Fisha dan segera membawanya masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di kantor,Alkasy masih mengandeng tangan Fisha tanpa ingin melepasnya.rasanya hari ini dia benar-benar bahagia.sangking bahagianya setiap karyawan yang bertemu dengannnya semua dia sapa dengan memberi seyum termanisnya.


"Ahhh... meleleh aku". ucap salah satu karyawati yang berpapasan dengan atasanya tadi.


"Kenapa"? tanya teman kerjanya.


"Seyum pak Alkash itu begitu menggoda ku, dan kamu tau seyuman itu sunggu mempesona, buat aku ingin meleleh saja tapi sayang sudah ada pawangnya". ujarnya yang kecewa. " tapi kalau pak Alkasy memaksa aku untuk jadi yang kedua aku rela kok tidak masalah".ucapnya selanjutnya dengan seyum merekah di bibirnya


"Hey.....jangan banyak mimpi". ujar temannya itu dengan mengetok kepala perempuan tersebut.


"Heyy ... apaan sih sakit tau" ucap perempuan itu memberenggut sambil mengelus kepalanya yang sakit.


"nanti kalau jatuh itu sakit, tinggi amat ngehalunya neng, lebih baik sekarang kerjakan pekerjaanmu, biar cepat kelar, jangan sampai gara-gara kamu devisi kita kena marah lagi".ujar perempuan tersebut dan segera berlalu dari hadapan teman kantornya itu, yang kerjaannya banyak menghayal itu.


"Is apaan sih, syirik aja! ngak bisa lihar orang senang". ujarnya mengomel.


Dan lupakan obrolan ngak penting mereka, kita kembali lagi kepada Alkasy dan Fisha.


"Sayang". panggil Alkasy.


Fisya yang mendapat serangan tiba-tiba begitu terkejut akan tingkah Alkasy, membuat dirinya gugup saja.


"A- Al jagan seperti ini".ucapnya begitu gugup bahkan detak jantungnya pun sudah tidak beraturan,dia bisa merasakan bagaimana detak jantungnya yang begitu kencang,.


"Sebentar saja". ucap Al yang semakin merapatkan tubuhnya dengan Fisha, bahkan dengan sekali hentakan Alkasy meraih pinggang Fisha untuk mendekatkan dengannya.


Fisha hanya dapat menghela nafasnya menundukkan kepalanya dengan memejamkan matanya tidak tau harus berbuat apa, karena rangkulan Al yang begitu erat di pinggangnya. ingin sekali rasanya dia mendorong Alkasy agar sedikit menjauh darinya, sungguh jarak yang terjadi di antara mereka begitu membuatnya tidak nyaman.dia yang ingin meronta ingin di lepaskan pun di kejutkan oleh kelakuan Al yang mendekatkan wajahnya kepada dirinya, dia bisa merasakan hembusan nafas Alkasy yang begitu dekat dengan wajah nya .bahkan rasanya dia tidak mampu untuk membuka kedua kelopak matanya lagi.


"Kamu tau Sha aku begitu mencintaimu! bahkan setiap menit, setiap detik aku begitu merindumu, aku tidak bisa kalau berjauhan dengan mu lagi"! ucap Alkasy tiba-tiba dengan tangan nya menelusuri setiap jengkal wajah cantik di depannya, menatapnya dengan penuh cinta.


Fisha hanya dapat memejamkan matanya tanpa ingin menatap Al, bahkan dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Alkasy , sungguh bodoh. tapi pengakuan Al begitu membuat nya luluh bahkan sampai melupakan perbuatan Al terdahulu.


"Sha".panggil Al. "tatap mataku"! ucapnya lagi.


Rasanya Fisha sama sekali tidak sanggup menatap manik mata pria yang begitu dia cintai, dia sadar walaupun dirinya membenci bahkan ingin melupakannya dan mengubur rasa cintanya begitu dalam di dalam hatinya. semua itu hanya sia sia saja ,dan sekarang dapat dia rasakan, cinta yang selama ini ingin ia lupakan bersemi kembali.


"Sha please". mohon Al "tatap mataku".pintanya lagi.


Fisha pun segera membuka kedua matanya dan menatap manik bola mata Alkasy yang begitu dekat dengannya, bahkan kini mereka saling bertatapan satu sama lain merasakan perasaan mereka.