
Drtrrrr... drtrrrrr.. drtrrrrrr.
Bunyi telpon Fisha yang ada di nakas samping tempat tidurnya begitu menganggu sekali, Fisha yang baru saja keluar dari kamar mandi pun berdecak, dan segera mengambil benda canggihnya yang sedari tadi berbunyi tanpa henti, geram sekali rasanya mengganggu waktunya menikmati mandi paginya saja.
Dia pun segera melihat nama yang tertera di layar handphonya "Alkasy". gumamnya mengeryit, dan segera menghela nafasnya., ya benar! Alkas lah yang menelponnya pagi-pagi sekali tanpa henti. buat apa pagi-pagi sekali Al sudah menghubunginnya, dasar pengganggu batin Fisha.
Fisha pun segera mengangkatnya tidak sanggup mendegar lagi.
"Iya ada apa"?tanya Fisha ketus.
"Kamu kemana aja sih lama amat ngangkat telponnya".omel Alkasy.
"Ck. apaan sih pagi-pagi udah ngomel aja!,ada apa nelpon pagi sekali".ucap Fisha.
"Kenapa? ngak boleh"?jawab Al ketus
"Bukan gitu"! ah.. udahlah ada apa"? tanya Fisha yang tidak ingin memperpanjangkan masalah.ada apa dengannya pagi-pagi udah ketus aja lagi PMS kah?, seharusnya kan aku yang begitu karna gara-gara dirinya aku harus cepat menyelesaikan mandi pagiku".batin Fisha kesal.
"Buka pintunya".ucap Alkasy lagi.
"Buat apa"?tanya Fisha malas.
"Ngapain kamu disitu"?
"Ck, sayang cepat lah buka pintunya".ucap Al yang mulai geram."
"Ngak, aku kan ngak nyuruh kamu buat nungguin aku di depan kamar, udah balik sana ke kamarmu,aku mau lanjut mandi lagi, udah aku matiin ya".ucap Fisha yang ingin mematikan Hp nya.
"Sayang"! panggil Al yang menghentikan Fisha untuk tidak menutup telephonya. "Jangan gitu dong, ngak sayang sama aku yang udah capek nunggu kamu dari tadi, bahkan kakiku sampai kesemutan karna terlalu lama berdiri, ngak kasian sama aku". ucap Al memelas.
"lagian aku di sini juga menunggu mu untuk aku ajak jalan, kamu tidak ingin menik mati suasana pagi di sekitaran sini, aku tau pasti kamu belum pernahkan jalan-jalan di sekitaran hotel ini sebelumnya, makannya aku menunggu mu di sini".ucap Al. "pemandangan di sekitaran sini bagus baget lo sayang!, sayang kalau di lewatkan, kamu ngak penasaran emangnya"?ucap Al panjang lebar.
"Benar juga apa yang di katakan Al, sayang sekali kalau pagi ini di lewati begitu saja, belum tentu kedepannya aku sempat datang kesini lagi".batin Fisha.
"Ok. kalau gitu tunggu aku lima menit".ucap Fisha lalu mematikan sambungan telephonnya.
Tut. tut.
"Tapi saya...."ucap Al terhenti akibat Fisha yang memamitan sebelah pihak. " what! di matiin. jadi aku ini gimana".gumamnya lesu, kesempatanya bisa berdua dengan Fisha lagi-lagi harus gagal.
"Huff".niat hati berada di kota ini biar bisa berduaan, eh tau-taunya begini juga, apes kali nasip ku ini, udah berapa kali aku begini. apes apes".ujarnya yang kembali menghela nafasnya lagi.mengingat kembali akan kejadian semalam yang sama juga seperti ini, dia pikir Fisha akan mengijinkan dirinya buat tidur satu kamar dengannya karena perutnya yang begitu penuh karena terlalu banyak makan membuatnya begitu sesak bahkan untuk berjalan saja tidak sanggup, bahkan dia sudah begitu berharap dan yakin kalau semalam dia bisa tidur satu kamar dengan Fisha, tapi ternyata itupun juga zonk.