Love Me Please

Love Me Please
Bab 63



"Dengar".ucap Al dengan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Fisya."mulai sekarang kamu adalah milikku,aku akan memintamu kepada orang tuamu secepatnya untuk menjadi istriku, dan akan menjadi milikku seutuhnya".ucap Al dengan membelai pipi Fisya begitu lembut.


"What.apa dia sudah gila".batin Fisya."ini tidak bisa di biarkan".


"Aku ti...".belum sempat dia meneruskan ucapannya, sudah di bungkam kembali bibirnya oleh Al.


Cup


Al pun kembali melepaskan ******* bibirnya itu


"Dasar kura...."belum juga Fisya menyelesaikan makiannya,bibirnya sudah kembali di bungkam oleh Al


Cup


"Tidak ada bantahan Sya".ucapnya dengan terseyum dengan senyuman yang begitu menyebalkan di mata Fisya


"Atau kamu ingin mengulang lagi ciuman panas kita barusan.ucap Al dengan menaik turun kan alis nya.


"Iss,menyebalkan".ucap Fisya yang kesal terhadap Alkasy. "Lepaskan".


"Begini saja".


Fisya membolaka matanya menatap Al dengan tajam mendegar ucapan Al yang begitu tidak tau malu akan kelakuanya.


"Lepaskan".ucapnya lagi sambil meronta ingin di lepaskan.


"Mau kemanasih".ucap Al akhirnya yang kuwalahan dengan Fisya yang terus meronta di pangkuanya ingin segera di lepaskan.


"Mau kemana katamu? kamu tidak lihat sekarang sudah jam berapa,aku ingin pulang kamu paham".sungguh menyebalkan sekarang berbicara dengan Al.


"Oh.heheheh aku lupa,habis aku terlalu nyaman dengan posisi kita".ucap Al dengan senyum yang begitu lebar mengambarkan bahwa dia begitu senang hari ini karena bisa beduaan denga Fisya.


Fisya yang kesal pun mulai bagun dari pangkuan Al.


"Apa lagi".ucap Fisya dengan wajah yang begitu masam.


"Ayo".ujar Al yang mengambil tangan Fisya untuk dia genggam.


"Jadi, kamu menyuruhku untuk menunggumu hanya untuk melakukan hal ini"?tanyanya.


"Iya".dengan menganggukkan kepalanya Al menjawab pertanyaan Fisya." jadi kamu fikir igin melakukan apa? pasti kamu ingin aku mengulang kejadia tadi ya. iya kan jawab aja jujur".ujar Al menggoda Fisya dengan menaik turunkan alisnya sambil terseyum menggoda.


"iya kan,ayo ngaku".ujarnya laki dengan menahan tawanya melihat rau wajah Fisya yang sudah begitu merah.


"Apaan sih".ucap Fisya segera pergi dari hadapan Alkasy yang mulai tertawa karena berhasil menggoda sekretarisnya."bisa-bisanya dia berbicara seperti itu sungguh tidak malu".gerutu Fisya dengan terus berjalan menjauhi Al yang masih tertawa.


"Sayang tunggu".Al pun segera berlari mengejar wanitanya supaya Fisya tidak menunggalkannya seperti kejadian kemarin.


Al pun segera melangkah memasuki lif yang hampir tertutup itu.


"Apaan sih, ngak usah pangil sayang, bikin geli aja".ucap Fisya setelah Al berada di sampingnya,.


"Lah kenapa emang?kamu marah karena perkataan aku tadi"?.


"ngak,buat apa aku amarah ngak penting".


"Aku minta maaf ya kalau aku salah".ucap Al yang tidak ingin Fisya marah kepadanya."udah dong jagan ngambek gitu,masa calon istriku ngambek, nanti hilang lo cantiknya".ujar Al merayu Fisya agar tidak marah kepadanya.


Fisya hanya diam saja tidak ingin menanggapi ucapan Al sama sekali, yang ada nanti dia bakalan darah tinggi kalau meladeni ucapan Alkasy yang tidak habis-habisnya.


Ting.


Fisya segera keluar dari dalam lif dia tidak ingin berlama-lama dengan Al di dalam ruangan itu yang ada nanti dia bakalan diapaapain lagi.