Love Me Please

Love Me Please
Bab 95



"Cuih". ujar Radit ternyata sahabatnya ini masih seperti dulu. narsis!.


"Kamu itu masih aja seperti dulu, tidak berubah. masih suka memuji diri sendiri! apa kamu ngak sadar, kamu itu sama sekali tidak tampan"!ujar Radit yang muak mendegar kepedean Andrew.


"Lah memang kenyataannya begitukan"?! jawab Andrew dengan gaya sombongnya.


"Wuekk wuekk pengen muntah aku degarnya".ucap Radit seperti orang yang ingin muntah.


"Sudah-sudah apaan sih kalian ini". ujar Sofia yang sedari tadi diam menjadi pendegar yang budiman,pun angkat bicara yang sudah geram melihat tingkah suami dan temanya, seperti anak kecil saja.


"Iya apaan sih malah saling berdebat hal yang tidak penting".timpal mama Anita. "kita ini lagi ngebahas masalah hubungan putra putri kita, bukan ngebahas siapa yang tampan siapa yang ngak, sadar umur dong! udah pada tua juga masih kayak anak kecil aja".repet mama Anita melihat kelakuan suami dan temannya.


"Dia yang duluan".ucap Radit.


"Kok aku"?tunjuk Andrew pada dirinya sendiri, yang tidak terima dirinya di salahkan oleh Radit.


"Kan memang kamu yang salah duluan".


"Kamu yang duluan, enak aja nuduh aku"! jawab Andrew yang tidak terima dirinya di salahkan.


"Kok aku, kamulah "ucap Radit lagi.


"Kamu".ucap Andrew.


"Kamu, enak aja nuduh aku".ucap Radit lagi


"Stop..... sudah sudah ,ngak usah saling menyalahkan, dua duanya salah! diam ngak? kalau ngak keluar aja, bikin ribut saja, pusing tau dengarnya".ujar Sofia yang ingin sekali mengetok kepala kedua pria paruh baya ini, sudah tua kelakuannya masih kayak bocah saja, tidak ada yang mau mengalah.


"Maaf".ucap Radit bersama Andrew. yang langsung bungkam tidak lagi meneruskan perdebatan yang terjadi di antara keduanya.


Memang kalau ibu negara sudah bergerak harus segera di patuhi kalau ngak bisa berebe urusanya.


"Hmmm kalau saya seperti kata mas Radit saja mbak, ngak bisa kasih jawaban, terserah anaknya aja mau gimana mbak".ucap Sofia yang sudah seperti semula, tidak marah lagi.


"Jangan gitu dong mbak Sofia".ujar mama Anita yang tidak puas akan jawaban yang di berikan calon besanya.


"Kami benar benar tidak bisa memberi jawabannya mbak, lagian kita juga belum tanyakan sama Fisha dan.. siapa tadi"?tanya Sofia yang lupa akan nama putranya mama Anita.


"Alkasy".ujar papa Andrew


"Ah iya Alkasy, kita belum mendegar dari mereka bagaimana hubungan di antara keduanya, mana tau mereka hanya temenan saja mbak , kita tunggu mereka pulang saja, nanti kita tanyakan bagaimana hubungan di antara keduanya, biar lebih jelas nantinya kita beri jawabannya, benarkan mas"?tanya nya lagi kepada suaminya meminta persetujuan dari suaminya.


"Hmm".jawab Radit menganggukan kepalanya, membenarkan pendapat istrinya.


"Tapi dari mbak Sofianya gimana"?tanya mama Anita yang belum puas, setidak nya dirinya harus mendegar pendapat dari calon besanya terlebih dahulu tentang niat dirinya yang ingin menjadikan Fisha sebagai calon menantunya.


"Gimana apanya mbak"?tanya Sofia yang ambigu dengar pertanyaan dari Anita.


"Pendapat mbak sofia tentang lamaran kami tadi"?.


"Ohh kalau itu kami ok ok saja sih,kami menerimanya mbak, bagi kami ngak ada masalah sih mbak! benarkan mas"?.


Radit yang mendengarnya hanya mengiyakan saja segala ucapan istrinya, takut nanti dirinya salah pula kalau berbicara, lagi pula baginya tidak masalah juga sih kalau berjodoh dengan putra sahabannya lagian dia sudah mengenal sahabatnya bagaimana. jadi sedikitnya, bukan sedikit tapi banyaknya!,dia tau sosok yang akan menjadi besanya nantinya.


"Kalau begitu baiklah".ucap mama Anita yang sudah bisa kembali terseyum lagi, tadi dirinya sempat merasa begitu was- was akan keputusan yang akan di berikan oleh besannya. rasanya sekarang dirinya tidak merasa resah lagi, setelah mendegar jawaban yang di berikan calon besanya, karena baginya restu orang tua Fisha begitu penting dia dengar, lega sekali rasanya setelah mendengar jawaban yag di berikan oleh Sofia dan Radit , mereka tidak keberatan akan niatnya yang ingin menjadikan Fisha menantunya."kita tunggu mereka pulang saja, sekalian kita tanyakan pendapa mereka nantinya".ujar Anita.


"iya mbak".jawab Sofian.


Para suami pun hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan istri-istri mereka.