
Setelah kejadian waktu itu Fisya masih bersikap seperti biasa walaupun dia semakin menjaga jarak dari Alkasy.
Walaupun Fisya selalu menghidar dari dirinya dia sama sekali tidak perduli dia masih tetap berusaha mendekati sekretarisnya itu walaupun selalu saja mendapatkan penolakan.
Hari ini tepat sepuluh hari dari kejadian waktu itu', Al yang duduk di kursi kebesaranya dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan satu tangannya menumpang dagunya pun terus saja memandangi sekretarisnya itu dengan tatapan yang begitu memuja sungguh dia benar terlove- love terhadap sekretarisnya ini.
"ekhemmm"
Mendengar deheman dari atasannya Fisya segera mengalihkah pandangannya dari layar kaca didepannya, kepada atasannya.
"Apa ada yang anda inginkan tuan"?tanyanya.
"Oh. ti-tidak ada"ucap Al tapi baru beberapa detik Al sudah mengubah kata-katanya lagi."ada. ada Sya,apa bisa kamu buatkan kopi untuk saya"?.
"Bisa tuan, tunggulah sebentar".setelah mengatakan itu Fisya pun segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya pergi untuk membuat kopi yang di minta oleh atsannya.
selang beberapa menit Fisya pun sudah kembali ke ruangan atasannya dengan kedua tangannya yang sudah ada napan berisi minuman beserta cemilan yang akan di berikan untuk atasannya tersebut.
walaupun Al tidak mengatakan bahwa dia menginginkan makanan ringan tersebut tapi Fisya berinisiatif sendiri untuk memberikan makanan tersebut.
"ini tuan coffenya". setelah meletakkan pesanan atasannyapun Fisya segera ingin berlalu dari hadapan atasannya ingin segera kembali ke meja kerjanya untuk menyelesaikan kembali pekerjaanya.
"Tunggu".tahan Al
"Apa saja jadwal saya hari ini"?tanya Al
"Maaf tuan sebelumnya, tapi nanti saya harap ketika kita bertemu dengan tuan Benua, tuan harus memanggilnya dengan tuan Ben saja tuan".igat Fisya
"Kenapa"?tanya Al yang merasa bingung akan panggilan nama itu, apa karena ingin terlihat muda makanya tuan Benua ingin di sapa dengan panggilan Ben atau karena namanya yang sedikit unik itu jadi dia malu makanya nama panggilan nya di ubah agar terlihat keren.ntahlah memikirkan itu yang ada malah membuat kepala Al pusing saja terserah dialah ingin di panggil apa itu bukan urusan nya menurut Al.
"Saya tidak tau tuan, tapi saya harap anda memanggilnya dengan panggilan yang saya sarankan tuan".ujar Fisya lagi.
"Baiklah".jawab Al dengan pandangan matanya hanya menujun ke atas sekretarisnya itu.
Tiba-tiba sekelebat pemikiran buruk pun terselip di otaknya akibat nama panggilan yang harus dia sematkan untuk tuan Benua itu.
"Pasti dia ini sudah tua makanya dia menyuruh memanggil namanya dengan panggilan itu agar terlihat muda,atau karena dia ingin terlihat muda di hapan Fisya, iya pasti seperti itu ,pasti dia ingin mendekati Fisya,wahh... wahhh pasti ini, kalau gitu aku harus berhati hati ini pasti tua bangka itu ingin mengejar Fisya ku, ini tidak bisa di biarkan".Batin Al yang Fikirannya entah kemana-mana itu.
"Apa ada lagi yang ingin anda tanyakan tuan".ucap Fisya yang melihat atasannya ini malah terdiam dengan pandangan kosong
Mendegan ucapan dari sekretarisnya, seketika menyadarkan Al dari lamunannya.yang ntah apa-apa saja yang sudah dia fikirkan.
"Oh ti-tidak ada".ucap Al yang memperbaiki duduknya itu karena sedikit salah tingkah akibat ketahuan telah melamun.
"Kalau begitu saya permisi tuan".ucap Fisya
"Iya kembalilah ketempatmu".ucap Al.
Akhirnya Fisya pun segera melangkah menuju mejanya, untuk melakukan pekerjaanya kembali, yang tertunda akibat atasannya tadi meminta untuk di buatkan coffe.