
Beberapa menit kemudian Alkasy dan Fisha pun sampai di lokasi acara yaitu di rentoran, ya reoni kali ini mereka memutuskan untuk di adakan di restoran mewah milik Jack. yaitu sahabatnya Alkasy, tidak seperti sebelumnya mereka mengadakan acara di pantai atau di hotel.
"Ayo masuk"!. ajak Alkasy, menatap Fisha yang seperti enggan untuk masuk kedalam padahal sudah beberapa menit mereka berdiri di luar, tapi Fisha masih betah saja berdiri di depan pintu masuk restoran Jack, yang sudah mereka boking untuk malam ini. Sama sekali tidak ada pergerakan dari Fisha yang ingin beranjak masuk ke dalam restoran tersebut.
"Kamu saja yang masuk Al".jawab Fisha setelah beberapa menit terdiam.ia benar-benar enggan untuk masuk kedalan restoran itu.
"Sha jangan seperti ini , kita udah pernah bahas sebelumnya kan? tidak ada bantaha dan penolakan".ucap Alkasy.
"Tapi aku kan tidak pernah berjanji, kamu aja yang maksa".saut Fisha kesal.
"Sama saja, ayo masuk, ngak usah takut ada aku".ujar Alkasy mengenggam tangan Fisha begitu erat.
Fisha pun Akhirnya hanya bisa pasrah, terpaksa harus menuruti ajakan Alaksy.
Baru saja mereka memasuki restoran tersebut sudah banyak pasang mata yang menatap kearah mereka,bagaimana tidak! selama ini yang mereka tau Alkasy tidak punya kekasih tapi malam ini, sungguh Alkasy memberi kejutan untuk mereka dengan mengandeng perempuan cantik di sebelahnya malam ini tanpa mereka sadari kalau itu teman mereka juga.
Dan bisik-bisik tetangga pun mulai terdengar, ada yang memuji kencantikan Fisha ada pula yang iri dengannya.
Fisha pun berulang kali hanya dapat menghela nafasnya saja, hanya itu yang bisa ia lakukan mendengar tuduhan-tuduhan dari teman seangkatanya.
Inilah alasannya dulu kenapa ia tidak pernah ingin datang keacara yang beginian, pasti ada saja kelakuan mereka yang membuatnya tidak nyaman, apa lagi kalau ada yang datang dengan pakaiaan biasa saja yang tidak sesuai dengan keinginan mereka pasti mereka akan membuli nya habis habisan hingga orang yang di buli tersebut pergi.
Padahal sudah beberapa tahun berlalu tapi masih saja sama, sama sekali tidak ada perubahan menurut Fisha.
Akasy yang ada di sampingnya terus mengenggam tangan Fisha begitu erat menyiratkan kalau semuanya pasti baik-baik saja jangan khawatir.
Hingga mereka pun sampai di meja yang sudah di sediakan, dan yang jelas sudah di tunggu oleh letiga sahabatnya Alaksy.
"Lama ama lo". ucap Jack.
"Sorry tadi sedikit macet".jawab Alaksy bohong, mana mungkin dia berkata jujur, yang ada bakalan dapat cubitan dari Fisha kalau dia berkata juju.
"Wah.. si eneng makin cantik aja".ucap Jack lagi terseyum manis.
Sedangkan yang di puji sama sekali tidak memperdulikan pujian yang keluar dari mulut Jack.
Alaksy hanya menatap Jack dengan tajam berani sekali dirinya memuji kecantikan calon istrinya ini.
"Heheheh".Jack yang di tatap sedemikian oleh Akasy hanya cengingiran saja.
"Hey di mana Viona"?tanya Dianya salah satu teman nya Viona pada temannya yang lainnya.
Ya itu Diana sahabatnya Viona tapi lebih tepatnya babu bagi Viona karna mau saja di suruh dan menuruti apa saja yang di inginkan oleh Viona.
Sungguh pertanyaan Diana itu begitu jelas di telingan Fisha bagaimana tidak karena dirinya dan Alkasy duduk di meja yang begitu dekat dengan mereka, ia pun langsung mengarahkan pandangannya terhadap Alaksy ingin melihat bagaimana reaksi Alkasy .tapi yang di perhatikan sama sekali tidak memperdulikan suara tersebut.
Malahan ia sibuk sendiri dengan ketiga sahabatnya, dan kadang terseyum manis kepadanya.
"Mana kami tau Di". jawab Farah mewakili yang lain.
"Ck, kalian ini! lihatlah Alkasy datang sama siapa malam ini". tunjuk Diana dengan dagunya ke arah Alkasy dan Fisha yang terlihat begitu mesra malam ini.
"Itulah yang lagi kami bicarakan Di".sahut Farah. "Pantesan Viona tidak bisa mendapatkan Alkasy kembali rupanya dia kalah saing".ucap Farah yang langsung mendapatkan pelototan dari sahabatnya yang lain.
"Hey.... kenapa liatin aku begitu,ada yang salah"?. tanya Farah karena mendapatkan pelototan dari sahabatnya membuat dirinya merinding saja.
"Mulut mu itu apa ngak bisa di filter sedikit saja". ucap sahabatnya yang satu lagi yang bernama Safira.
"Apaan sih Fi aku kan berkata jujur, memang benarkan Viona kalah saing dengan perempuan yang di gandeng Alkasy, lihat saja dia lebih cantik, bahkan kecantikannya itu natural ngak seperti Viona cantik karena dempul. aku saja iri dengan perempuan tersebut".ujar Farah jujur dengan suaran yang cukup keras.
Plak
Mimi yang ada di sampingnya langsung saja memukulnya begitu kencang dasar sahabatnya ini bisa-bisanya berbicara seperti itu, kalau di dengar oleh Viona habis mulutnya di cabein.
"Ih sakit tau".ucap Farah mengusap bekas pukulan yang di lakukan oleh Mimi di lengannya. "Apaan sih main pukul aja".kesalnya menatap tajam Mimi.
"Kamu itu bisa kecilin ngak volume suaramu itu. kalau ngomong itu jangan asal ceplos aja, kalau ketauan Viona giman".ujar Diana.
"Biarin aja". ucapnya jengken kepada sahabatnya selalu saja dirinya salah "Lagian aku berkata jujur".
"Ck". mereka hanya manpu berdecak terhadap sahabatnya yang satu ini yang selalu berkata apa saja yang di ingin kannya tanpa ada Filter sedikitpun, itulah kenapa dirinya selalu saja mendapat pukulan ataupun makian dari Viona karena tidak bisa menjagan mulutnya.
Fisha yang sedari tadi begitu jelas mendengar pembicaraan Diana beserta sahabatnya pun hanya diam saja ingin mendengar lebih lanjut lagi ucapan mereka, apa benar yang di bicarakan mereka kalau selama ini Viona tidak bisa mendekati Alaksy apa benar mereka sama sekali tidak ada hubungan dengan lagi tapi rasanya iya belum bisa mempercai itu semuan.
Ia hanya bisa berharap semoga saja benar seperti yang di bicarakan oleh mereka.