
"Aku akan menerima pekerjaan itu,mengandung anakmu" ucap Dara dengan nafas tersenggal
Rio sempat tercengang,tapi detik berikutnya dia menyeringai
Rio tersenyum saat dara datang menghampirinya, benar apa yang dikatakan rio bahwa dara akan kembali dan menerima tawaran itu.
Rio menatap dara seksama dari atas sampai bawah dan berucap.
"Apa yang akan kau lakukan?" ucap rio
"Mengandung anaku?" tanya rio.
Dara mengangguk membenarkan ucapan rio.
"Kau yakin?" ujar rio
Dara mengangguk pasti.
"Tapi sayang nya aku tidak yakin" ujar rio dan berlalu pergi dari hadapan dara yang diikuti oleh sekertaris nya
Dara tercengang dengan perkataan rio,,bukannya pria itu yang menginginkan dara mengandung anaknya?
Segera dara berbalik dan menghadang rio.
"Apa maksudmu?kau kan yang bilang kalau kau menginginkan ku?" ujar dara
"Kau? aku? menginginkanmu?" tanya rio
"Kau bilang kau ingin aku yang mengandung anakmu, dan sekarang disaat aku ingin melakukannya kau malah tidak ingin, sebenarnya apa maksudmu?" ujar dara
"Menurutmu apa?" ujar rio dengan nada enteng.
Dara menghela nafas, demi ayahnya dia akan membujuk pria ini.
"Baiklah, tolong jangan seperti ini, aku akan melakukannya, dan kau akan melakukan hal yang ku inginkan juga, aku mohon" ujar dara.
"Baiklah" ucap rio dan mengambil ponsel nya didalam saku jas nya dan menekan beberapa tombol ponsel lalu meletakannya di telinga nya.
"Lakukan apa yang aku perintahkan sekarang"ujar rio yang matanya menatap dara.
"Beres" ujar rio kembali menaruh benda pipih itu didalam saku jas nya.
Dara mengangguk pelan mengiyakan.
"Mun kau awasi wanita ini, jika dia berniat kabur,tangkap saja, dan berikan kepada anjing peliharaanku" ujar rio yang matanya masih
menatap mata dara, dengan senyum menyeringai.
"Baik tuan" ujar sekertaris.
Dara menelan saliva nya, merinding akan perkataan yang diucapkan rio barusan.
"Besok temui aku di jam makan siang, ingat jangan memakai pakaian seperti ini besok." ujar rio meninggalkan dara seorang diri disana.
Dara menghela nafas panjang,besok mungkin akan menjadi hari yang buruk baginya.
Tapi dia tidak masalah, yang penting keadaan ayahnya akan membaik setelah ini.
.......
Sinar matahari masuk ke celah celah jendela kamar wanita bersurai hitam,masih bergelut dengan selimut hangat nya, seakan tak mau kehilangan moment menyenangkan ini sampai dara enggan bangun dari kasur nya.
Bagaimana tidak, semalam dara tidur jam dua dini hari, karna memikirkan pria itu, kepala seprrti ingin pecah, otak nya yg terus berputar memikirkan bagaimana nasib nya di kemudian hari.
Diawali dengan helaan nafas panjang dara bangkit dari tidur nya, masih dengan mata terpenjam dara duduk di bibir ranjang.
"Apa aku harus bertemu dengannya sekarang?" tanya dara kepada diri nya sendiri.
"Ah benar,dia bilang jam makan siang" jawab dara kepada dirinya.
"Lebih baik ke rumah sakit dan menjenguk ayah" ucap dara yang bangkit dari duduknya menuju kamar mandi yang terletak di luar kamarnya.
.....
Keluarga sanjaya saat ini sedang menikmati hidangan sarapan yang diberikan para pelayan dirumah besar ini.
Rio belum terlihat dimeja makan,ibu nya memanggil sekertris mun untuk segera memanggil rio untuk sarapan,dan sekertaris mun pun mengangguk.
Tak lama rio berjalan kearah meja makan, bertemu dengan seluruh keluarga nya, ibu dan adik adiknya, rio tidak mempunyai keluarga lain, karna ibu dan ayahnya yg sebatang kara di dunia, jadi mereka hanya hidup berlima seharusnya, karna ayahnya telah dulu pergi.
Seperti biasa jeni dan jeje menyapa kakak tertua dan tertampan nya itu, tapi mereka tak berharap lebih akan di jawab sapaannya, karna menurut mereka kak rio itu dingin seperti bongkahan batu es yang berada di kutub utara.
"Rio mana pacarmu? kau bilang kau akan membawanya kemari" tanya ibu.
"Akan ku bawa" jawab rio sekenanya.
"Kau tidak membohongi ibu kan?" tanya ibu dengan nada selidik.
"Tidak" ujar rio singkat.
"Baiklah ibu percaya, tapi jika kau tidak membawanya, kau harus menuruti perintahku dan segeralah menikah dengan Reta" ujar ibu dengan roti yang masih berada di mulutnya.
"Ibu,ibu sedang makan, berhenti lah bicara" ujar jeni.
"Iya nanti ibu bisa tersedak" sahut jeje.
"Baik baik, tidak usah mengeroyok ku" ujar ibu.
Rio yang jengah akan permintaan ibunya itu hanya menahan kesabarannya, dia ingin bersikap baik didepan ibunya karna ayahnya sudah tiada.
.......
Dara sudah berada dirumah sakit sekarang, saat sampai didepan pintu kamar ayahnya dara segera masuk kedalam, ternyata ayahnya sedang membaca buku.
