Love Me Please

Love Me Please
Bab 42



"Hai Sya".sapa Al


"Kamu"! Fisya begitu terkejut mengetahui bahwasanya Al yang di panggil oleh mama Anita adalah atasannya.


"Kalian sudah saling kenal"? tanya mama Anita


"Iya ma"!bukan Fisya yang menjawab melainkan Al


Mama Anita hannya menganggukkan kepalanya saja mendegar jawaban dari purtanya.


"Pantesan Al semangat sekali membahas tetangga yang satu ini rupanya dia sudah kenal,tapi kenpa harus dikenalkan lagi kalau sudah saling kenal, ah ntahlah nanti saja aku tanyakan sama anak bodoh ini"batin mama Anita.


"Sya, ini anak bunda yang ingin bunda kenalkan sama kamu, sekalian ingin bundah jodohkan sama kamu, bunda sangat berharap kalian berjodoh". ucap mama Anita dengan senyum cerahnya karena mengetahui Fisya dan putranya ini saling mengenal satu sama lain,pasti usahanya untuk menjodohka putranya dengan tetangga depan rumahnya ini akan berhasil.


"lagian kalian kan sudah saling kenal jadi pasti sudah saling memahamilah satu sama lain".goda mama Anita berharap menantu idamanya ini mau menerima ajakannya.


Mendengar penuturan dari mama Anita, Fisya hanya bisa menganga dengan mulut terbuka,sungguh ucapan mama Anita ingin sekali dirinya bantah, tapi dia takut orang yang selama ini sangat baik terhadapnya kecewa kalau dia langsung menolaknya jadi dia biarkan saja,nanti dia bakalan memikirkan cara menolaknya dengan tidak menyakiti perasaan mama Anita.


"Kalau bagitu bunda tinggalin ya Al".ucap mama Anita.


Sebelum mama Anita melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Al dan Fisya,sempat-sempatnya mama Anita berbisik kepada Al."cepat-cepat kamu dapatkan hatinya jangan sampai nanti di ambil oleh orang lain mama ngak rela"!.setelah mengatakan itu mama Anita pun segera berlalu meninggalkan sepasang manusia yang saling terdiam satu sama lain.


Al hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mamanya, padahal tanpa di suruhpun Al akan tetap berusaha untuk mendapatkan hati kekasihnya kembali.ya dia masih menganggap mereka masih memiliki hubungan karena tidak ada kata putus di antara mereka, hanya saja Fisya yang tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa kabar.


Dia masih berharap hubungannya dengan Fisya masih bisa di perbaiki,batin Al.


Kata mamanya tiap hari libur Fisya pasti akan lari pagi di area perumahan ini, tapi kenapa pakaiannya seperti itu,batin Al dengan kening yang berkerut menilai penampilan Fisya, apa gaya pakaian olah raga sekarang mulai beruban ntahlah dia tidak ingin memikirkan itu, lebih baik sekarang dia berusaha untuk mendekatkan sekterarisnya ini.


"Kamu ingin kemana Sya"?tanya Al yang penasaran dengan apa yang ingi Fisya lakukan sepagi ini dengan berpakainya seperti itu.


Bagaimana tidak penasaran dengan pakaian yang digunakan Fisya,. Hoodie yang kebesaran yang panjangnya hanpir selutut dan satu lagi jangan lupa celana training yang Fisya kenakan juga kebesaran sungguh bukan pakaian olahraga sama sekali menurut Al.


"Apa anda tidak bisa menilai pakaian saya yang sudah seperti ini sayang ingin kemana".jawab Fisya formal dengan nada dinginnya.


"Glek"Al hanya bisa menelan ludahnya saja mendengar jawaban yang di beri oleh Fisya, sungguh ketus sekali.


"Ah,hahahahh..."Al hanya bisa tertawa untuk menghilangkan rasa gugup dan canggungnya karena mendengar jawaban yang di beri oleh sekretarisnya ini.


"Aku ingin lari pagi, apa kamu ingin ikut?tidak enak rasanya kalau tidak ada teman ngobrol, apa lagi aku belum terlalu tau daera disini"!bohong Al mana mungkin dia tidak tau area perumahan tersebut yang sudah di tingggalinya selama bertahun-tahun.


*


*


*


... mohon dukungannya jagan bosan menunggu update karya author ya😊...