Love Me Please

Love Me Please
Bab 117



Deg.


Apa ini? batin Fisha melihat pemandangan yang begitu menyakitkan di depan matanya.sepasang manusia sedang berpelukan di depan matanya.lebih tepatnya Viona yang sedang memeluk Alkasy dari belakang.


Sedangkan Alkasy? ntahlah ia tidak tau apa reaksi yang Alkasy tunjuka, sebab ia tidak bisa melihatnya, karena Alkasy dan Viona membelakaginya.


ia hanya bisa menatap punggung keduanya saja. sepertinya mereka tidak menyadari akan kehadirannya.


Fisha yang sudah terlanjur melihat pemandangan yang menyakitkan itu pun tak ingin berprasangka buruk, walaupun ia tidak bisa menyangkalnya jika hatinya merasa ia seperti di khianati kembali.


Apa lagi ia tau Viona masih berharap agar Alkasy kembali padanya.


Dari pada dirinya menuduh yang bukan-bukan.dan terjadi salah paham diantara mereka yang berakhir dengan mengakibatkan hubungan di antara keduanya buruk pun, memutuskan untuk segera menghampiri mereka saja. menanyakan apa yang telah mereka lakukan.


Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Fisha pun segera memutuskan untuk menghampiri mereka dan siap menerima segala kemungkinan yang terjadi.


Dengan menghela nafasnya , dan menguat kan hatinya Fisha pun segera mendeka ke arah mereka.


Perlahan tapi pasti Fisha pun terus melangkah mendekat ke arah mereka.


Tapi tiba saja ia menghentikan langkahnya , mendengar ucapan Alkays yang rasanya begitu menyakitkan.


Deg.


Apa ini?batinya. apa iya harus mendengar kenyataan ini lagi, untuk kedua kalinya Alkasy memperlakukan dirinya seperti ini.sungguh ini begitu menyakitkan.bahkan lebih sakit dari sebelumnya.


Tubuhnya pun seketika terpaku mendegar setiap ucapan yang keluar dari mulut Alkasy.air matanya pun seketika keluar dari sudut matanya tanpa bisa ia tahan.


"Iya. kenapa? memangnya kalau aku cuma manfaatin dia lagi .menjadikan dia alat untuk pelampiasan aku untuk balas dendam. sama seperti dulu. apa urusannya dengan mu?".ucap Alkasy dengan nada tinggi,segera membalika badannya menatap tajam Viona dengan tangannya mencekram pergelangan tangan Viona.


Untuk kedua kalinya Fisha merasa di permainkan dan di perlakukan seperti ini, padahal selama ini ia sudah mati-matiyan berusaha untuk mempercayai Alkasy kembali, dan memberi kesempatan untuk Alkasy mungkin saja ia memang sudah berubah. tapi sekarang apa yang ia dengar .


Dulu dan sekarang ternyata Alkasy tidak pernah berubah, sama sekali tidak berubah,pengorbanannya ternyata hanya sia-sia.


Kesalahan apa yang pernah ia perbuat dulu, sampai ia harus merasa di perlakukan seperti ini lagi untuk kedua kalinya. hanya di jadikan sebagai mainan untuk tujuan mereka.


apa mereka fikir dirinya tidak punya hati, apa hatinya dan perasaannya ini hanya lelucon bagi mereka,sesukanya menyakitinya lagi.


Apa tidak cukup kah dulu mereka pernah menyakitinya, apa sekarang mereka juga harus mengulang kembali kejadian masa lalu.


Dan bodohnya , ia pun kembali mempercayai Alkays, dan bisa-bisanya ia termakan bujuk rayu Alkasy. kenapa kesalahan dulu tidak menjadikan ia sebagai pelajaraan.


"Tapi asal...."


"Fisha".panggil Jefri yang mengikuti Fisha untuk mencari Alkasy.


Seketika itu Alkasy menghentikan ucapannya mendegar nama perempuan yang begitu ia cintai.


Ia pun segera menoleh ke asal suara tersebut.


Deg.


