Love Me Please

Love Me Please
Bab 103



"Ah kenyang sekali".ucap Alkas seraya mengelus perutnya yang terasa sesak,penuh sekali rasanya perutnya karena terlalu banyak makan,.


"Tega sekali kamu yang". ujar Alkasy memelas pada Fisha karena memaksa nya untuk memakan makanan yang di pesan Fisha.


"Habisin satu suap lagi itu.salah kamu sendiri sih! udah tau , udah di pesan makanan malah beli nasi padang lagi, kan mubazir kalau di buang, lagian perutku mana muat ngehabisin makan segitu banyak".ucap Fisha yang kasihan juga memaksa Al untuk menghabiskan makanan yang di pesannya, apa lagi melihat Al yang sudah begitu sesak tapi mau gimana lagi,dirinya juga ada ngebantu buat habisin jugakan walaupun tidak sebanyak Alkasy!.kalau di buang kan sayang batinnya mengangkat bahunya.


"Ini nih! , kata yang selalu di ucapkan sedari tadi, mubazir!. iya mubazir tapi ngak gini juga kali".batin Al menggerutu.ingin sekali membukan celananya menggantinya dengan sarung, ketat sekali celananya terasa.


"Ingin sekali aku membukanya".ucap Alkays ambigu menatap kebawah perutnya.


"Apa"?tanya Fisha akan pernyataan Alkasy dan memandang ke arah yang di lihat oleh Al.


"Jangan macam-macam"! ucap Fisha merasa was.


Alkasy mengeryitkan dahinya akan ucapan Fisha, kenapa kekasihnya ketakutan?


"Kenapa"? tanya Al.


"Kamu jangan macam-macam Al kita belum nikah"! ucap Fisha yang memundurkan langkahnya.


"Apaan sih"?tanyanya bingung penasaran.akan kelakuan Fisha yang tiba-tiba takut. " kamu kenapa coba"?tanyanya lagi.


" Ka-kamu ingin buka celana kamu kan"?tanya Fisha.


"iya!, kenapa emangnya"?tanya Al.


"Aku tidak mau, kamu jangan macam-macam Al, aku ngak ingin hamil duluan".


"Lah apa urusannya coba? aku buka celana sama kamu hami"? tanya Al


"Ka-kamu pasti ingin balas dendam kan, kamu ingin memperkosa ku kan aku tau itu makanya kamu ingin membuka celana mu"?ucap Fisha gugup. "Karena a-aku menyuruhmu menghabiskan makanan itu semuakan"?.ucapnya begitu gugup. fikirannya entah udah kemana,dia yakin Alkasy bakalan balas dendam, dulu juga begitu jika Fisha tidak membeli seperti apa yang di inginkan oleh Al, pasti dirinya akan mendapat hukuman. kali ini pun sama sepertinya.


"Ha. ha. hahaha".tawa Al begitu menggelegar di dalam kamar hotel itu karena jawaban yang di berikan Fisha,sekarang dia paham kenapa Fisha menuduhnya begitu."Hahah haha". Al masih saja tertawa tanpa memperdulikan raut wajah Fisha yang kebingungan. "apaan sih kamu yang, siapa yang ingin memperkosamu"?tanya Al dengan tawanya yang masih keras.


"Ya. ya kamu lah siapa lagi"!ucap Fisha yang sekarang merasa heran?apa ada yang lucu?.


"Fikiran dari mana itu"?tanya Al meredakan tawanya. mengelus perutnya "aduh.. perut ku"! ucap Alkasy terlalu banyak ketawa bikin sakit perut rupanya.


"Kan memang seperti itu! kamu pasti bakalan balas dendam karna aku menyuruhmu buat ngehabisin makanan ini semua"! tunjuk Fisha ke meja dengan piring yang sudah bersih tanpa ada sisa makanan lagi.


"Hey,". ucap Al mengernyitkan keningnya akan apa yang di dengarnya. senyum yang semula masih menghiasi bibirnya pun seketika itu redup akan ucapan Fisha, walaupun tidak terlalu keras, tapi masih terdegar olehnya. " kamu masih mengingatnya"?tanya Al tidak menyangka rupanya Fisha masih mengingat perlakuan buruknya dulu.


"Kemarilah". ujar Al menjulurkan tangannya.


Fisha pun denga rasa was menyambut uluran tangan Alkas. Dan segera di tarik oleh Al untuk ia duduki di pangkuannya.


"Apa kamu masih begitu mengingat apa yang aku lakukan dulu"?tanya nya lagi.


Fisha hanya mengangguk saja mengiyakan pertanyaan Al.


"Huff" Al membuang nafasnya kasar, ternyata perbuatannya dulu begitu membekas di ingatan Fisha. pantesan Fisha begitu membencinya, begitu jahat ternyata dirinya dulu.


"Maafkan aku".ucap Alkasy menyesal akan perbuatannya dulu. "Maafkan aku Sya, yang pernah menyakitimu!aku menyesal


, maafkan aku , aku janji tidak akan menyakiti mu lagi".ucap Al dengan rasa penyesalannya.


"Aku sudah berjanji kalau kita akan mengawali hubungan ini dengan lebih baik.aku tidak akan menyakitimu lagi, karena aku tidak ingin kehilangan mu lagi Sya".ucapnya begitu tulus menatap bola mata yang begitu indah di depannya.


"Benar kah apa yang kamu ucapkan itu".? tanya Fisha walau masih ada rasa takut, tapi dirinya memilih untuk percaya. karena dia pun ingin mengawali ini semua dari awal. walaupun masih ada rasa yang mengganjal di hatinya. tapi untuk saat ini dia bisa merasakan kalau Al benar-benar tulus dengan dirinya.


Alkasy pun menganggukan kepalanya.


"Apa yang ada di kepala ini", tunjuk Al mengarah ke kepala Fisha. " bisa-bisanya menuduhku ingin memperkosamu, aku kan tau batasan juga yang".tanya Al mengalihkan pembicaraan yang tidak ingin semakin melow saja.


"Ya. ya. itu"! ucap Fisha gugup mendapatkan tatapan begitu intens dari Al, apa lagi posisinya yang juga begitu dekat dengan Alkasy.


"Apa coba"?tanya Al yang suka sekali menggoda Fisha, apa lagi sekarang Fisha terlihat begitu salah tingkah bahkan pipinya sudah merona.


"Ya.... itu"!ucapnya begitu malu mengatakan isi kepalanya.


"Itu apa coba?, yang jelas dong yang"!.


"Ya itu, kamu ingin memperkosaku". cicitnya malu,. "apa lagi coba kalau bukan itu yang kamu inginkan sampai harus buka jelana".


"Ya ampun yang!. Kamu selalu ngatain aku mesum, padahal fikiranmu ini yang ngeres udah kemana-mana, aku kan hanya ingin membukanya dan menggantinya dengan sarung kalau ada, karna perutku begitu terjepit ama jelana sangking ketatnya".ujar Alkasy geleng-geleng kepala. padahal kekasihnya ini yang paling mesum.tapi malah dirinya yang sering di katai mesum.


"Oh. hehe maaf yang"!. ucap Fisha begitu malu.