
Mendegar apa yang di ucapkan oleh bossnya ia sedikit lebih tenang, sebelumnya Fisya tidak pernah menghadiri acara seperti ini dengan semua tamu yang hadir para pengusaha dan pejabat penting.biasanya hanya menghadiri acara pesta perninakahan atau hakikah anak tetangga nya saja yang sudah melahirka yang tamunya kebanyakan orang yang dikenalnya. dengan atasannya yang lama pak Rahmat sudah berkeluarga jadi lebih memilih pergi bersama istrinya agar tidak ada gosip yang tidak-tidak, perkataan Al barusan begitu menyentuh hatinya, dia seperti terhipnotis dengan perkataan Al bahkan ia begitu percaya denga apa yang di ucapkan oleh Al sehingga rasa gugup yang Fisya rasakan hilang dengan segera.
Fisya segera menganggukka kepalanya dengan menggenggam tangan Al lebih erat mengatakan bahwasanya dia lebih baik sekarang melalui genggaman yang dia berikan.
"Kalau begitu ayo kita beri ucapan selamat dulu kepada tuan rumah".ajak Al agar mereka tidak lama lagi berdiri di depan pintu sehingga membuat mereka masih menjadi pusat perhatia para tamu yang hadir.
Dengan melangkahkan kaki mereka segera menghampiri tuan rumah yang telah mengundang mereka untuk menghadiri acara pesta hari jadi pernikahan.
"Selamat tua atas hari jadi pernikahan kalian semonga selalu bersama sampai maut memisahkan"ucap Al denga mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan tuan Dahlan selaku kolega bisnisnya.
Tuan Dahlan yang merasa tidak mengenali pemuda yang memberinya ucapan selamatpun merasa heran.
Al yang menyadari kolega bisnisnya ini tidak mengenalinya segera memperkenalkan diri, wajar banyak yang tidak mengenal dirinya karena selama ini tugasnya sering di berikan kepada sekretarisnya dia hanya memantau dari dalam saja.
"Kenalkan saya Alkasy william pemilik perusahaan Alkasy Grop"ucapnya memperkenalkan diri
Mendegar nama yang di ucapkan oleh pemuda di depannya tuan Dahlan terkejut,setaunya selama ini pemilik asli perusahaan itu orang yang seumuran denganya.
"Maaf saya tidak mengenali anda tuan karena waktu hari penyambutan anda saya tida bisa menghadirinya karena saya sedang berada di luar kota"ucap tuan Dahlan yang merasa bersalah karena tidak mengenali pemilik perusahaan yang bekerja sama dengannya.
"Tidak apa -apa tuan".
"Wah... saya sangat berterimakasi tua karena sudah mau menghadiri undangan saya,saya tidak menyangka ternyata anda masih sangat muda, saya kira anda sudah seumuran dengan saya".ucap tuan Dahlan terkekeh degan tangan yang masih mengenggam tagan Al,ternyata selama ini dia salah.
"Apa dia istri anda tuan"?tanya tuan Dahlan mengarahkan pandangannya terhadap perempuan yang berdiri di samping Al malam ini dengan jari tangan yang saling mengenggam satu sama lain.
"Ohh selamat tuan,nyonya atas hari jadi pernikahannya semonga bahagia selalu tuan"ucap Fisya "saya Fisya tuan saya han..."belum juga ucapannya selesai sudah di potong oleh Al lagi.
"Iya dia istri saya tuan"ucap Al kapan lagi coba, kalau sudah begini pasti sekretarisnya ini tidak akan bisa jauh lagi dari dirinya,entah apa tujuan Al memberi jawaban seperti itu.
Terkejut itulah yang di rasakan oleh Fisya atas jawaban yang atasannya ucapkan, sungguh rasanya ia ingin marah tapi sebisanya dia tahan.
"apa-apaan dia ini, apa maksudnya apa dia sekarang ingin mempermainkan hatiku lagi"batin Fisya yang sungguh sangat marah atas ucapan atasannya ini.
"Iya kan sayang" dengan senyuman yang sagat merekah Al berucap dan tangannya iya lingkarkan di pinggang Fisya agar terlihat seperti pasangan suami istri.
Fisya yang merasa kelakuan Alkasy yang sangat di luar batas hanya bisa menutup matanya menahan emosinya yang sudah di ubun-ubin ingin supaya di keluarkan segera.
"Tahan -tahan Sya kamu harus saba, nati ada waktunya kamu mengeluarkannya Sya sekarang kamu ikuti saja kemauannya".batin Fisya.
*
*
*
*
...Terima kasih bagi yang sudah mau membaca karya author yang pertama ,maaf kalau masih ada kekuranga.mohon dukungannya ya....