
"Hubungan seperti apa yang anda maksud tuan?."apa hubungan sebelah pihak? itu yang anda maksud sebuah hubungan tuan"?,dengarkan baik-baik tuan kita bahkan sama sekali tidak mempunyai hubungan apapun"!ucap Fisya dengan menegaskan setiap kata-katanya kepada Al.
"Ap-apa maksud mu Sya"?ucap Al yang bigung apa maksud dari pernyataan Fisya,hubungan sepihak bagaimana yang Fisya maksud.
"Apa penjelasan saya kurang jelas tuan? anda pasti paham apa yang saya maksud tuan karena anda orang berpendidikan tuan,jadi berhenti mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal itu, dan berhenti menganggu saya".ucap Fisya yang sudah muak melihat tingkah Al yang terus membicarakan hal-hal ya tidak berguna.
Al yang merasakan perubahan raut wajah Fisya yang mulai tersulut emosi atas sikapnya pun mulai melunak , dia tidak ingin Fisya bertambah benci kepadanya, itu akan membuat usahanya semakin terhambat untuk mendekati Fisya.dan pasti semakin susah saja untuk bisa mendapatkan hati sekretarisnya ini kembali.
"Sya aku mohon jangan seperti ini".ucap Al dengan lembut yang mulai menekankan rasa kekesalanya terhadap sikap Fisya terhadap dirinya selama ini, kalau dia meneruskan perdebatan ini yang ada Fisya bakalan semakin menjauhinya, lebih baik dia mengalah,dan dia akan berusaha mencari tau kenapa Fisya bersikap seperti ini, karna dia sama sekali tidak merasa pernah berbuat salah terhadap sekretarisnya ini.
"Lepaskan saya tuan"!.ucap Fisya yang terus meronta ingin di lepaskan dari kungkungan Al,.
Tanpa memperdulikan rontaan Fisya yang ingin dilepaskan dari dirinya, Al pun memeluk tubuh yang sangat di rindukannya itu tanpa memperdulikan ucapan Fisya.
"Tolong.tolong jagan menghindar dari ku lagi Sya, tolong jangan seperti ini Sya, aku sangat merindukan dirimu yang seperti dulu Sya,aku berharap kita bisa memperbaikin hubungan kita Sya,dan memulai semuanya dari awal lagi , maafkan aku kalau aku pernah menyakitimu Sya,tolong katakan apa yang aku lakukan sehingga kamu semarah ini kepadaku, agar aku bisa memperbaikinya Sya, aku mohon maafkan aku".ucap Al dengan lembut di telingan Fisya dengan tangannya semakin erat memeluk tubuh sekretarisnya,dia tidak ingin melepaskan dekapannya terhadap sekretarisnya ini.
Mendengar ungkapan dari Al, hati Fisya mulai sedikit melunak, bahkan dia tidak menolak lagi pelukan yang Al berikan,walaupun dia sama sekaliti tidak membalas dekapan Al.
Al yang merasa Fisya tidak menolak dekapannya lagi, semakin kuat saja mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Fisya bahkan dia menghirup aroma tubuh yang begitu dia rindukan selama ini.
Igin sekali rasanya Fisya menagis sekencang-kencangnya karena pelukan yang Al berikan dan mengeluarkan apa saja yang dia rasakan selama ini terhadap seorang Alkasy William,tapi sebisa mungkin dia menahannya.
Mendengar ungkapan dari Al sungguh Fisya ingin sekali menagis di pelukan pria yang dia rindukan juga.
Tapi dia harus kembali ke kenyataan dia tidak ingin merasakan lagi hatinya sakit.dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan atasanya ini, dia tidak ingin lagi Al hanya akan mempermaikan perasaannya kembali.
"Tolong lepaskan,kita sudah lama berada di sini".ucap Fisya "nanti kita akan terlambat"ucapnya lagi.
Mendengar suara lembut dari wanita yang masih menjadi pacarnya itu hati Al sudah merasa senang. walaupun dia tahu hungannya ini belum baik sama sekali.
Ya,. mereka sudah lama berada di dalam Lif tersebut karena Al yang tidak membiarkan pintu lif terbuka sedari tadi, setiap pintu itu akan terbuka pasti Al akan menekan angka yang ada supaya lif tersebut selalu bergerak .
*
*
*
*
...Hai.. terimakasih bagi yang sudah setia membaca karya pertama author,mohon dukungannya😊😊...