Dara melangkah masuk dan mendekati ranjang ayahnya dan duduk disana.
"Ayah sedang membaca apa?" tanya dara.
Ayah menutup bukunya dan menatap langit langit kamar.
"Besok ayah akan dioprasi, ayah ingin tau,dari mana kau punya uang sebanyak itu nak?" tanya ayah yang kini beralih menatap dara.
Dara terkejut dengan pertanyaan tiba tiba ayahnya, bagaimana ini jika ia jujur ayahnya tak akan mau menjalani operasi.
"Tabungan ku lumayan bisa membayar rumah sakit yah, ya walaupun kurang sedikit, tapi aku akan bekerja untuk melunasinya nanti, untuk itu ayah tidak perlu memikirkannya, yang harus ayah pikirkan adalah sekarang kondisi ayah" ujar dara dengan senyum yang mengiringi perkataannya.
Ayahnya terharu mendengar penuturan putrinya, dia bersyukur atas apa yang tuhan beri, mempunyai putri sebaik dara yang tidak sungkan mengurusnya.
.......
12.00
Dara menatap arloji yang berada di pergelangan tangan nya, dia akan menemui pria yang akan menjadi ayah dari anaknya kan? tunggu. tapi kan mereka tidak menikah, bagaimana bisa pria itu disebut ayah dari anak yang dikandung dara? Memikirkannya saja dara sudah pusing. Hubungan tanpa status.
Saat sedang memikirkan itu semua, ponsel yang berada disaku dara bergetar, segera diambil dan melihat nama siapa yang berada di layar benda pipih itu, segera dia mengangkat telfonnya.
"Halo?" ujar dara
"saya sudah berada dirumah sakit nona"
"Rumah sakit? Kau disini sekarang?"
"Iya nona, tuan rio ingin menemuimu"
"Baiklah aku ketempat mu" ujar dara dan mematikan ponselnya.
Aneh,kenapa dia tau dimana aku berada?
Dara meninggalkan ayahnya yang sedang tertidur.
.....
Dara sampai di mana mobil sekertaris itu berada, segera sang sekertaris membukakan pintu untuk nona nya masuk kedalam.
"Hei, kenapa kau tau aku disini? Padahal aku belum memberitahu mu kalau aku disini" tanya dara.
"Tidak perlu memberitahu nona, saya sudah tau" jawab mun yang menatap kaca diatasnya.
'dasar aneh'
Didalam mobil mereka hanya diam tidak ada yang memulai pembicaraan,sampai mereka telah sampai di restoran bergaya jepang,sejujurnya dara penasaran seberapa kaya pria itu sampai namanya saja terkenal dimana mana, baiklah mulai sekarang pas pulang nanti dara akan mencari tahu tentang pria itu.
Mun berjalan dan membukakan pintu,segera dara berjalan menuju tempat yang diarahkan sang pelayan.
"Silahkan nona"
"Terima kasih"
Dara membuka pintu dan melihat ada rio yang sedang menyesap bir nya disana.
"Kau hanya ingin diam berdiri disitu?" tanya rio dengan sedikit nada kesal
Lantas dara menghampiri dan duduk dihadapan rio dengan kaku.
"Lama sekali,kau membuatku menunggu" ujar rio.
"Maaf tuan" ujar dara menunduk takut.
"cih bagaimana bisa kau akan menjadi ibu dari anaku" ujar rio pelan seraya menyesap bir nya
Deg
Apa katanya? ibu dari anaku? apa aku salah dengar?
"Kenapa kau melamun?apa yang kau pikirkan?" tanya rio yang melihat dara bengong.
"Tidak, aku tidak memikirkan apa apa" ujar dara
"Pasti kau memikirkan yang aneh aneh dengan ku kan?" tuduh rio dengan smrik nya.
"Tidak tuan, tidak pernah aku memikirkan itu" ujar dara.
"Baiklah,makan makanan mu" ujar rio yang memasukan makanan jepang itu kedalam mulutnya.
Dara menatap makanan yang ada dihadapannya, semuanya ikan mentah.
Dara alergi terhadap ikan mentah, bisa bisa kulit nya merah seperti kepiting rebus. Tapi ada satu keanehan dara, dia menyukai sushi.
"Kenapa diam?Membantah perkataanku?" ujar rio yang lagi lagi menatap dara.
"Tidak, aku,,akuu alergi terhadap ikan mentah,jadi aku hanya akan memakan ini saja" ujar dara pelan,tangannya menggapai sumpit dan memakan satu sushi ke mulutnya.
"Kau alergi ikan mentah?Yang benar saja" ujar rio sedikit menahan tawanya.
"Kenapa kau menahan tawa tuan? kalau ingin tertawa,tertawa saja" ujar dara asal
"Tidak, baru ini aku menemui orang yang alergi pada ikan mentah, tapi kau suka sushi?" tanya rio dengan sedikit tawanya.
"Iya dari kecil aku tidak menyukai ikan mentah, tapi aku sangat suka sushi" ujar dara yang mengambil satu sushi dan melahapnya.
"Dasar wanita bodoh,apa kau tidak tahu kalau didalam sushi ada ikan mentah" ujar rio yang menunjuk sang sushi.
"Aku tau" ujar dara sekena nya, dia hanya berkutat dengan sushi nya.
"Baiklah habiskan saja sushi disini, Kau sangat bodoh." ujar rio yang menyesap bir nya.
"Aku juga tau" ujar dara
**BERSAMBUNG.
ADA YANG KAYA DARA? GAK SUKA IKAN MENTAH TAPI SUKA SAMA SUSHI.
CEWE CANTIK MAH BEBAS**.