Love Me Please

Love Me Please
Bab 35



"Oh i-iiya saya baik tuan". jawab Fisya setelah sadar dari keterkejutannya.


"Sayang...long time not see, kamu itu makin tampan saja".ucap perempuat tersebut sambil berjalan dan meraih lengan tangan Al.


"Apaan sih lepasin ngak".


"Sayang kamu kenapa begitu sih, kamu ngak kagen sama aku setelah sekian lama kita berpisah".ucapnya dengan nada manja masih dengan bergelanyut di lengan Al.


"Viona lepasin".ucap Al sambil melepaskan genggaman tangan Viona di lengan nya"kita itu udah ngak ada hubungan apa-apa lagi, apa kamu lupa atau kamu sudah mulai pikun sekarang".ucapnya dengan sinis mengingatkan Viona dengan hubungan mereka yang sudah lama kandas.


Ya yang memanggilnya tadi adalah Viona larasati mantan pacarnya Al.


Fisya hanya diam saja dan menonton perdebatan sepasang manusia yang ada di depannya.


"Kenalkan istriku".


Al segera mengenggam tangan Fisya dan memperkenalkan Fisya kepada Viona sebagai istrinya. perjumpaannya dengan Viona malam ini hanya mengganggu malamnya saja yang sedang bersama sekretarisnya.


Mendengar pengakuan dari atasanya Fisya begitu terkejut, dia tidak percaya dengan pengakuan yang Al katakan ke pada Viona yang dia tau Al sangat mencintai Viona tidak mungkin dia bisa berkata seperti itu kepada orang yang sangat dia cintai, apa mungkin ini hanya akal-akalan Al saja untuk menjebaknya lagi dan membuat Viona cemburu lagi kepadanya dan setelah itu Viona akan meminta untuk kembali lagi bersama, seperti dulu yang pernah mereka lakukan apakah benar seperti itu.


Sepertinya dia tidak bisa berfikir dengan benar untuk saat ini.kejadian ini benar-benas hampir sama dengan kejadian yang pernah dia alami dulu.


"Dan mulai sekarang berhenti mengganggu ku, karena aku tidak ingin membuat istriku terganggu dengan kehadiranmu disini".


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Al,Viona hanya bisa diam di tempat tanpa bisa menjawab ucapan Al.


"Ayo sayang lebih baik kita kedalam lagi".


dengan menggenggam tangan sekretarisnya Al segera berlalu dari hadapan Viona.


Fisya hanya mengikuti saja apa yang Al katakan dia tidak mengatakan iya ataupun tidak dia tidak tau harus bereaksi seperti apa karena dia masih begitu terkejut dengan semua kejadian yang menimpanya, ini seperti dejavu bagi dirinya.dia hanya mengikuti saja kemana Al membawanya.


Setelah merasa jarak antara Viona dengan dirinya jauh.Fisya segera menghentikan langkahnya,Al yang merasa Fisya berhenti tiba-tiba segera mengarahkan pandangannya terhadap sekretarisnya itu.


"Kenapa"?


"Kenapa"?tanya Al Lagi yang merasa heran dengan permintaan sekretarisnya yang tiba-tiba ingin pulang


"Saya hanya ingin pulang saja tuan".


"Tapi kita belum memakan hidangan yang sudah tersedia, pasti kamu laparkan"?


"Tidak tuan,saya mohon tuan biarkan saya pulang tuan".


"Tapi".


"Saya mohon tuan".


melihat sekretarisnya yang begitu berharap ingin segera pergi dari acara malam ini,diapun segeran mengiyakannya.


"Baiklah kalau begitu kita izin dulu kepada tuan Dahlan selaku pemilik acara malam ini tidak baik kita pergi begitu saja tanpa berpamitan ke pada tuan rumahnya".


Fisya hanya menganggukan kepalanya saja untuk memberi jawaban atas apa yang atasanya ucapkan.


Setelah berpamitan dengan tuan Dahlan merekapun segera pergi. di dalam mobil tidak terjadi pembicaraan sama sekali mereka saling terdian,terutama Fisya sedari tadi dia hanya memandangi kearah luar melalui kaca jendela mobil.


Al yang memperhatikan sekretarisnya sedari tadi hanya diam saja tidak seperti biasanyapun segera bertanya.


"Apa kita berhenti dulu untuk makan"?


Fisya yang mendegar pertanyaan dari atasannya hanya membetulkan duduknya saja tanpa menjawab pertanyaan dari atasanya.


"Bagaimana"?tanya Al sekali lagi.


"Tidak perlu tuan, saya hanya ingin segera pulang saja"!.


"Tapi saya sangat lapar,kita pergi dari sana tadi juga tidak memakan apapun,padahal saya sedari tadi belum makan".ucap Al memberi Alasan karena tidak ingin segera berpisah dengan sekretarisnya ini. walaupun sebenarnya dia begitu lapar karena memang belum memakan apapun sedari tadi.