Alkasy pun segera melepas kan cengkraman tangannya di pergelangan tangan Viona dan menghempaskannya begitu saja tanpa memperdulikan Viona yang merasakan kesakitan akibat perbuatannya yang begitu kuat mencekram tangan Viona.


"Sha". panggil Alkasy mendekati Fisha.


"Stop".ucap Fisha menghentikan langkah Alkasy untuk mendekatinya." berhenti Al".ujarnya seraya menghapus air mata yang turun di pipinya.


"Ke-kenapa? kenapa Al, apa salahku padamu? apa tidak cukup dulu kamu menyakiti aku, apa sekarang juga harus kamu ulangi lagi, apa belum puas kamu mempermainkan aku, sampai sekarang pun kamu ingin mengulanginya lagi?".tanya Fisha


"ini tidak seperti yang kamu fikirkan".ucap Alkasy khawatir. "aku bisa jelaskan semuanya Sya".ucapnya lagi


"Tidak ada yang perlu di jelaskan Al, semuanya sekarang sudah jelas, sungguh aku begitu bodoh bisa-bisanya aku mempercayaimu lagi. padahal aku tau kalau kamu hanya ingin bermain-main dengan ku".


"Kamu tau Al? kenapa dulu aku hilang begitu saja tanpa memberi tahumu?.dan setelah bertemu kembali aku terus menghindari mu!, karena aku tau apa yang kamu lakukan kepada ku dulu, dari dulu aku tau semuanya, walau pun kali ini aku juga belum yakin kepadamu,tapi aku selalu berusaha menyakinkan diriku bahwa kamu tidak akan mempermainkan hati ku untuk kedua kalinya".


"Tapi sekarang apa Al? untuk kedua kalinya kamu melukai hati ku lagi, yang bahkan belum sembuh".


Alkasy begitu terkejut mengetahui kenyataan ini, kalau Fisha tau perbuatannya dulu,sekarang ia benar-benar tidak bisa berkata apapun.


Ia akui jika dulu ia memang begitu kurang ajar ,tapi itu dulu dan ia begitu menyesali atas perbuatannya dulu, menyakiti perempuan yang sama sekali tidak salah.


Tapi tidak untuk kali ini. kali ini ia benar-benar ingin serius, sama sekali tidak ingin mempermaikan Fisha lagi, ia benar-benar mencitainya, bahkan ia selalu takut akan kehilangan Fisha lagi.makanya ia selalu menempel pada Fisha seperti lem.


Ia benar-benar ingin menghalalin Fisha unyuk ia jadikan pendamping hidupnya sampai tua nanti.


"Sayang, aku bisa jelasin..."


Plak.


Belum juga Alkasy menyelesaikan kalimatnya ia sudah mendapatkan sebuah tamparan di pipinya, mungkin ini pantas ia terima akan perbuatanya dulu.


Alkasy hanya bisa meringis mendapatkan tamparan begitu keras dari Fisha.ia yakin Fisha sudah mendegar ucapannya kalau tidak, tidak mungkin Fisha berbuat kasar. ia sadar akan kesalahanya, pantas jika saja Fisha menamparnya dirinya pantas menerima tamparan tersebut atas perbuatannya dulu.


"Berhenti memanggilku seperti itu".ucap Fisha menatap Alkasy begitu tajam.


"dan satu lagi jangan pernah menemuiku lagi".ucap Fisha segera berlalu dari hadapan Alkasy.


"Sha".panggil Alkay. "tunggu aku bisa jelasin".ucap Alkasy melihat Fisha yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya tanpa ingin mendengar penjelasan darinya.


Alkasy pun segera mengejar Fisha, yang begitu cepat hilang dari pandaganya tanpa ingin memperdulikan Viona yang masih saja memanggilnya.


Apa perempuan itu belum kapok juga dengan perlakuannya barusan, jika belu ia akan memberinya sedikit pelajaran, tapi tidak sekarang!, dirinya harus mencari Fisha lebih dahulu menjelaskan semuanya.


Sedangkan Jefri yang tidak tau apa-apa pun hanya terdiam, melihat satu persatu orang pergi dari hadapannya.